Menyesal Setelah Dibuang

Menyesal Setelah Dibuang
65 Mencari Gaun


__ADS_3

Selesai membicarakan semua persiapan pernikahan, Angga dan Santi berpamitan untuk pulang.


"Kalau begitu kami pulang Des, pak" ucap Angga


"Iya Ga" jawab Desi


"Assalamualaikum" ucap Angga dan Santi


"Waalaikumsalam" jawab Desi dan Darto


Desi dan Darto masuk ke dalam.


"Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Darto


"Iya pak, aku baik-baik saja kok" jawab Desi


"Kamu tidak keberatan?"


"Tidak pak, ada benarnya juga yang dikatakan mamahnya Angga, rekan-rekan kantor pasti akan diundang jadi aku rasa aku tidak ingin membuat mereka berkeringat setelah tiba di sini meski jaraknya tidak jauh tapi kalau memakai gaun dan riasan pasti bisa membuat mereka gerah" jelas Desi


"Jika itu keputusanmu bapak tidak akan ikut campur yang penting kamu bahagia" ucap Darto


*


Keesokan harinya Angga mengajak Desi untuk mencoba gaun pernikahannya.


"Kamu ingin gaun yang seperti apa Des?" Tanya Angga


"Apa saja yang penting cocok untukku Ga" jawab Desi


"Apa kau akan memanggilku seperti itu? Kita sebentar lagi akan menikah"


"Lalu aku harus memanggilmu apa?"


"Terserah kamu"

__ADS_1


"Aku bingung memanggilmu apa"


"Sayang atau honey atau apapun itu"


Desi yang mendengarnya saja terasa geli karna ia sadar panggilan itu hanya untuk orang yang sedang remaja dan dimabuk cinta.


"Apa tidak ada yang lain bagaimana kalau mas?"


"Kenapa mas?"


"Apa kamu mau aku memanggilmu mbak" Desi jengkel dengan pertanyaan Angga


"Ya sudah kalo itu memang nyaman untuk kamu"


"Iya Ga eh mas" ucap Desi


Desi terbiasa memanggil Angga dengan namanya tapi ia harus mengubah panggilannya karna sebentar lagi akan menjadi suaminya, meski ia belum terbiasa tapi Desi harus membiasakannya.


Saat Desi sedang memilih gaun, ia tak sengaja menabrak seseorang.


"Maaf-maaf aku tidak sengaja" Desi membantunya berdiri


"Sely!"


Ucap mereka bersamaan, Angga yang melihatnya langsung menghampiri Desi, ia takut Sely akan melakukan sesuatu pada Desi.


"Kamu tidak apa-apa Des?" Tanya Angga


"Tidak mas, aku tidak apa-apa" jawab Desi


"Kalian sedang apa di sini?" Tanya Sely


"Kami akan menikah dan sedang mencari gaun" jawab Angga


Sely terkejut mendengarnya, hubungan mereka sudah serius. Sely akhir-akhir ini memang lebih sering berada di rumahnya karna kondisi kehamilannya yang mengalami mual.

__ADS_1


Gali sudah menikahinya karna Sely tidak mau mendengar omongan bila dirinya hamil tanpa suami.


"Kamu sedang apa di sini Sel?" Tanya Desi


"Bukan urusanmu" jawab Sely ketus


Sely meninggalkan Angga dan Desi pergi dari butik.


"Sudah hiraukan saja, apa kamu sudah menemukan yang cocok denganmu?" Tanya Angga


"Emm sebenarnya aku suka yang ini, cuma agak terbuka aku tidak terlalu suka apalagi di bagian punggungnya aku seperti tidak memakai baju" ucap Desi


"Kalo kamu suka yang ini aku bisa meminta untuk lebih tertutup lagi, apa kamu suka yang ini sayang?" Ucap Angga


"Sejak kapan kamu panggil aku sayang?" Tanya Desi


"Sejak saat ini dan seterusnya" jawab Angga


"Sudah gombalnya nanti saja, bagaimana menurut kamu yang ini?"


"Apapun pilihanmu aku selalu suka asal itu kamu yang memakainya"


"Iiss sejak kapan kamu menjadi pria yang suka gombal mas" omel Desi


"Aku tidak gombal sayang, aku serius"


"Terserah kamu saja, aku baru tahu ternyata Angga Wijaya adalah pria yang pandai merayu"


"Aku tidak merayu aku sungguh-sungguh"


"Sudahlah aku ingin cepat pulang dan beristirahat, aku pilih yang ini saja asal lebih tertutup lagi"


"Baiklah sayang, aku akan meminta desaignernya untuk memperbaiki"


Setelah menemukan gaun yang cocok, Angga mengantarkan Desi pulang.

__ADS_1


Semua persiapan mulai siap, tinggal beberapa hari lagi acara akan dilangsungkan. Desi memilih libur untuk mempersiapkan dirinya, sedangkan Angga masih tetap bekerja.


Anton sudah mendengar kalau Desi akan menikah, ia berniat mendatangi Desi berharap ia bisa meminta Desi untuk membatalkan pernikahannya dan memilih kembali padanya.


__ADS_2