
Keesokan harinya
Desi sudah berada di kantornya, ia kembali bekerja seperti hari-hari biasanya.
Tok tok tok
"Masuk" ucap Desi
"Bisa ke ruangan saya?" Tanya Angga
"Bi-bisa pak" ucap Desi
Angga ke luar dari ruangan Angga.
"Aduuh kira-kira pak Angga bakal ngapain ya apa jangan-jangan dia mau minta jawaban lagi" Desi mendadak gelisah
Desi mondar-mandir, ia belum pergi ke ruangan Angga padahal Angga sudah menunggunya di sana.
"Tidak Des, pasti hanya masalah pekerjaan jadi santai releks" Desi menarik nafasnya lalu menghembuskannya "Pasti bisa" Desi melangkahkan kakinya dan pergi ke ruangan Angga
"Permisi pak" ucap Desi
"Masuk" ujar Angga
"Emm ad-da apa ya pak?" Tanya Desi gugup
"Kamu kenapa gugup begitu Des?" Tanya Angga heran "Saya cuma mau minta laporan minggu lalu" terang Angga
Desi bernafas lega karna Angga memanggilnya bukan untuk membahas masalah kemarin.
"Laporannya ada di runagan saya pak, saya ambil dulu" ucap Desi
"Ya sudah nanti taruh saja di meja ya" ucap Angga
"Baik pak" Desi keluar dari ruangan Angga
"Huh aku kira mau ngapain, untung saja jantung ini tidak lompat gara-gara pak Angga manggil tadi"
Hari demi hari sudah berlalu, ungkapan perasaan Angga belum juga terjawab oleh Desi, bahkan Angga pun tidak menanyakan jawabannya.
Desi berpikir Angga sudah melupakan ungkapan itu karna tak pernah Angga sesekali untuk membahasnya
"Kamu kenapa mukanya ditekuk begitu" ujar Sarah
"Tidak apa-apa" jawab Desi
"Kenapa sih, apa pak Angga marahin kamu sampai kamu bete kayak begini"
"Tidak"
"Ya terus kenapa, singkat banget sih jawabnya" Sarah yang mulai tidak sabar karna Desi tidak menjawab pertanyaannya
"Sudah ah, aku mau makan" ucap Desi
__ADS_1
"Mau makan ke mana? Ke Restoran depan yuk" ajak Sarah
"Ya sudah ayo"
Desi dan Sarah pergi ke Restoran depan kantor.
"Silakan kak" ucap pelayan
"Aku mau steak sama jus alpukat" ucap Sarah
"Kalo aku spaghetti minumnya lemon tea saja" ucap Desi
"Baik kak, ditunggu pesanannya"
"Kamu yakin tidak apa-apa?" Tanya Sarah
"Yakin Rah, aku cuma lagi capek saja tadi" jawab Desi berbohong
Pandangan Sarah beralih pada seseorang yang baru saja duduk di kursi yang ada di hadapannya namun Desi membelakanginya sehingga ia tidak tahu siapa yang duduk di belakangnya.
"Eh itu bukannya pak Angga ya" ucap Sarah
Desi langsung menoleh dan menatap lurus sesuai arah yang ditunjuk oleh Sarah.
"Kayak Sely ya" ucap Sarah menebak
"Silakan kak" ucap pelayan membawakan pesanan Sarah dan Desi
"Iya, terima kasih" ucap Sarah
"Mau disamperi?" Tanya Sarah
"Ngapain? Nanti malah ganggu lagi"
"Kenapa kesal gitu mukanya, jangan-jangan kamu cemburu lagi" ledek Sarah
"Siapa yang cemburu? Sudah ah balik saja ke kantor" ajak Desi
"Nanggung kali Des, makanannya tinggal dikit habisin dulu mubazir" ucap Sarah
"Cepat"
Sarah menghabiskan makanannya, setelah selesai Desi dan Sarah hendak keluar namun Sely melihat keberadaan mereka.
"Loh Desi, kamu di sini juga gabung sini" ajak Sely
Desi melirik ke arah Angga, dan Angga pun melihat Desi. Kedua mata mereka bertemu dan saling tatap, tak ada sapaan dari Angga bahkan ia pun tidak basa-basi untuk menawarinya untuk duduk lebih dulu.
"Ayo Rah" ajak Desi
"Kenapa buru-buru banget sih" ucap Sely
"Kami duluan ya pak, bu" ucap Sarah
__ADS_1
Desi menarik tangan Sarah agar segera pergi dari Restoran.
"Kamu kenapa sih Des, tidak biasanya kamu seperti ini" ujar Sarah
"Tidak apa-apa kok, aku cuma pengen cepat-cepat ke kantor ada pekerjaan yang harus aku selesaikan" ucap Desi berbohong
Sesampainya di kantor, Desi langsung masuk ke ruangannya.
"Kenapa sih, tau ah pusing aku mikirin kelakuan Desi" Sarah pun masuk ke dalam ruangannya
*
Angga yang baru saja kembali dari makan siangnya bersama Sely langsung mencari keberadaan Desi.
"Desi, aku mau bicara sama kamu" Angga langsung membuka pintu ruangan Desi
"Pak Angga" Desi terkejut karna kedatangan Angga yang tiba-tiba "Mau bicara apa ya pak?" Tanya Desi
"Tapi kalo diomongin di sini tidak enak, bisa ikut saya keluar" ajak Angga
"Memang mau bicara apa sih pak sampai harus keluar" tanya Desi "Bicara di sini saja, tidak ada siapa-siapa juga" imbuh Desi
"Ya sudah, tadi itu aku makan siang sama Sely karna terpaksa jadi kamu jangan salah paham ya" ucap Angga
"Jadi bapak hanya mau bicara itu?"
Angga mengangguk.
"Kirain bapak mau bicara apa, iya pak lagian itu urusan bapak mau jalan atau pun makan siang bareng siapa saja" ucap Desi santai
"Jadi kamu tidak marah?" Tanya Angga
Desi menggelengkan kepalanya.
"Lalu kenapa tadi langsung pergi dari Restoran tanpa bicara apapun?" Tanya Angga
"Ya cuma pengen cepat menyelesaikan pekerjaan saja" jawab Desi
Angga menghela nafasnya, bahkan Angga mengusap mukanya dengan kasar.
"Apa ada lagi yang ingin dibicarakan pak?" Tanya Desi
Angga menoleh pada Desi "Tidak" jawab Angga
"Saya mai lanjutkan pekerjaan jadi bapak boleh keluar" ucap Desi
"Kamu usir aku?"
"Bukan mengusir pak, tapi saya mau mengerjakan laporan ini kalo bapak tidak mau laporan ini segera selesai tidak apa-apa bapak bisa diam di sini jadi saya tidak perlu mengerjakan laporan ini" jelas Desi
Angga keluar dari ruangan Desi dan menutup pintu dengan kasar.
"Dasar cowok aneh, nyebelin" ucap Desi, ia memukul-mukul meja karena kesal
__ADS_1
Sedangkan Angga di ruangannya pun juga terlihat kesal karna sikap Desi yang terlihat acuh padanya, bahkan Desi pun tidak menjawab ungkapan perasaan Angga.
"Arrgh" Angga memukul kursi yang ada di depannya