
Angga dan Desi sudah bersiap untuk berangkat.
"Kamu yakin mau ikut kerja hari ini, wajah kamu seperti pucat" ucap Angga
"Yakin mas, sudah ayo berangkat"
Desi dan Angga pun berangkat ke kantor bersama.
Sesampainya di kantor, Desi disambut Sarah yang langsung memeluknya.
"Des, kenapa kamu masuk hari ini bukannya malah menikmati di dalam kamar saja sama pak Angga" bisik Sarah
Desi mencubit lengan Sarah.
"Aww, sakit Des" ucap Sarah
"Biarin siapa suruh otak kamu mesum"
"Siapa yang mesum, aku kan cuma tanya"
"Aku ke ruangan dulu ya, kalian jangan ngobrol terus" ucap Angga
"Siap pak" ucap Sarah
Setelah kepergian Angga, Desi dan Sarah juga masuk ke ruangannya masing-masing.
🏵️Satu bulan kemudian
"Huweek"
"Sayang kamu kenapa?" Tanya Angga
"Tidak tahu mas, mungkin masuk angin" jawab Desi
"Wajah kamu pucat, kita ke dokter ya" ajak Angga
__ADS_1
"Tapi mas, kita harus ke kantor"
"Kita tidak usah ke kantor, ayo kita ke dokter"
Angga membawa Desi ke dokter.
Sesampainya di rumah sakit, Desi langsung diperiksa oleh dokter.
"Bagaimana keadaan istri saya dok?" Tanya Angga
"Istri anda baik-baik saja pak" jawab dokter
"Dia tadi muntah-muntah dok wajahnya juga pucat"
Dokter tersenyum mendengar ucapan Angga.
"Istri anda baik-baik saja pak, selamat ya"
"Selamat untuk apa dok?" Angga bingung dengan ucapan dokter
"Istri bapak hamil"
"Sayang kamu baik-baik saja" Angga menghampiri Desi yang menangis
"Aku tidak apa-apa mas, aku hanya terharu aku tidak menyangka bisa diberi anugerah secepat ini" ucap Desi
"Aku juga sayang"
"Kalau begitu ini resep obatnya silakan ditebus, saya permisi pak, bu"
"Iya dok, terima kasih"
"Sama-sama"
Angga memeluk Desi mereka tak menyangka diberi kepercayaan secepat ini. Apalagi Desi pernah menikah dan selama tiga tahun belum hamil, tapi sekarang ia tak perlu menunggu bertahun-tahun karna sang pencipta memberi kepercayaan untuknya.
__ADS_1
Ada kekhawatiran dalam benak Desi sebelum menikah dengan Angga. Desi takut jika mertuanya akan mengatakan hal yang sama dengan mantan mertuanya dulu karna hal itu membuat Desi sempat ingin menolak Angga, tapi beruntunglah ia karna kebahagiaan mereka sudah lengkap dengan kehadiran sang buah hati.
Desi dan Angga sudah sampai di rumah, Santi sedang menunggu menantu dan anaknya pulang untuk menanyakan keadaannya.
"Bagaimana Ga? Apa ada masalah serius?" Tanya Santi yang melihat wajah Angga tampak lesu
"Sebenarnya Desi hamil mah" ucap Angga merubah rona bahagia di wajahnya.
"Terus kenapa wajah kamu tadi kayak tidak semangat kalau Desi hamil?"
"Aku hanya ingin membuat kejutan"
"Kejutan kamu tidak berhasil tahu, mamah sudah khawatir Desi kenapa-kenapa. Kamu benar hamil sayang?" Tanya Santi pada Desi
"Ya iyalah mah, mamah tidak percaya banget sih sama aku"
"Aku tidak bertanya sama kamu, jadi kamu diam" omel Santi pada putranya itu
"Issh mamah galak banget sih"
"Sekali lagi kamu bicara mamah jahit mulut kamu"
Angga langsung diam.
"Iya mah, aku hamil" ucap Desi
"Waah selamat ya sayang, mamah sebentar lagi akan punya cucu" Santi memeluk Desi
"Mah pelan-pelan nanti anak aku sesak" Angga berusaha memisahkan Desi dari Santi
"Kamu merusak suasana saja" omel Santi
"Biarin kalo anak aku kenapa-napa bagaimana" ucap Angga tak mau kalah
"Ya sudah, kamu istirahat saja ya" ucap Santi
__ADS_1
"Iya mah"
Desi ditemani Angga masuk ke dalam kamarnya.