Menyesal Setelah Dibuang

Menyesal Setelah Dibuang
44 Kembali?


__ADS_3

Di dalam mobil Desi memperhatikan Angga yang sedang menyetir.


Angga yang sadar kalo sekretarisnya itu sedang memperhatikannya langsung menegurnya.


"Apa saya setampan itu" ucap Angga


"Hah" Desi yang tidak mengerti ucapannya hanya bisa bingung


"Tidak perlu memperhatikan seperti itu" ucap Angga


"Saya hanya heran sama bapak, kenapa bapak tidak balikan saja sama Sely jadi tidak perlu lagi ada yang dikhawatirkan" ucap Desi


Angga menghentikan mobilnya


"Apa segampang itu kamu memaafkan seorang yang sudah mengkhianati kamu? Lalu kenapa kamu tidak kembali dengan suami kamu?" Angga bertanya balik


"Ya itu beda pak, kalo bapak kan hanya pcaran sedangkan saya sudah menikah jadi tidak bisa disamakan dan menurut saya orang yang sudah mengingkari janjinya tidak pantas untuk dijadikan pendamping" ucap Desi


"Nah itu kmau tahu" ucap Angga


"Memang bapak sudah tidak ada rasa dengan Sely?" Tanya Desi


"Kenapa kamu bertanya seperti itu?" Angga menaikkan alisnya "Kamu cemburu?" Tanya Angga


"Ti-tidak siapa yang cemburu" ucap Desi gugup


"Kenapa salting begitu" Angga mendekatkan wajahnya pada Desi


"Si-siapa yang salting, lagian bapak ngapain coba dekat-dekat awas saja kalo bapak macam-macam saya akan teriak biar bapak digebukin sama masa" ucap Desi dengan mimik muka serius


"Hahaha" Angga hanya tertawa menanggapi ucapan Desi


"Kenapa bapak tertawa?" Tanya Desi


"Lagian siapa coba yang mau macam-macam sama kamu tidak selera" ucap Angga


"Bilangnya tidak selera tapi wajahnya dekat-dekat terus" ucap Desi

__ADS_1


Angga menjalankan kembali mobilnya.


Proyeknya berjalan lancar dan hampir selesai, Sely meminta Angga untuk menemuinya di sebuah Restoran untuk membahas masalah kerja samanya.


"Ada apa? Apa ada masalah sehingga saya harus ke sini" ucap Angga


"Emm tidak, kamu harus melihat-lihat dulu kalo nanti ada yang tidak cocok kamu bisa menggantinya sehingga tidak perlu ada masalah jika sudah selesai" ucap Sely


Angga langsung mengelilingi dan mengecek satu persatu, Sely pun ikut menemani Angga di sampingnya.


Setelah selesai mengecek, Sely meminta Angga untuk menemaninya makan siang.


"Bagaimana kalau kita makan siang dulu" ajak Sely


"Saya harus segera kembali ke kantor" ucap Angga


"Sebentar saja Ga, sudah lama kita tidak makan siang berdua" pinta Sely


"Tapi-"


"Ayolah Ga" Sely memohon


"Ya sudah" ucap Angga pasrah


"Nah gitu dong"


Angga dan Sely menuju sebuah Restoran untuk makan siang bersama.


Sesampainya di Restoran, Angga dan Sely memesan makanan.


"Kamu mau makan apa?" Tanya Sely


"Aku steak sama lemon tea bak" ucap Angga


"Aku mau shushi sama jus alpukat" ucap Sely


"Baik, silakan ditunggu pesanannya" pelayan itu kembali ke dalam dapur Restoran

__ADS_1


"Ga, apa kamu tidak rindu makan bardua seperti ini" ucp Sely


"Tidak" jawab Angga singkat


Muka Sely yang awalnya sumringah mendadak berubah kesal karna jawaban Angga yang membuatnya malu tapi Sely tak berhenti sampai di situ saja, ia masih terus berusaha membuat Angga bisa kembali padanya.


"Kalo aku kangen banget, kita sering makna beruda kayak begini apalagi waktu kita jalan-jalan bareng bisa berduaan sama kamu dan menikmati hari hanya berdua sama kamu" ucap Sely


"Heemm" hanya seperti itu respon Angga


Tak lama kemudian pesanan mereka datang, Angga dan Sely menyantap makanannya.


Ketika mereka sedang menyantap makanan ada yang menyapa mereka.


"Bu Sely" ucap Anton


"Anton, kamu makan siang di sini?" Tanya Sely


"Iya bu" Anton menoleh ke arah Angga dan menatapnya seolah-olah Angga sedang berbuat kesalahan "Ini?-"


"Oh ini, kenalkan ini Angga-"


"Rekan kerja" ucap Angga


"Benarkah hanya rekan kerja?" Sidik Anton


"Iya, kenapa? Apa ada yang aneh?" Ucap Angga


"Kamu makan sama siapa?" Tanya Sely mengalihkan pembicaraan


"Sendiri bu" jawab Anton


"Sini gabung saja" ajak Sely


"Apa tidak mengganggu?"


"Tidak kok, ya kan Ga"

__ADS_1


"Terserah kamu saja" ucap Angga


Anton pun duduk dan bergabung dengan Angga dan Sely.


__ADS_2