Menyesal Setelah Dibuang

Menyesal Setelah Dibuang
31 Rencana Burhan


__ADS_3

"Tidak bisa begitu dong kamu tamak banget sih kak apa salahnya tinggal dijual dan bagi hasilnya kita juga dapat hasilnya" ucap Dewi


"Bi, itu tanah milik bapak jadi bibi tidak bisa menyuruh bapak untuk menjualnya karna itu hak bapak mau dijual atau tidak" Desi yang mulai geram karna istri dari pamannya itu ikut campur dan menyudutkan bapaknya


"Kamu tahu apa sih" ucap Dewi ketus


"Lagian buat apa coba uang sebanyak itu, hasil dari tanah warisan yang dijual sudah banyak" ucap Darto


"Aku mau bayar hutang ke bank, jadi butuh uang banyak. Hasil dari jual tanah warisan memang cukup tapi masih harus bayar hutang Dewi" jelas Burhan


"Kalo tidak punya uang jangan hutang ke bank kan bikin orang lain jadi repot. Kalian yang punya hutang malah kami yang harus menanggungnya" cecar Desi


"Tidak sopan bicara sama orang tua" ucap Dewi


"Orang tua tapi pikirannya kayak anak kecil" ucap Desi berbisik namun masih terdengar oleh Dewi


"Kalo tidak mau bantu ya sudah tapi ingat ya kalo ada apa-apa jangan pernah libatkan kami" ucap Dewi pongah


"Selama ini kami belum pernah minta bantuan sama kalian" ucap Desi


Merasa kalah Dewi akhirnya diam dan hanya bisa melotot kearah Desi


"Kalo tidak mau bantu ya sudah kak, tapi serahkan sertifikat tanah itu biar aku jual" ucap Burhan


"Tapi hasilnya harus tetap dibagi dua karna itu warisan ada hak Desi juga di sana" ucap Darto


"Iya iya" jawab Burhan


Darto masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil sertifikat tanah yang diminta Burhan. Setelah mendapatkannya Darto kembali ke luar.


"Ini" Darto memberikan Sertifikatnya


"Dari tadi kek" ucap Dewi


Setelah mendapatkan sertifikat itu Dewi dan Burhan langsung ke luar dari rumah Desi tanpa pamit.


"Datang tidak ucap salam, pulang pun tidak bilang apa-apa dasar jelangkung" ucap Desi


"Huss tidak boleh bilang begitu mereka itu paman dan bibi kamu" ucap Darto


"Biarkan saja mereka datang dan anggap keluarga kalo pas lagi butuh saja kalo sudah senang dilupakan begitu saja" ucap Desi


"Ya mau bagaimana pun mereka tetap keluarga kita, kerabat kita yang paling dekat"


"Pokoknya ya pak kalo mereka bikin ulah lagi di sini aku bakal bikin perhitungan enak saja mereka mau minta tanah yang dibeli dengan jerih payah bapak aku orang pertama yang akan maju kalo mereka sampai macam-macam sama bapak"


"Duh anak gadis bapak kalo lagi marah seram juga ya" ledek Darto

__ADS_1


"Ih bapak kan aku sudah cerai jadi bukan gadis lagi" Desi memanyunkan bibirnya


"Tapi bagi bapak kamu masih anak gadis"


"Karna awet muda kan pak" Desi menaik turunkan alisnya


Darto menaruh tangannya di bawah dagu seperti orang yang sedang berpikir keras.


"Iih bapak"


"Sudah sana berangkat nanti telat,sudah jam berapa ini"


"Oh iya aku lupa, aku berangkat dulu ya pak. Assalamaualaikum" Desi mencium punggung tangan Darto


"Iya hati-hati Waalaikumsalam" ucap Darto


*


"Mas, bagaimana kita membayar kurangnya" ucap Dewi


"Kita jual dulu sertifikat ini, nanti hasilnya jangan dibagi dua tapi kita kasih seperempatnya saja" ucap Burhan


"Tapi kalo nanti kakak kamu tahu dan tetap meminta setengahnya bagaimana?" tanya Dewi khawatir


