
"Mamah tidak merasa sepi?" Tanya Desi
Wajah Santi berubah sendu. Kesepian? Tentu saja ia kesepian tapi apa boleh buat jika anaknya saja engga memilih tinggal di sini padahal ia selalu memintanya.
Desi yang melihat perubahan raut wajah Santi langsung meminta maaf pada Santi.
"Maaf mah" ucap Desi merasa bersalah
"Tidak apa-apa, ayo masak kita masak makanan kesukaan Angga ya" ucap Santi
Desi mengangguk dan tersenyum.
Masakan sudah siap, Santi dan Desi membawanya ke meja makan. Angga yang mencium aroma masakan langsung menuju meja makan.
"Sepertinya akan makan enak" ucap Angga
"Apa kamu tidak pernah makan enak sampai kamu bilang akan makan enak, makanya pulang jangan asik di luar" omel Santi
"Mamah malu didengar Desi" ucap Angga
"Biar saja, biar calon istrimu tahu kalo kamu suka meninggalkan mamah. Awas saja kalo nanti kamu menikah dan melupakan Desi lalu tidak pulang-pulang jangan harap Desi memaafkanmu"
"Sudahlah ayo kita makan" ucap Angga mengalihkan pembicaraan
"Orang tua bicara bukannya didengar malah asik makan"
"Ngomelnya nanti lagi mah, kita makan dulu. Apa mamah tidak kasihan melihat Desi yang sudah lapar" alibi Angga
"Desi atau kamu yang lapar, ayo Des makan" ucap Santi
"Iya mah" jawab Desi
Angga yang mendengar ucapan Desi terkejut hampir saja ia menyemburkan makanannya beruntung masih bisa ditahannya.
"Mah?" Tanya Angga bingung
__ADS_1
"Kenapa? Apa kamu mau calon istrimu ini memanggil tante sampai nanti kamu menikah"
"Ti-tidak, ayo makan" ucap Angga tersenyum
Setelah menghabiskan semua makanan, Angga berpamitan untuk mengantarkan Desi pulang.
Namun sebelum pulang, Santi menanyakan kapan akan dilaksanakan pernikahan mereka.
"Jadi kapan kalian akan menikah? Apa sudah menentukan tanggalnya?" Tanya Santi
"Sebenarnya kami ingin bulan depan mah, kami sudah mempersiapkan semuanya" jawab Angga
"Baguslah, nanti mamah akan bermain ke rumah Desi, apa boleh Des?" Tanya Santi pada Desi
"Tentu saja boleh mah" jawab Desi
"Ya sudah kami pamit ya mah, Assalamualaikum" ucap Angga
"Waalaikumsalam"
Beberapa hari setelah Desi ke rumah Angga, Santi mengunjungi kediaman Desi ditemani Angga.
"Kenapa mobilnya diparkir di sini Ga?" Tanya Santi bingung
"Kita tidak bisa pakai mobil kalo ke rumah Desi mah" jawab Angga
"Terus?"
"Kita naik ojek ya"
Angga dan Santi diantar ojek sampai ke rumah Desi.
"Assalamualaikum" ujar Angga
"Waalaikumsalam" jawab Desi
__ADS_1
Desi membuka pintu "Angga, mamah ayo masuk" ucap Desi
"Bapak ke mana Des?" Tanya Angga
"Bapak sebentar lagi ke luar, aku buatkan minum dulu ya" ucap Desi
Setelah beberapa menit Darto keluar dari kamarnya.
"Loh ada Angga sama mamahnya ya?" Ujar Darto
"Iya pak, kami ke mari ingin berkunjung" ucap Santi
"Iya bu, saya bapaknya Desi" ucap Darto
Desi membawa nampan dan menaruh minuman di meja.
"Silakan diminum Ga, mah" ucap Desi
""Kami ke sini ingin membicarakan tentang pernikahan yang akan dilangsungkan pak" ucap Angga
"Kalau saya sebagai orang tua ikut saja bagaimana baiknya" ucap Darto
"Tapi kalau acaranya diadakan di sini kurang strategis" ucap Santi yang membuat orang bingung dengan ucapannya
"Maksudnya bagaimana mah?" Tanya Angga
"Iya Ga, apa kamu akan membiarkan keluarga kita menuju ke sini menaiki ojek atau harus jalan kaki pasti mereka akan mengeluh dan membicarakan kamu, kita adakan acaranya di gedung saja jadi lebih mudah diakses" jelas Santi
Sebenarnya Desi keberatan dengan saran Santi, tapi ucapan Santi ada benarnya juga, ia tidak mungkin mempermalukan Angga di hadapan keluarganya apalagi ia seorang pengusaha terkenal dan pastinya akan ada rekan kerja yang akan diundang.
"Kalau menurut kamu bagaimana Des?" Angga meminta persetujuan Desi
"Aku ikut saja" ucap Desi tersenyum
Darto hanya mendengarkan saja, meski sebenarnya ia lebih suka acaranya diadakan di sini tapi mau bagaimana lagi.
__ADS_1
Terima kasih untuk pembaca setia😊, jangan lupa tinggalkan jejak ya🤩