Menyesal Setelah Dibuang

Menyesal Setelah Dibuang
25 Bertemu Sely


__ADS_3

"Ayo makan mas, Bu" ucap Desi yang melihat Anton dan Ratna hanya diam saja belum mengambil makanan


"Iya Des" ucap Anton


Anton dan Ratna segera mengambil makanan yang disajikan di atas meja.


Mereka berempat makan dengan lahap.


Setelah menghabiskan makanannya, Desi pamit ke dalam kamar untuk bersiap-siap. Sedangkan Darto juga masuk ke dalam kamarnya.


"Em mas aku sama bapak mau berangkat" ucap Desi


"Kalo begitu kami pamit juga Des, kami mau cari kontrakan yang murah dulu" ucap Anton


"Maaf ya mas, aku harus berangkat karna nanti ada meeting bapak juga mau ke kebun, tidak mungkin kalian di sini nanti apa kata tetangga" ucap Desi tak enak


"Iya tidak apa-apa Des kami paham kok, terima kasih ya sudah menerima kami pagi-pagi seperti ini terima kasih juga makanannya kami jadi merepotkan" ucap Anton


"Ya sudah ayo kita cari kontrakan" ucap Ratna


"Kami pamit ya Des, sampaikan juga terima kasih untuk bapak, Assalamualaikum" ucap Anton


"Iya mas nanti saya sampaikan, Waalaikumsalam" ujar Desi


Setelah kepergian Anton dan Ratna, Desi juga berangkat ke kantornya.


*


Setibanya di kantor


"Ke ruangan saya cepat!" ucap Angga dari balik telepon


"Baru juga sampai dan duduk sudah disuruh ke kandang macan" keluh Desi


"Permisi pak" ucap Desi membuka pintu


"Masuk" ujar Angga


"Ada apa bapak memanggil saya?" tanya Desi


"Berkas untuk meeting sudah kamu siapkan?" tanya Angga


"Sudah pak, ada di ruangan saya biar saya ambil sebentar" Desi melangkah hendak ke ruangannya untuk mengambil berkas yang ditanyakan oleh Angga


"Tidak perlu diambil, saya hanya bertanya. Takutnya kamu lupa, serahkan saja nanti saat akan meeting" ucap Angga


"Baik pak, kalo begitu saya kembali ke ruangan saya" ucap Desi


"Apa ada perintah kalo kamu boleh ke ruangan kamu?" tanya Angga


Desi yang mendapat pertanyaan itu bingung mau menjawab apa.


"Tidak ada pak" jawab Desi "Apa ada yang perlu saya kerjakan lagi?" tanya Desi


"Tidak ada" jawab Angga


"Lalu kenapa bapak menahan saya untuk tidak boleh kembali ke ruangan saya"ucap Desi kesal


"Dasar bos aneh" gerutu Desi dalam hati

__ADS_1


"Apa kamu akan terus berdiri di situ" ucap Angga


"Saya boleh kembali ke ruangan saya pak?" tanya Desi


"Memang kata-kata saya tadi seperti itu?" Angga menaikkan satu alisnya


"Terus bapak tadi kenapa tanya seperti itu" kali ini Desi benar-benar kesal dengan sikap Angga, bagaimana bisa ia bekerja kalo masih menahan di ruangannya.


"Kamu bisa duduk Desi" ucap Angga penuh penekanan


"Tapi pekerjaan saya pak?" tanya Desi


"Saya yang menggaji kamu jadi kamu tidak perlu khawatir" ucap Angga


"Cih sombong banget, terus aku harus ngapain di sini lihat dia kerja dan bengong saja" ucap Desi dalam hati


"Jangan pernah berbicara dalam hati" Angga menatap Desi


merasa dirinya ditatap, Desi melihat ke arah lain.


Meski sudah memalingkan pandangannya, Desi memastikan kalau Angga sudah tidak menatapnya lagi.


"Emm apa ada yang salah dari saya?" tanya Desi polos


Angga tak bergeming, ia masih menatap Desi.


