
"Mengaku saja Sel, Angga sudah tahu semuanya berhenti mengejar Angga dia tidak bersalah dan harus bertanggung jawab dengan perbuatan kita" ucap Galih
"Ga, meskipun ini bukan anak kamu tapi aku masih cinta sama kamu Ga, aku mohon jangan meninggalkan aku Ga kita bisa rawat anak ini bareng-bareng dan menjadi keluarga yang bahagia" ucap Sely meneteskan air matanya
"Apa kamu gila Sel?! Ayah dari anak itu ada di hadapan kamu tapi kamu meminta orang lain menjadi ayahnya kamu tidak memikirkan perasaan dia dan kamu juga tidak memikirkan anak itu nantinya, kamu egois memikirkan perasaan kamu sendiri, yang membuat aku pergi itu kamu seharusnya kamu sadar bahwa sesuatu yang sudah kamu buat hancur tidak akan kembali lagi!" Angga tak habis pikir dengan apa yang diucapkan Sely, bisa-bisanya ia memintanya menjadi ayah dari anak yang bukan darah dagingnya sendiri dan lebih parahnya ia mengatakan di depan orang yang telah membuatnya hamil.
"Tapi Ga aku tidak bisa hidup tanpa kamu, aku mohon Ga" Sely memohon kepada Angga agar dirinya bisa bersama lagi
Angga yang sudah muak mendengar Sely yang seperti tak punya akal sehat memilih keluar dari ruangan itu.
"Ga! Kamu mau ke mana Ga?" Teriak Sely
"Kalian urus mereka berdua" ucap Angga pada anak buahnya
"Baik bos" jawab mereka kompak
Setelah mengetahui kebenarannya, Angga ingin menemui Desi Angga akan menjelaskan semuanya dan berharap Desi percaya padanya.
Angga sudah tiba di kantornya, ia sengaja berangkat setelah makan siang karna mengurus Sely tadi.
"Apa kita bisa bicara setelah pulang kantor" ucap Angga
"Memang ada apa pak?" Tanya Desi
"Tentang Sely, aku ingin menunjukkan sesuatu nanti kita bertemu di Restoran depan" ucap Angga
Desi mengangguk paham dengan ucapan Angga.
Tiba waktunya pulang, semua karyawan bersiap untuk pulang.
"Mau pulang bareng Des?" Tawar Sarah
"Aku masih ada urusan Rah kamu duluan saja" ucap Desi
"Oh ya sudah aku duluan ya" Sarah melambaikan tangannya
__ADS_1
Desi pun juga melambaikan tangannya ke arah Sarah.
Desi pergi ke Restoran di mana ia akan bertemu dengan Angga.
"Aku sudah pesankan untukmu agar kamu tidak perlu menunggu lagi" ucap Angga
"Terima kasih Ga"
"Aku ingin menunjukkan rekaman ini" Angga memberikan ponselnya
Desi dengan fokus mendengarkan rekaman itu.
"Jadi-"
"Iya, kamu percaya kan kalo aku tidak mungkin melakukan semua itu" ucap Angga
"Dari awal aku percaya kalo kamu tidak mungkin melakukan perbuatan itu meskipun aku pernah memergoki kalian"
Angga menggaruk kepalanya yang tidak gatal "Jadi kamu mau jadi pacar aku?" Tanya Angga
Desi yang semula mau memasukkan sendoknya ke dalam mulut diurungkan.
"Aku tidak masalah dengan semua masa lalumu, aku yakin keluarga aku bisa menerima kamu. Aku akan meminta mamah untuk pulang ke sini jika kamu memang mau menerima aku" ucap Angga serius
"Apa kamu yakin mamamu akan menerima aku?" Tanya Desi
"Meskipun mamah tidak setuju kita berjuang bersama ya" ucap Angga
Angga menggenggam tangan Desi meyakinkan wanita yang ada dihadapannya itu.
"Apa masalah kamu dengan Sely sudah selesai?" Tanya Desi
"Aku rasa sudah, aku sudah meminta Sely untuk bisa menerima kalau aku bukna ayahnya"
"Apa dia tidak akan mengganggumu lagi? Dan dia tidak akan hadir dalam hubungan kita?"
__ADS_1
"Aku akan lakukan apapun asal kamu tetap berada di sampingku"
"Aku belum menerima kamu, kenapa kamu yakin sekali"
"Bukankah kamu bilang juga memiliki perasaan yang sama denganku"
"Ah em i-iya" jawab Desi malu-malu
"Mari kita lalui semua tantangan yang menghalangi kita walau badai, angin, hujan, petir sekalipun kita akan lalui bersama" ucap Angga
"Ishh apaan sih kayak anak abg saja" omel Desi
"Kita kan masih abg" Angga mengedipkan matanya
"Jangan lupa umurmu sudah hampir kepala empat jadi jangan bertingkah seperti abg"
Angga menghela nafasnya "Iya"
"Ayo kita pulang, aku lupa mengabari bapak kalau aku tidak langsung pulang" ucap Desi
"Aku antar" ucap Angga
"Tidak perlu, aku bisa naik ojek atau taksi" tolak Desi
"Ini hari pertama kita jadian apa aku akan membiarkanmu pulang sendirian? Oh tidak"
"Jadian? Astaga kata itu menggelikan sekali didengar"
Angga tertawa mendengar Desi seperti itu "Apa ada yang salah dengan kata "jadian"?" Tanya Angga
"Aku hanya merasa kembali muda jika kamu bilang kata itu dan geli mendengarnya"
"Tidak apa-apa kita bisa menjadi anak muda"
"Tidak mau, aku tidak mau bertingkah seperti anak muda" tolak Desi
__ADS_1
"Baiklah, ayo kita pulang"
Desi menggangguk, mereka pun keluar dari Restoran dan Angga mengantarkan Desi pulang.