Menyesal Setelah Dibuang

Menyesal Setelah Dibuang
24 Bertamu Pagi-Pagi


__ADS_3

“Apa perasaan di hati kamu sudah hilang sehingga kamu menutup pintu rapat-rapat dan tidak mau kembali dengan aku, aku janji tidak akan mengulangi semuanya lagi Des”


“Tidak mudah untuk memulai lagi mas, apalagi kamu pernah membuat aku kecewa”


"Aku janji akan memperbaiki semuanya dan tidak akan mengulangi semuanya, kita mulai semuanya dari awal kita bangkit bersama" ujar Anton penuh keyakinan


"Maaf mas, aku tidak pernah berpikir untuk kembali lagi dengan kamu aku harap kamu mengerti keputusan aku, kamu bisa mendapatkan yang lebih baik dari aku" ujar Desi


"Tapi aku maunya sama kamu Desi, aku tidak mau nantinya mendapatkan seperti Resti. Aku menyesal dulu lebih memilih Resti padahal kamu yang terbaik" ujar Anton tertunduk


"Sudahlah mas, jadikan semuanya pelajaran kalau pun nanti kita kembali bersama mungkin itu sudah takdir tapi aku tidak pernah berpikir untuk bersatu kembali, aku terlalu takut semua terulang. Kamu pasti bisa mendapatkan yang lebih baik sekarang kita fokus saling memperbaiki diri saja mas. Kalo begitu aku pulang dulu mas tidak nyaman karna bajunya kotor dan lengket" ujar Desi


"Ya sudah kalo itu memang mau kamu" ucap Anton pasrah


"Assalamualaikum mas"


"Waalaikumsalam"


Desi langsung melangkahkan kakinya, ia merasa tidak enak karna setiap kali pertemuannya dengan Anton selalu membahas hal yang sama. Meski bisa saja Desi langsung menolak dan menjauhi Anton, tapi semua itu tak ia lakukan.


Sesampainya di rumah, Desi langsung masuk.


"Assalamualaikum pak" ujar Desi yang baru membuka pintu


"Waalaikumsalam" jawab Darto "Baju kamu kenapa kotor begitu?" tanya Darto


"Ini tadi bertemu istrinya mas Anton entah sengaja atau tidak" jawab Desi


"Emang benar ya jodoh itu cerminan cocok sama Anton suka cari masalah, aku yakin dia pasti sengaja siram kamu dan buat baju kamu kotor seperti ini" ujar Darto


"Bapak suudzon tidak boleh seperti itu pak, mungkin saja memang tidak sengaja" ucap Desi


"Iya maaf, habisnya bapak kesal kamu diperlakukan seperti ini kalo ada bapak di sana pasti bapak balas biar tahu rasa dia, sudah merebut suami orang sekarang mau mencari masalah. Tidak ada tenang-tenangnya hidup dia suka bikin orang susah"


"Bapak ingat penyakit nanti kambuh kalo marah-marah, lagian tidak ada orangnya juga jadi percuma bapak marah-marah di sini"


"Ya masak bapak samperin dia ke rumahnya kan bapak tidak tahu"


"Sepertinya rumah tangga mas Anton tidak baik-baik saja pak, Resti ketahuan jalan sama pria lain tadi saja aku juga lihat dia sama laki-laki lain selain mas Anton dan mas Anton juga tahu kalo dia selingkuh"


"Biarkan saja biar dia tahu rasa bagaimana diselingkuhi seperti apa rasanya"


"Bapak kayaknya senang ya kalo orang lagi ada masalah" ledek Desi "Desi ke kamar dulu ya pak sudah tidak enak bajunya lengket" ucap Desi

__ADS_1


"Ya kalo Anton bapak sih tidak peduli kalo dia sedih. Ya sana kamu bersih-bersih" ucap Darto


"Bapak sudahlah jangan mendendam" ucap Desi sebelum masuk ke dalam kamarnya


Setelah selesai mandi Desi pergi ke dapur untuk memasak untuk makan malam.


Selesai masak, Desi memanggil Darto untuk makan bersama.


