
Sudah beberapa hari setelah kejadian Sely mengirim foto ke Desi dan hari ini Desi akan menanyakan langsung pada Angga tentang semuanya agar jelas. Meski dirinya bukan siapa-siapa bagi Angga, Desi juga akan memberikan jawaban dari pernyataan perasaan yang Angga ungkapkan, walaupun Angga tidak lagi membahasnya, mungkin karna Desi yang tak kunjung memberi jawaban sehingga membuat Angga tak ingin menanyakan masalah itu. Apalagi Desi pernah mengalami kegagalan dalam rumah tangganya, tak mudah baginya untuk menerima orang baru dan memulai semuanya lagi.
"Pak, nanti bisa makan siang bareng? Adan yang mau dibicarakan" ucap Desi
Sebelum ia memberanikan diri untuk berbicara pada Angga, Desi sudah keringat dingin duluan padahal itu hanya ajakan makan siang tapi baginya seperti ujian kelulusan.
"Bicara apa ya Des?" Tanya Angga
"Nanti saja pak, kalo bapak bisa aku tunggu di Restoran depan ya pak"
"Ya sudah nanti aku ke sana"
"Kalau begitu saya permisi dulu pak"
Angga mengangguk dan Desi pun keluar dari ruangan Angga.
*
Makan siang tiba, kini Desi sudah berada di Restoran. Ia menunggu kedatangan Angga, memang Desi berangkat terlebih dahulu karna Angga masih menyelesaikan pekerjaannya.
"Maaf ya, menunggu lama" ucap Angga yang baru sampai
"Tidak, aku juga baru datang" ucap Desi
"Ada apa Des?" Tanya Angga
"Sambil makan dulu, aku sudah pesankan makan agar kamu tidak perlu menunggu lama" ucap Desi
__ADS_1
Angga mengangguk dan memasukkan makanan ke dalma mulutnya.
"Begini, tentang pernyataan yang kamu ungkapkan di kebun waktu itu" Angga menyimak Desi yang sedang berbicara
"Aku akan menjawabnya sekarang, maaf kalo aku tidak menjawab kemarin-kemarin karna aku takut kamu hanya bercanda tapi aku sadar semuanya butuh kejelasan, tapi sebelum aku menjawab semuanya aku ingin kamu jujur"
"Jujur? Tentang apa?"
Desi memeberikan ponselnya dan Angga membaca pesan dan melihat foto yang dikirimnya.
"Apa kamu percaya kalo aku akan berbuat seperti itu?" Tanya Angga
"Entahlah" jawab Desi
"Lalu apa jawaban kamu?" Tanya Angga yang sudah tidak sabar
"Aku masih mencari bukti kalo anak itu bukan anak aku dan aku akan segera mendapatkannya, aku akan selesaikan urusanku dengan Sely agar semuanya jelas dan Sely bisa menerima kalau aku tidak bisa bersama dengannya lagi" ucap Angga yakin
"Aku akan menunggu semua itu" ucap Desi tersenyum
Setelah mengobrol cukup lama, Desi dan Angga kembali ke kantor karna jam istirahat juga sudah selesai.
Setibnaya di kantor Sarah langsung menyambut Desi dengan beberapa pertanyaan dan kekesalan karna dirinya tak diajak makan bareng.
"Des, kamu ke mana sih? Aku cari tadi kok tidak ada? Kamu makan siang sama pak Angga ya? Kok aku tidak diajak sih" ucap Sarah sambil manyun
"Iya aku makan siang sama pak Angga, ada urusan pekerjaan jadi tidak ajak kamu deh hehehe" jawab Desi
__ADS_1
"Huh pasti masalah kerjaan tidak asik, lain kali ajak aku ya kalo tidak diajak aku akan marah sama kamu" Sarah menyilangkan tangannya di dadanya
"Iya iya lain kali aku ajak makan di kanti kantor" ucap Desi tertawa seraya berjalan cepat agar segera masuk ke dalam ruangannya
"Iih dasar Desi nyebelin awas saja ya kamu" ucap Sarah berteriak agar terdengar oleh Desi yang sudah hampir menutup pintu ruangannya
"Capek juga ternyata" ucap Desi
Desi duduk dengan dadanya yang naik turun karna sempat berjalan cepat menghindari amukan Sarah, meski ia tahu Sarah tidak akan mengamuk seperti monster Desi hanya senang kalo Sarah sedang kesal karna diledekin.
"Apa benar ya kalo yang melakukan semua itu bukan pak Angga, tapi kalo seandainya itu benar anaknya pak Angga bagaimana" Desi sedang berpikir dan mencoba menenangkan hatinya agar ia tidak terlalu memikirkan semua itu, biarkan saja ia menunggu Angga yang sedang mencari bukti bahwa Sely tidak mengandung anaknya dan semua itu hanya akal-akalan sely saja.
Benar saja, Angga sedang menyuruh seseorang untuk menyelidikinya. Ia bahkan meminta seseorang memata-matai Sely dan mengikutinya pergi dan bertemu siapa saja. Tapi untung saja, ketika Sely sedang berbicara dengan sahabat prianya yaitu Galih tidak diketahui oleh anak buah Angga.
"Kamu ikuti dia pergi ke mana saja dan bertemu siapa saja, saya mau masalah ini cepat selesai dan ada bukti" ucap Angga ketika menelepon anak buahnya
"Baik bos, kami akan pantau semua kegiatannya dan akan melaporkan pada bos"
Angga memutuskan sambungan teleponnya.
"Huh" Angga memijit pelipisnya, entah mengapa masalahnya terasa berat apalagi Sely sampai berbicara di media kalau dirinya yang telah melakukan perbuatan keji itu.
"Semoga semuanya segera terbukti dan Desi benar-benar percaya kalo semua itu bukanlah aku yang melakukannya" Angga bermonolog
Desi sudah menjadi sekretaris Angga hampir satu tahun ini, meski terasa singkat bagi mereka untuk bisa merasakan perasaan yang sama tapi semua mengalir begitu saja. Tidak ada yang bisa menahan orang perasaan seseorang, karna memang hati tak bisa memilih akan jatuh cinta pada siapa.
Seperti Angga, ia tak menyangka akan jatuh cinta pada Desi sekretarisnya itu. Pertamanya terasa biasa saja bagi Angga, tapi lama kelamaan perasaan itu muncul seiring berjalannya waktu. Desi yang pernah gagal dalam pernikahannya, ia yang tegar menghadapi semuanya tanpa menyangkut pautkan urusan pribadi dan pekerjaan. Hal itu membuat Angga paham kalau Desi adalah wanita yang tegar, ia bisa menghadapi masalahnya tanpa ingin melihatkan pada orang lain apalagi mengharap simpati.
__ADS_1
Meski mantan suaminya itu sudah salah tapi Desi tetap bisa memaafkannya dan bisa akur seperti tak ada masalah diantara mereka.