Menyesal Setelah Dibuang

Menyesal Setelah Dibuang
43 Melihat Proyek


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang tidak diinginkan oleh Angga, karna dirinya harus bekerja sama dan mungkin harus bertemu dengan Sely setiap hari.


"Kamu yakin mau melanjutkan proyek ini?" Tanya Angga pada Desi


"Yakin pak, memang kenapa? Apa bapak takut CLBK sama mantan bapak" ledek Desi


"CLBK? Apa itu?" Tanya Angga


"Cinta Lama Bisa Kembali" jawab Desi


"Ya tidak mungkinlah, tida mungkin aku mengambil barang yang sudah dibuang" ucap Angga


"Emang dia barang apa"


"Ya perumpamaan saja"


"Ayo cepat jalan pak nnati bisa telat, saya tidak mau ya diomelin sama nenek sihir itu"


"Kenapa mesti marah ke kamu?"


"Duh bapak ini, mana mungkin dia marah ke bapak yang ada dia akan kayak ulat kalo ke bapak"


"Asal kamu jangan jadi ulat juga ke orang lain" ucap Angga


"Maksudnya?" Tanya Desi tak mengerti


"Iya, kamu tidak boleh genit ke cowok lain" jelas Angga


"Memangnya kenapa?" Tanya Desi masih belum mengerti


"Tahulah kamu lola" ucap Angga kesal


"Lola? Siapa?" Tanya Desi polos


"Lola itu loading lama" jawab Angga sambil tertawa

__ADS_1


"Enak saja, saya tidak lola" Ucap Desi kesal


"Dih malah ngambek, ternyata selain lola kamu juga suka ngambek ya" ledek Angga


Desi tak menanggapi ucapan Angga, ia menatap lurus ke depan.


"Ya elah gitu saja malah ngambek, nanti cantiknya luntur" ucap Angga


"Bapak bilang apa tadi?" Tanya Desi


"Bilang apa? Saya tidak bilang apa- apa" jawab Angga


"Bapak tadi bilang aku cantik? Iya kan?"


"Kok malah maksa sih, tidak ada yang bilang kamu cantik ya sampai-sampai maksa begitu"


Desi melipatkan tangannya di dada dan beralih menatap ke depan.


"Gitu saja ngambek" ledek Angga


"Iya iya ini berangkat"


Angga pun menjalankan mobilnya.


*


"Hai Ga" sapa Sely


Angga tidak menjawabnya tapi Sely tak berhenti di situ, ia langsung menghampiri Angga.


"Kenapa kamu bawa dia" protes Sely


"Memang kenapa? Dia sekretaris saya jadi dia harus ada di dekat saya jika aku butuh sesuatu" jawab Angga


Sely terlihat tidak suka dan menatap Desi dengan tatapan seperti menyuruhnya untuk tidak dekat-dekat dengan Angga.

__ADS_1


"Saya mau lihat proyek, ayo Des" ajak Angga


"Baik pak"


Angga berjalan melihat proyek yang sedang dikerjakan, Sely dan Desi juga ikut di sampingnya.


"Ngapain sih kamu ikut segala, ganggu saja" bisik Sely


"Bukannya pak Angga tadi sudah bilang ya" jawab Desi


Sely memutar bola matanya dengan malas, ia pun melanjutkan jalannya.


"Bagaimana sesuai kan?" Tanya Sely


"Ya saya harap bisa sesuai kerja sama, karna saya rasa semua baik jadi saya harus kembali ke kantor" ucap Angga


"Loh kenapa buru-buru sih, kamu belum lihat yang di sana ayo aku antar ke sana" ajak Sely


"Saya rasa kamu sudah cukup untuk mengawasi proyek ini karna saya ada meeting jadi tidak bisa lama-lama, ayo Des kembali ke kantor" ajak Angga


"Tapi Ga-"


"Kalo ada apa-apa hubungi saya" ucap Angga


Angga dan Desi pergi dari sana, hnaya tinggal Sely sendiri.


"Arrghh kenapa jadi begini sih tidak sesuai rencana" Sely menghentakkan kakinya


Di dalam mobil Desi memperhatikan Angga yang sedang menyetir.


Angga yang sadar kalo sekretarisnya itu sedang memperhatikannya langsung menegurnya.


"Apa saya setampan itu" ucap Angga


"Hah" Desi yang tidak mengerti ucapannya hanya bisa bingung

__ADS_1


"Tidak perlu memperhatikan seperti itu" ucap Angga


__ADS_2