Tok tok tok


"Pak, makan" ucap Desi dari balik pintu


"Iya" jawab Darto


Desi kembali ke meja makan dan menunggu Darto.


"Lama ya" ujar Darto menarik kursi hendak duduk


"Memang bapak sedang apa?" tanya Desi


"Selesai sholat maghrib bapak lagi memeriksa hasil kebun jadi tidak langsung ke sini" jawab Darto


"Oh, ayo makan pak" ucap Desi


Desi dan Darto memakan makanan yang ada di meja makan.


Ketika siang sudah lelah bekerja, maka malam adalah waktu untuk beristirahat untuk mengembalikan tenaga agar esok bisa segar dan semangat kembali, begitu juga Desi dan Darto yang sudah lelah bekerja dan sekarang adalah waktunya beristirahat untuk menghilangkan penat.


*


Keesokan harinya


Aktivitas yang sama selalu dilakukan Desi setiap pagi, meski bukan suaminya tapi ia memasak untuk bapaknya laki-laki yang tak pernah menyakitinya.


Tok tok tok


Ketika dirinya memasak, ada yang mengetuk pintu.


"Siapa sih pagi-pagi seperti ini datang" ucap Desi


Desi membuka pintu, ia terkejut dan merasa heran mengapa Anton pagi-pagi seperti ini datang ke rumahnya bersama ibunya.


"Duduk mas, Bu" ucap Desi

__ADS_1


"Maaf ya pagi-pagi seperti ini aku ganggu kamu" ucap Anton


"Tidak ganggu mas, aku tadi lagi masak saja jadi buka pintunya lama. Memang ada apa mas pagi-pagi datang ke sini?" tanya Desi


"Kami bingung harus ke mana lagi, keluarga kami jauh." ucap Ratna


"Memang ada apa bu?" tanya Desi bingung


"Rumah ibu sudah dijual untuk tambahan biaya rumah sakit, hutang ke kamu saja belum aku bayar." ucap Anton tertunduk


"Lalu rumah kamu mas?" tanya Desi


"Sertifikat rumah hilang mungkin dibawa Resti dan dia menjualnya, kemarin orang yang membeli datang dan meminta kami untuk segera pergi dari rumah padahal itu rumah aku, tega sekali Resti menjualnya. Kalo kami tidak segera pergi pagi-pagi, orang itu akan menyeret paksa kami jika kami masih ada di sana pagi ini karna itu kami ke sini pagi-pagi karna kami bingung harus pergi ke mana lagi" terang Anton


"Sabar ya mas" hanya kata itu yang tiba-tiba keluar dari mulut Desi


"Desi!" panggil Darto dari dalam


"Iya pak, aku di depan rumah" jawab Desi


"Kalian" ucap Darto


"Pak" sapa Anton lalu mencium punggung tangan Darto


"Ngapain kalian di sini?" tanya Darto sinis


"Pak" Desi memberi kode agar bersikap baik


"Rumah kami diambil orang pak kami bingung mau ke mana jadi kami ke sini" jawab Anton tertunduk


"Masih punya malu datang ke sini lagi" cibir Darto "Bapak ke dalam dulu" ucap Darto berlalu masuk ke dalam rumahnya


"Maaf ya mas" ucap Desi merasa tak enak


"Iya tidak apa-apa Des, aku tahu bagaimana marahnya bapak sama aku" ucap Anton


"Kalian sudah sarapan?" tanya Desi


"Belum kami belum sempat sarapan karna langsung beres-beres" jawab Ratna


"Kalo begitu kita sarapan bareng-bareng di dalam" ajak Desi


"Tapi bapak kamu" Anton merasa tak enak dengan Darto

__ADS_1


"Bapak tidak akan marah, ayo masuk" ajak Desi


Desi, Anton dan Ratna masuk ke dalam dan duduk di kursi. Darto yang melihat mereka ingin makan bersama merasa tidak suka sempat ingin menegurnya namun Desi langsung memberi kode agar tidak bersikap seperti tadi.


__ADS_2