
"Iya kamu benar tapi tidak dengan seperti itu juga caranya, mending bapak minta penjelasan dan selesaikan semuanya baik-baik" ucap Desi
"Memang ya kalo sama ustadzah beda" ucap Sarah
Desi menoyor kepala Sarah "Mulutnya" ucap Desi
"Sepertinya jam istirahat sudah hampir selesai, kalian masih mau di sini?" ucap Angga
"Iya pak, ini juga kami mau masuk" ucap Sarah
"Ayo Rah" ajak Desi
"Bos memang galak ya kalo sudah jam kantor" bisik Sarah
"Sudah ah ayo" Desi menarik tangan Sarah
"Main tinggal saja" ucap Angga yang masih duduk dan melihat dua wanita itu sudah keluar dari area kantin
*
Sebelum pulang dari kantor, Angga sudah meminta Desi untuk mengirimkan foto yang dikirim oleh Sely, karna Angga berniat untuk mendatangi Sely dan memintanya untuk tidak lagi mengganggunya.
Setelah menghubungi Sely agar menemuinya di sebuah Cafe, Angga langsung menuju ke Cafe tersebut.
__ADS_1
Sesampainya di Cafe Angga langsung menghampiri Sely yang sudah sampai terlebih dahulu.
"Sudah ku duga pasti kamu kangen kan sama aku" ucap Sely percaya diri
"Kenapa kamu mengirim foto ini ke Desi?" tanya Angga dengan nada tegas
Sely mengambil ponsel Angga dan melihat foto yang dimaksud Angga.
"Ka-kamu dapat foto ini dari mana?" tanya Desi
"Tidak penting saya dapat dari mana, kamu jawab kenapa kamu kirim foto ini ke Desi? Apa kamu mau mempermalukan diri kamu sendiri" ucap Angga
"Ak-aku cuma iseng saja" Sely gugup
Cafe tidak terlalu ramai, meski Angga berbicara tinggi tidak terlalu mengundang perhatian orang sekitar.
"Jawab! Kenapa kamu hanya diam hah" ucap Angga
"Aku tidak mungkin merencanakan semua itu, kamu yang ajak aku ke kamar kamu jadi tidak mungkin kalo aku berani masuk ke kamar kamu tanpa izin dari kamu" ucap Sely sedikit takut
"Omong kosong! mana mungkin aku mengajak kamu ke kamar aku. Lihat saja nanti kalo kamu memang merencanakan semua ini aku akan buat kamu menyesal" ucap Angga
"Kamu tidak ingat Ga, kamu mengeluh sakit kepala dan pusing terus kamu meminta aku antar kamu ke kamar terus tiba-tiba kamu menindih aku, apa perlu aku jelaskan semuanya Ga!?" kali ini Sely memberanikan diri
__ADS_1
Angga diam tampak mencerna ucapan Sely, tapi dirinya yakin kalo semua itu terjadi karna Sely bukan karna dirinya.
"Kenapa? kamu ingatkan sekarang kalo memang kamu yang memulai dulu" sambung Sely
Angga berdiri dan pergi meninggalkan Sely.
"Angga!" panggil Sely "Kamu mau ke mana?" Sely mengejar Angga
Angga tak menghiraukan ucapan Sely, ia terus berjalan dan setibanya di parkiran Angga masuk ke dalam mobilnya.
Kita lihat saja seberapa bisa kamu pergi dari aku Angga" ucap Desi tersenyum licik
*
Malam harinya, Angga keluar dari rumah menuju rumah Desi.
"Assalamualaikum" ucap Angga ketika sudah sampai di depan rumah Desi
"Waalaikumsalam" jawab Desi "Silakan duduk pak"
"Kamu sudah baca pesan dari aku kan?" Ucap Angga
"Iya pak, menurut aku kalo memang masalahnya tidak sampai ke publik dan hanya beberapa orang yang tahu biarkan saja pak, yang penting Sely tidak macam-macam" ucap Desi
__ADS_1