"Kita bilang saja kalo orangnya cuma berani bayar segitu jadi kita bisa menutupi kekurangan hutang kita"


"Kamu benar juga mas"


"Anton" ucap Dewi dan Burhan terkejut "Kamu ngapain di sini? sejak kapan kamu ada di sini?" tanya Burhan


"Kamu dengar semua omongan kita ya" Dewi menatap Anton tajam


"Boleh juga aku gunakan kesempatan ini buat bisa kembali lagi sama Desi dengan meminta bantuan paman Burhan dan bi Dewi" ucap Anton dalam hati


"Iya aku dengar semua rencana kalian, tapi tenang saja aku akan ada di pihak kalian tapi ada syaratnya" ucap Anton tersenyum


"Kamu jangan macam-macam ya" bentak Burhan


"Saya tidak macam-macam hanya satu macam saja" ucap Anton tersenyum licik


Dewi dan Burhan saling tatap.


"Apa maksud kamu?" tanya Burhan


"Kita kerja sama saja, kalian kan mau membagi sedikit hasil dadi penjualan tanah tenang saja aku tidak akan meminta uang itu, aku mau kalian membantu aku agar bisa kembali bersama lagi dengan Desi setelah itu kita impas kan, rahasia kalian aman dan aku juga bahagia bersama Desi" ucap Anton


"Sudah membuang Desi masih mau memungutnya apa tidak ada wanita lain yang lebih dari Desi, setahu kami kamu selingkuh dan lebih memilih selingkuhan kamu kenapa sekarang kamu mau kembali lagi dengan Desi, atau jangan-jangan kamu sudah miskin ya dan sekarang Desi sudah bekerja di perusahaan jadi sekretaris bos lagi" cibir Dewi

__ADS_1


"Itu bukan urusan kalian, kalau kalian tidak mau bantu tidak masalah aku tinggal bilang sama Desi dan kalian tahu apa yang dilakukan Desi, tentu saja Desi bisa melaporkan kalian ke polisi karna setahu aku kalo Desi sudah marah tidak akan main-main meskipun kalian keluarganya" ucap Anto


"Bagaimana ini mas?" bisik Dewi


"Ya sudah kita turuti saja dulu yang penting rahasia kita aman masalah membantu dia kita pikirkan nanti" ucap Burhan


"Baik, kita kerja sama tapi kalo rahasia ini sampai bocor awas" ancam Burhan


"Tenang rahasia kalian aman sama aku"


Setelah bernegosiasi Burhan dan Dewi pulang ke rumahnya sedangkan Anton berangkat bekerja.


*


 Desi sudah berada di ruangannya, ia berkutat dengan laptop yang ada di depannya.


"Oh iya aku lupa memberi tahu pak Angga kalo nanti siang ada meeting" Desi lalu berdiri dan membawa berkas yang akan dibawa untuk meeting nanti.


"Permisi pak" Desi membuka pintu ruangan Angga


"Masuk" ucap Angga


"Nanti setelah makan siang bapak ada meeting dengan PT Bina Harapan, ini berkas-berkasnya sudah saya siapkan" Desi menaruh di atas meja


"Hem"


"Tumben banget responsnya cuma seperti itu, biasanya cerewet" ucap Desi dalam hati


"Kalau begitu saya permisi pak" Desi berbalik dan melangkahkan kakinya


"Kamu ikut saya meeting nanti" Ucap Angga


"Hah"


"Apa kurang jelas ucapan saya"


"Emm tidak pak, jelas sangat jelas" ucap Desi


Angga mengangguk dan menatap laptopnya.


"Saya permisi pak" Desi keluar dari ruangan Angga dan kembali ke ruangannya


Pekerjaan yang menumpuk kini sudah dikerjakannya.


*


"Ayo" ucap Angga yang baru saja membuka pintu

__ADS_1


"Ke mana pak? Bukannya meeting masih nanti jam 2" ucap Desi


"Kamu tidak mau makan siang dulu? Ya kalo kamu mau kita langsung berangkat meeting tidak masalah" ucap Angga santai


__ADS_2