
"Desi, aku tidak tahu apa arti dari semua ini tapi ketika aku bersama kamu, aku merasa nyaman. Aku tidak tahu ini perasaan karna terbiasa atau apa, tapi setelah hubunganku berakhir dengan Sely aku merasa tidak memikirkannya lagi. Kamu mau menjalin hubungan dengan aku?" Angga mengungkapkan perasaannya pada Desi
"Aduuh aku jawab apa nih, mau ditolak bos sendiri, mau diterima malu. Rasanya aku mau kabur dari sini" Desi menggerutu di dalam hatinya
Meski Angga tidak mengungkapkan perasaannya di tempat yang romantis, tapi tetap saja membuat Desi gugup dan mati kata.
"Aku tidak memaksa kamu untuk menjawabnya sekarang" ucap Angga
"Emm" Desi menggaruk kepalanya yang tidak gatal "Aku mau pikir-pikir dulu" ucap Desi
"Hayoo ngapain pakai acara tatap-tatapan segala, jangan-jangan benar kata aku tadi kalo kalian ada hubungan cuma tidak mau kasih tahu sama aku" ucap Sarah yang tiba-tiba datang
"Kamu kok bisa ada di sini sih, tadi diajakin tidak mau sekarang malah tiba-tiba muncul kayak jelangkung saja" omel Desi
"Yee enak saja bilang kayak jelangkung, aku itu nyusulin kalian habisnya kalian lama banget sih, aku hampir jadi santapan nyamuk bisa-bisa kulit aku pada dicium nyamuk karna nunggu kalian" ucap Sarah sambil memanyunkan bibirnya
"Baru juga sebentar di sini dibilang lama" ucap Angga
"Memang kalo orang lagi kasmaran itu dunia terasa cepat, tapi apalah daya aku yang jomblo ini" ucap Sarah sambil memeragakan orang yang sedang bersedih
"Apaan sih lebay" ucap Desi
"Sarah dengar tidak ya, kalo dia dengar bisa gawat pasti bakalan diledikin tiap hari" ucap Desi dalam hati
"Des, kamu kenapa kok bengong" ucap Sarah
"Hah ti-tidak aku tidak apa-apa" jawab Desi gelagapan"
"Ada apa sih, kalian pasti sembunyiin sesuatu" sidik Sarah
"Sudah ayo kembali ke sana nanti bapak nyari" Desi menarik tangan Sarah
Mereka bertiga pun kembali ke tempat awal mereka.
"Dari mana kalian?" Tanya Darto
"Habis lihat-lihat kebun pak" jawab Desi
"Oh, ayo pulang sudah mau sore ini" ajak Darto
"Iya pak" ucap mereka bertiga
Jarak dari kebun ke rumah Desi tidak terlalu jauh sehingga mereka tidak perlu menaiki kendaraan.
"Aku masak dulu ya, ayo Rah temani aku" ajak Desi
"Ayo" Sarah dan Desi masuk ke dalam rumah, sedangkan Angga dan Darto menunggu di depan rumahnya
__ADS_1
Di dapur, Sarah dan Desi memasak sambil bercerita.
"Des" panggil Sarah
"Ya" jawab Desi
"Memang tadi kamu sama pak Angga lagi bicara apa sih, kenapa waktu aku datang kamu kayak kaget begitu" ujar Sarah
Desi melihat keluar memastikan kalo Darto dan Angga masih di depan.
"Kenapa sih" ucap Sarah ketika melihat Desi yang seperti itu
"Kamu tahu-"
"Ya tidak tahulah kan kamu belum kasih tahu"
"Jangan dipotong dulu" omel Desi
"Iya iya maaf"
"Dengerin ya" Sarah mengangguk "Tadi itu sebelum kamu datang pak Angga nembak aku" ucap Desi
"Apa?! Tuh kan benar kalo pak Angga suka sama kamu" ucap Sarah kaget sekaligus antusias
"Kamu sok tahu, siapa tahu dia nembak aku karna memang lagi kesepian karna putus sama Sely, apalagi Sely juga masih ngejar-ngejar jadi ada kemungkinan kalo pak Angga nembaknya tidak tulus" ucap Desi sambil berpikir
"Kalo orang disuruh jangan suudzon eh sendirinya malah suudzon"
"Ya sama saja markonah, sudahlah kita ngobrolnya sambil masak nanti malah diomelin karna masaknya lama" ujar Sarah
Akhirnya Desi dan Sarah memasak untuk dimakan bersama.
Setelah semua makanan sudah masak dan dihidangkan di atas meja makan, Desi dan Sarah ke teras untuk memanggil Darto dan Angga.
"Makanan sudah siap" ujar Sarah
"Ayo masuk, kita makan bareng" ucap Desi
"Ayo nak Angga" ajak Darto
Mereka berempat pun masuk dan duduk di meja makan.
"Jangan malu-malu nak, anggap saja rumah sendiri" ucap Darto
"Iya pak, anggap saja rumah sendiri" ucap Sarah cengengesan
Desi menginjak kaki Sarah "aduuh" keluh Sarah
__ADS_1
"Kenapa Rah?" Tanya Angga
Darto pun menatap Sarah dan menunggu jawabannya.
"Eh tidak pak, cuma kepentok meja sedikit" jawab Sarah
"Jangan macam-macam deh" bisik Desi
"Iya, lagian cuma bilang kayak gitu" ucap Sarah
"Ayo makan" ujar Darto
Angga menyantap makanan dengan lahap begitupun Desi, Sarah dan juga Darto. Makan bersama akan terasa nikmat walau lauknya sederhana.
Setelah selesai menghabiskan makanannya, Angga dan Sarah berpamitan untuk pulang.
"Terima kasih ya, weekend aku lebih ceria hari ini" ucap Sarah
"Makanya cari pasangan biar tidak suram" ledek Desi
"Yeey kamu juga belum ada pasangan" ucap Sarah tak mau kalah
"Kalian ini berantem saja kerjanya, sudah ayo pulang Rah" ucap Angga
"Bapak mau antar saya?" Tanya Sarah antusias
"Ya tidaklah" jawab Angga
Desi tertawa mendengar jawaban Angga.
"Kirain mau diantar, terus ngapain ngajak pulang kalo tidak diantar" omel Sarah
"Rumah kamu kan tidak searah dengan aku, jadi kamu naik ojek saja di depan sana kan ada ojek" ucap Angga
Sarah memanyunkan bibirnya.
Setelah berpamitan Angga dan Sarah langsung pulang.
"Bagaimana serukan?" Tanya Darto
"Iya pak, sudah lama Desi tidak main-main ke kebun apalagi bareng teman jadi lebih asik, ramai" ucap Desi
"Iyalah, main di kebun tidak kalah seru dengan di Mal kan" ucap Darto
"Iih bapak ngeledek ya, lagian siapa yang suka main di Mal"
"Sana ganti baju, terus istirahat pasti capek kan tadi habis keliling kebun"
__ADS_1
"Iya pak, bapak juga"
Desi masuk ke dalam kamarnya untuk bersih-bersih karna seharian ini cukup membuatnya berkeringat.