"Kalo bapak melihat saya seperti itu lebih baik saya kembali ke ruangan saya" ancam Desi


"Ditatap begitu saja sudah salting" cibir Angga


"Siapa yang tidak salting kalo ditatap seperti itu, coba bapak ditatap seperti itu pasti salting juga" ucap Desi membela


Angga yang merasa ditatap, menatap Desi balik.


"Aduh kenapa dia malah menatap aku sih bukannya mengalihkan pandangannya, kalo begini bisa-bisa aku yang salting" ucap Desi dalam hati


"Kenapa pipinya merah begitu" ucap Angga berbohong


Desi langsung memegang pipinya agar tidak terlihat oleh Angga.


"Hahaha tambah salting kan" ledek Angga


Desi malu karna ia memang benar-benar salting. akhirnya Desi berdiri dan segera keluar dari ruangan Angga lalu kembali ke ruangannya.


"Dasar cewek aneh" ucap Angga melihat Desi yang pergi begitu saja


Angga kembali melanjutkan pekerjaannya.


*


Sepulang kantor Angga tidak langsung pulang, ia menunggu Desi di depan ruangannya.


Desi membuka pintu, ia terkejut karna Angga sudah ada di depannya.


"Ada apa ya pak?" tanya Desi


"Temani saya" jawab Angga


"Temani ke mana pak?" tanya Desi bingung

__ADS_1


"Mal" jawab Angga


"Ya elah irit banget jawabnya, sudah minta temani seperti ini" omel Desi dalam hati


"Saya sudah bilang jangan berbicara di dalam hati" Angga menatap Desi dekat


Seketika Desi kaget dan mendorong Angga.


bugh


Angga terjatuh karna Desi mendorong sangat keras.


"Ma-maaf pak, saya reflek" ucap Desi merasa bersalah


"Kamu kasar banget jadi cewek" keluh Angga, ia berdiri memegang bokongnya yang sakit karna jatuh di lantai


"Siapa suruh bapak seperti tadi, wajar dong kalau saya antisipasi bapak aneh-aneh, di sini kan tidak ada siapa-siapa lagi" ucap Desi


"Kamu pikir saya akan macam-macam sama kamu. Lihat kamu saja saya tidak berselera" ucap Angga


Desi mendengus kesal mendengar jawaban Angga.


"Bapak saja yang sudah belok" gumam Desi


"Kamu bilang apa tadi" Angga menatap Desi tajam


"Saya tidak bilang apa-apa bapak salah dengar" ucap Desi takut melihat Angga yang melotot seperti itu "Jadi tidak minta ditemani kalo tidak saya mau pulang" ucap Desi


"Ya jadi ayo" Angga berjalan terlebih dahulu dan Desi mengikuti Angga di belakangnya


"Berjalan di samping saya, kamu mau dikira pembantu berjalan di belakang saya" ucap Angga


Desi mengimbangi langkah Angga agar berjalan di samping Angga.


Selama perjalan menuju Mal tak ada percakapan, Angga fokus menyetir sedangkan Desi melihat ke luar jendela.


Sesampainya di Mal, Angga dan Desi langsung masuk ke sebuah toko pakaian.


"Kamu pilih baju yang menurut kamu bagus" titah Angga


"Memang buat siapa pak? terus ukurannya seperti apa? saya tidak tahu" ucap Desi


"Seukuran kamu, untuk siapa itu tidak penting" jawab Angga


"Siapa juga yang mau tahu" gerutu Desi


"Cepat pilih" ucap Angga


Ketika Desi sedang memilih-milih baju, ada yang menghampirinya.


"Jadi benar kamu ada hubungan sama sekretaris kamu, kamu selingkuh Ga" ucap Sely yang baru saja tiba


"Sely" gumam Desi


"Kenapa? kamu kaget kalo aku tahu kalian suka jalan berdua. Kamu sengaja kan ajak Angga jalan-jalan terus belanja biar kamu bisa morotin uangnya Angga" ucap Sely


"Lagi ngomongin diri sendiri ya" balas Desi


Meski ia marah ketika mendengar ucapan Sely, ia tak boleh terpancing dengan ucapan Sely. Sebisa mungkin ia menghadapi Sely dengan santai agar ia tak merasa menang.

__ADS_1


__ADS_2