
Semua karyawan sudah pulang, hanya ada Desi dan Sarah di sana.
"Kamu lihat bos keluar dari ruangannya?" Tanya Sarah
"Belum kayaknya, memang kenapa?" Tanya Desi
"Kamu cek sana" ucap Sarah
"Kenapa harus dicek?" Tanya Desi bingung
"Takutnya terjadi sesuatu sama bos, emang kamu tidak khawatir, sudah jam pulang kantor tapi bos belum juga keluar" ujar Sarah
"Mungkin lagi ada kerjaan yang belum selesai jadi tidak keluar, sudahlah lagian bis kayak gini juga bukan yang pertama kalinya kan? Mending kita pulang saja ayok" ajak Desi
"Jangan Des, kita cek dulu" Sarah menarik tangan Desi untuk mendekati ruangan Angga
"Aduuh ngapain sih kita pulang saja ayok" Desi berusaha menahan agar tidak tertarik oleh Sarah
Sarah tetap saja menarik tangan Desi agar mendekati ruangan Angga, namun sialnya ketika mereka sudah berada di depan ruangan Angga, pintu ruangan itu terbuka dan Sarah serta Desi mematung karna Angga muncul di hadapannya.
"Ngapain kalian?" Tanya Angga
"Apa aku bilang" bisik Desi
"Emm kami lagi cek ruangan bapak saja siapa tahu bapak butuh bantuan" Sarah mencari alasan
Angga menatap Sarah dan Desi bergantian.
"Ya sudah" Angga berlalu meninggalkan Desi dan Sarah, namun Angga berbalik dan mengajak Desi pulang bersama.
"Ayo aku antar" ucap Angga
"Tidak perlu repot-repot pak, kita naik taksi saja" ucap Sarah
"Aku ajak Desi bukan kamu" ucap Angga
__ADS_1
Sarah menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Terus aku?" Tanya Sarah
"Katanya kamu mau naik taksi" ucap Angga
"Ya ta-tapi-"
"Ayo cepat Des" teriak Angga
"Tuh kan apa aku bilang, kamu diajak pulang tidak mau" ledek Desi
Desi segera menghampiri Angga.
"Des, aku bagaimana?" Ucap Sarah memelas
"Kamu naik taksi saja, makanya ikuti apa kata aku sekarang apes kan" Desi tertawa meninggalkan Sarah yang terlihat kesal
"Sial banget sih, tahu begini mending tadi lnagsung pulang saja" Sarah berjalan sambil menghentakkan kakinya
Sementara Desi dan Angga yang sudah hampir sampai di dekat rumahnya.
"Sudah jam pulang kantor" ujar Angga
"Huh" Desi menghela nafasnya "Mau mampir dulu? Tapi jangan ngeluh capek" ucap Desi
"Kapan aku pernah ngeluh capek?" Tanya Angga pura-pura lupa
"Pura-pura lupa" cibir Desi
"Ayo, nanti bapak kamu nyari" Angga turun dari mobil dan berjalan
"Ngapain sih kamu ikut segala, tadi juga ngapain ajak aku pulang bareng si Sarah juga tidak diajak kan kasihan dia" ucap Desi
"Kalo searah pasti aku ajak, rumah dia kan tidak searah dengan kita jadi tidak mungkin aku ajak, kecuali kamu yang bawa mobil" ucap Angga
__ADS_1
Setelah berjalan kaki Angga dan Desi sudah sampai di rumah Desi.
"Assalamualaikum pak" ucap Desi
"Waalaikumsalam" jawab Darto
"Bapak lagi apa?" Tanya Desi
"Lagi nyantai saja sambil nunggu kamu pulang, sini duduk nak Angga" ucap Darto
"Iya pak" Angga duduk di samping Darto
"Repot-repot antar Desi sampai ke rumah lagi" ucap Darto
"Tidak repot kok, memang kebetulan kami searah jadi bisa pulang bareng" ujar Angga
"Memang nak Angga ini baik banget ya" puji Darto
"Aku buatkan minum dulu ya" ucap Desi
"Iya" jawab Darto
Desi masuk ke dalam dan membuatkan minuman untuk Angga.
"Bagaimana pekerjaannya?" Tanya Darto
"Alhamdulillah lancar pak" jawab Angga "Kalau kebun bapak bagaimana banyak hasilnya?" Tanya Angga
"Ya alhamdulillah, kapan-kapan bapak ajak ke kebun ya sekalian kita minum kelapa muda di sana, pasti enak menikmati di kebun" ucap Darto
"Waah boleh pak, pasti seru kalo minum langsung di bawah pohonnya" ucap Angga antusias
"Ngobrol apaan sih kayak seru banget" Desi muncul membawa nampan yang berisi minuman
"Bapak ajak nak Angga buat ke kebun sambil menikmati kebun dengan minum kelapa muda" ucap Darto
__ADS_1
"Waah sudah lama aku tidak menikmati kelapa muda di kebun, pasti seru banget tuh" ujar Desi
"Nanti kita sama-sama ke kebun" ucap Angga dengan senyum merekah