Menyesal Setelah Dibuang

Menyesal Setelah Dibuang
56 Darto Murka


__ADS_3

Badan Desi terasa pegal sekali setelah seharian ini bekerja begitu keras untuk menyelesaikan semua sesuai batas waktu, meski dibantu Angga tapi tetap saja dirinya juga bekerja ekstra.


"Kenapa muka kamu kayak kelelahan begitu Des?" Tanya Darto


"Iya pak tadi habis banyak kerjaan jadi capek banget deh" jawab Desi


"Kamu makan yang banyak dan jangan lupa minum vitamin ya"


"Iya pak, bapak juga makan yang banyak biar tetap sehat"


"Kalo bapak selalu sehat, lihat badan bapak" Darto menunjukkan lemak-lemak yang tertumpuk di tubuhnya


"Iih bapak, itu bukan sehat tapi lemak semua"


"Ya berarti kan bapak sehat"


"Bapak harus rajin olahraga biar tidak menumpuk lemak"


"Setiap hari bapak olahraga ke kebun, jadi tidak perlu diragukan lagi"


"Iya sih tapi maksud aku olahraga kayak gym gitu pak, biar lemaknya kabur tidak mau tinggal di tubuh bapak lagi"


"Kamu itu yang harusnya banyakin lemak biar tidak dikira kurang bahagia"


"Kalo aku bukan tidak bahagia pak, memang porsi badan aku saj ayang segini kalo numpuk lemak malah tidak sehat"

__ADS_1


"Habiskan makanannya terus minum vitamin, biar tidak pucat mukanya nanti kamu malah sakit"


"Siap pak"


Desi menyelesaikan makannya, setelah itu ia membereskan semua piring-piring kotor dan masuk kamarnya untuk beristirahat.


*


"Bagaimana ini paman? Kenapa aku tidak bisa dekat lagi dengan Desi bahkan sekarang Desi semakin dekat dengan bosnya itu" ucap Anton kesal


"Aku sudah berusaha kalo Desi tidak mau lagi sama kamu aku tidak bisa apa-apa, kamu harus terima siapa suruh kamu menyia-nyiakan Desi setelah dia sudah bekerja baru kamu mau kembali" ucap Burhan


"Kalo paman tidak mau bantu aku lagi ya sudah" Anton berdiri dari tempat duduknya dan pergi dari rumah Burhan dengan mengendarai sepeda motornya.


"Assalamualaikum" ucap Anton


"Waalaikumsalam" jawab Darto membuka pintu


"Desinya ada pak?" Tanya Anton seramah mungkin


"Ada apa? Bukannya ini sudah malam ngapain kamu ke sini?" Tanya Darto


"Ada sesuatu yang ingin aku katakan pada bapak dan Desi" ucap Anton


"Aku panggil Desi dulu" Darto memanggil Desi di kamarnya

__ADS_1


"Ada apa mas?" Tanya Desi


Desi duduk di dekat Darto, Anton terlihat gugup namun ia harus menyampaikan ini semua.


Anton mulai menceritakan semuanya dari awal, ia yang mendengar rencana Burhan dan hal-hal yang dilakukan Burhan di belakang Darto dan Desi.


"Jadi mereka sudah membohongi kami" ucap Darto geram


"Ini tidak bisa dibiarkan pak, ada hak bapak di sana jadi bapak harus meminta hak bapaj bukan masalah nominalnya tapi paman sudah bohong sama kita bahkan uang yang dipinjamnya hanya untuk hal-hal yang tidak berguna dan sampai sekarang belum juga membayarnya, kalo seandainya paman ada niat baik mungkin kita tidak akan mempermasalahkannya" Desi pun ikut kesal setelah mengetahui kebenarannya


"Maaf aku baru memberitahu kalian" ucap Anton


"Tidak apa-apa mas setidaknya kami sudah tahu semuanya, kami menunggu niat baik paman Burhan apalagi bi Dewi sedang mengandung kasihan dia" Desi ikut prihatin dengan kejadian ini tapi ia juga tidak bisa apa-apa.


Entah pamannya itu meniru sikap siapa sehingga seperti itu, nenek dan kakeknya sangat baik bahkan Darto pun juga baik tidak ada sifat yang buruk yang pernah dilakukan Darto yang membuat orang sekitarnya sakit hati.


"Kalau begitu aku pamit dulu, sudah larut" ucap Anton


"Iya mas, terima kasih ya kamu bela-belain datang ke sini untuk menyampaikan semua itu" ujar Desi


"Iya sama-sama Des"


Setelah itu Anton pulang dari rumah Desi.


Anton memang menceritakan semuanya tapi ia tak menceritakan kalau ia juga terlibat dan meminta Burhan membantunya untuk kembali lagi dengan Desi, kalau Desi tahu mungkin ia akan marah pada Anton.

__ADS_1


__ADS_2