
"Mas aku mau beri tahu bapak" ucap Desi
"Kita ke rumah bapak besok ya" ucap Angga
"Iya mas"
"Ya sudah kamu istirahat ya"
"Memang kamu mau ke mana?"
"Aku mau ke kantor, nanti aku pulang cepat"
Desi pun mengiyakan ucapan sang suami.
Sesampainya di kantor, Sarah yang melihat Angga datang sendiri langsung menanyakan keberadaan Desi.
"Pak, Desi kok tidak ke kantor?" Tanya Sarah
"Saya suruh istirahat" jawab Angga
"Memangnya Desi kenapa? Dia sakit?" Cecar Sarah
"Hemm"
Angga masuk ke dalam ruangannya meninggalkan Sarah yang masih berdiri di depan ruangan Angga.
"Aku harus telepon Desi" Sarah berlari ke ruangannya dan mengambil ponselnya
"Halo Des, kenapa kamu tidak masuk kantor? Kamu sakit?" Tanya Sarah
"Kebiasaan, bisa kan nanya satu-satu" omel Desi
"Iya iya, kenapa kamu tidak datang ke kantor?" Tanya Desi
"Mas Angga tidak mengizinkan aku ke kantor karna aku muntah-muntah" jawab Desi
"Kamu sakit?"
"Bukan sakit tapi isi"
"Isi?" Sarah mencoba mencerna ucapan Desi
"Iya isi"
__ADS_1
"Maksudnya kamu hamil?" Tanya Sarah
"Hemm"
"Waaah selamat ya Des, tidak ku sangka bakal cepat juga jadinya jangan-jangan kamu lembur sama pak Angga"
"Makanya cepat cari pasangan biar tidak jomblo"
"Ya elah aku juga sudah cari tapi belum dapat saja"
"Makanya jangan galak-galak jadi cewek nanti jadi perawan tua tahu rasa"
"Bukan galak Des, tapi tegas"
"Sama saja"
"Ya beda dong" jawab Sarah tak mau kalah
"Sudah ah kamu kerja nanti perusahaan suami aku malah bangkrut gara-gara kamu"
"Aku tidak kerja sehari pun tidak akan membuat perusahaan suami kamu bangkrut, ya sudah kamu istirahat jaga keponakan aku baik-baik ya"
"Tanpa kamu suruh aku akan menjaganya"
Sambungan telepon pun terputus dan Sarah melanjutkan pekerjaannya.
Saat jam makan siang Angga menyempatkan pulang untuk menjenguk sang istri.
"Mas" Desi yang terbangun karna Angga membelai rambutnya
"Kebangun ya"
"Kenapa tidak dibangunin"
"Kamu tidurnya nyenyak, kamu sudah makan?"
"Belum"
"Ayo makan dulu, aku beli nasi padang tadi"
"Waah nasi padang aku jadi lapar, aku ambil piring dulu ya"
"Ehh jangan biar aku saja kamu duduk manis di sini ya"
__ADS_1
"Aku tidak apa-apa mas, lagian dari tadi aku cuma tiduran"
"Tidak boleh, ingat kata dokter kalo kamu tidak boleh kecapean, kamu tunggu ya"
Mau tidak mau Desi menunggu Angga mengambil piring.
"Aku bantu mas" ucap Desi
"Tidak perlu sayang, kamu duduk manis saja biar aku yang mempersiapkan untuk kamu"
"Mas aku tidak apa-apa lagian aku hamil bukannya sakit" Desi memanyunkan bibirnya
"Baiklah, kamu bantu taruh di piring saja ya setelah itu kita makan bareng"
Desi mengangguk dan langsung menaruh nasi pada piring.
Mereka pun makan bersama, menikmati nasi padang.
"Enak ya mas, rasanya sudah lama aku tidak makan nasi padang"
"Kalo kamu suka aku bisa belikan setiap hari untuk kamu"
"Benarkah?"
"Iya sayang, aku tidak pernah bohong"
"Terima kasih mas"
Desi meneteskan air matanya.
"Loh kenapa kamu nangis, kamu kurang nasinya?" Tanya Angga khawatir
Desi menggeleng "Aku hanya tidak menyangka kalo aku merasakan kebahagiaan ini"
"Kamu pantas mendapatkannya, hanya laki-laki bodoh yang menyakiti kamu dan aku berjanji akan selalu ada di samping kamu selamanya"
Angga memeluk Desi.
"Terima kasih mas sudah hadir dalam hidup aku dan memberi kebahagiaan"
"Iya sayang, sudah kamu habiskan ya"
Desi melanjutkan makannya.
__ADS_1