Menyesal Setelah Dibuang

Menyesal Setelah Dibuang
54 Proses


__ADS_3

"Kenapa wajah kamu seperti ada masalah Des?" Tanya Darto yang baru keluar dari kamarnya


"Tidak pak, hanya lelah saja banyak kerjaan jadi sedikit pusing" ucap Desi tersenyum


"Benar? Bukan karna Angga" Darto meledek Desi


"Kok malah ke Angga sih pak, iih bapak kayak Sarah ya sok tahu" ucap Desi


"Akhir-akhir ini Angga juga lama tidak main ke sini, apa kalian bertengkar?" Tanya Darto


"Tidak, kami baik-baik saja. Mungkin karna sibuk jadi tidak main ke sini lagi" jawab Desi


"Syukurlah, bapak kira kalian bertengkar karna biasanya paling tidak Angga akan ke sini seminggu sekali dan ini sudah dua minggu tidak ke sini" ucap Darto


"Wajarlah pak, dia kan bos jadi sibuk mikirin kerjaan terus sampai lupa mikirin-" Desi menghentikan ucapannya


"Mikirin apa?" Tanya Darto penasaran


"Ya mikirin main-main apalagi ke sini yang harus jalan kaki dulu dari gang depan" ucap Desi


"Gang depan juga dekat, paling 5 menit sampai kalo tidak cepat jalannya, nanti kalo kamu nikah sama Angga suruh Angga buat jalan biar mobil bisa masuk" Darto cekikikan, ia sengaja menggoda anaknya itu

__ADS_1


"Bapak apaan sih" Desi tampak malu ketika bapaknya meledeki dirinya dengan Angga


Bukan karna apa, ia belum mendapatkan bukti kalo anak yang dikandung Sely bukanlah anak Angga, ia harus bersabar sampai masalah ini selesai. Jika memang itu adalah darah daging Angga, maka Desi harus bisa mengikhlaskan Angga bersama dengan Desi.


"Kalo kalian benaran jodoh bagaimana? Bapak lihat Angga anaknya baik tidak neko-neko, tidak seperti Anton" ucap Darto


"Sudahlah pak, lagian mas Anton juga sudah berubah dan sekarang juga mendapatkan balasan"


"Iya memang tapi bapak kadang kesal kalo ingat perbuatan dia sama kamu, apalagi pas milih selingkuhannya itu coba saja bapak ada di sana waktu kamu mergokin Anton pasti sudah habis Anton sama bapak"


"Tapi untungnya bapak tidak ikut, kalo ikut bapak bisa viral karna mukulin orang"


"Iya pak, lagian semuanya sudah berlalu jadi biarkan saja aku juga mau melupakan masa pahit itu dan memulai hal baru agar bisa menikmati masa depan dengan bahagia"


"Anak gadis bapak ini memang kuat ya"


"Gadis gadis anak bapak ini sudah janda"


"Hahaha meskipun kamu janda tidak terlihat juga kok, kamu kan masih muda jadi tidak terlalu kelihatan kalau nikah lagi juga dikira masih perawan"


"Dari tadi bapak ngomongnya nikah mulu, Desi ke kamar saja sudah ngantuk bapak juga istirahat biar besok bisa kembali lagi tenaganya"

__ADS_1


"Iya iya"


Setelah mengucapkan nasehatnya pada sang bapak, Desi masuk ke dalam kamarnya dan beristirahat.


*


Keesokan harinya Sely sudah rapi, ia ingin menemui Angga dan mengajaknya jalan, jika Angga tak mau banyak cara yang akan dilakukannya. Begitulah Sely seribu cara bisa ia dapatkan meski cara itu merugikan orang lain.


"Maaf bu, pak Angga tidak bisa diganggu. Beliau sedang sibuk" Angga memerintahkan seorang untuk menjaga di depan ruangannya agar tak ada orang asing masuk, ia melakukan itu juga untuk menghindari Sely karna ia tahu kapan wanita itu akan datang menemuinya.


Meski ia belum mendapatkan bukti tentang kehamilan Sely, tapi menjaga jarak lebih baik bagi Angga


"Kamu tidak tahu siapa saya?!" Bentak Sely


"Tapi pak Angga menitip pesan agar tidak ada seorang pun yang menemuinya karna dirinya benar-benar sedang sibuk sekarang" ucapnya


"Aku tidak peduli, aku ingin menemui Angga sekarang juga, aku ini calon istrinya!" Sely terlihat emosi


"Jika ibu membuat keributan saya akan panggil satpam dan mengusir ibu dari sini" ancamnya


"Kurang ajar" Sely menghentakkan kakinya, rencananya gagal begitu saja, tapi bukan Sely namanya kalau ia tidak bisa membuat Angga bertekuk lutut.

__ADS_1


__ADS_2