
Sesampainya di Rumah Desi, mereka disambut oleh Darto.
"Assalamualaikum pak" ucap Angga
"Waalaikumsalam, sudah lama sekali ya tidak main ke sini lagi" ucap Darto
"Iya pak lagi urus perusahaan jadi tidak sempat main ke sini" ucap Angga
"Duduk Ga, aku buatkan minum dulu" ucap Desi
Desi masuk ke dalam rumahnya untuk membuat minuman untuk Angga.
Sementara Darto dan Angga tengah mengobrol sembari menunggu Desi.
Desi sudah selesai membuat minuman, ia membawa nampan yang berisi minuman dan menaruhnya di meja depan Angga dan Darto.
"Diminum Ga, pak" ucap Desi
"Iya Des" ucap Angga
Mereka bertiga mengobrol sampai lupa waktu.
"Sepertinya aku harus pamit sudah hampir maghrib" ucap Angga
"Maghrib di sini saja, sekalian kita sholat berjamaah" ucap Darto
__ADS_1
"Lain waktu saja pak, tidak enak dengan tetangga" tolak Angga
"Ya sudah kalau begitu" jawab Darto
"Terima kasih sudah mengantar aku Ga" ucap Desi
"Sama-sama Des, aku pamit ya Assalamualaikum" ucap Angga
"Waalaikumsalam" jawab Darto dan Angga
Setelah berpamitan Angga pun pulang.
Hari demi hari dilalui Desi, ia menjalaninya seperti biasa hanya saja perhatian Angga yang ia dapatkan sekarang dan Sely juga tidak pernah datang lagi menemui Angga, Desi pun berpikir kalau urusannya dengan Angga sudah selesai karna anak yang dikandungnya bukanlah anak dari Angga. Hingga pada suatu hari Angga meminta Desi untuk menemuinya di sebuah tempat setelah pulang kantor.
"Sepertinya ini tempatnya, tapi kenapa sepi" ucap Desi
Tiba-tiba suara biola terdengar dan Angga muncul dengan pakaian yang rapi.
Angga bersimpuh di hadapan Desi.
"Aku bukan pria yang romantis dan pandai berkata-kata, meski kita belum lama menjalin hubungan tapi hati aku yakin kalau kamu adalah wanita yang sedang aku cari selama ini, aku tidak peduli dengan masa lalu kamu karna aku ingin melewati hari ini, esok, nanti dan seterusnya bersamamu. Desi Amalia maukah kamu menikah denganku?"
Desi yang mendengarnya pun terkejut sekaligus bahagia.
"Aku mau" ucap Desi malu-malu
__ADS_1
Angga memakaikan cincin di jari manis Desi dan langsung memeluk Desi.
"Aku akan membawa kamu untuk bertemu dengan mamah" ucap Angga
Desi mengangguk dengan ucapan Angga "Aku juga ingin kamu menyampaikannya pada bapak" ucap Desi
"Aku sudah melamarmu pada bapak" ucap Angga
"Kapan? Kenapa aku tidak tahu?" Tanya Desi
"Namanya juga kejutan, kalo kamu tahu bukan kejutan dong"
"Ish kamu curang main kejutan-kejutan" Desi mencubit lengan Angga
"Tidak apa-apa curang yang penting aku menang sekarang" ucap Angga bangga
"Menang? Desi mengerutkan keningnya
"Iya aku menang karna kamu akan menjadi milikku dan mantan suami kamu itu tidak bisa mendekati kamu lagi"
Desi tersenyum mendengar Angga cemburu pada Anton
Meski Anton sudah tahu tentang hubungan Angga dan Desi, Anton tetap mengejar dan mendekati Desi. Tapi setelah ini Desi akan memberi tahu Anton kalau hubungannya dengan Angga akan lebih serius dan ia akan meminta Anton untuk menjaga jarak dan tidak terlalu sering datang ke rumahnya.
Kalau saja ada anak diantara mereka, Anton tak ada masalah jika menemui Desi untuk bertemu anaknya. Tapi sayangnya mereka tidak dikarunia anak dalam rumah tangganya.
__ADS_1
Angga mengantarkan Desi ke rumahnya, benar saja yang Angga ucapkan kalo Anton pasti masih ingin kembali dengan Desi meski sudah tahu kalau Desi sudah menjalin hubungan dengannya. Tapi sekarang Angga ingin Anton menjauhi dan tidak lagi menemui Desi untuk hal-hal yang tidak terlalu penting.