
"Assalamualaikum" ucap Angga dan Desi
"Waalaikumsalam" jawab Darto dan Anton
"Ada mas Anton ya" ucap Desi
"Iya Des, sekalian lewat tadi mampir dulu" ucap Anton
Anton melirik Angga yang menggenggam tangan Desi, Anton tak suka dan menatap tajam Angga, namun bukan Angga kalau ia tak bisa membuat Anton semakin panas.
"Ayo duduk sayang" ucap Angga
Anton yang mendengarnya tidak suka dan memutar bola matanya melihat kelakuan Angga pada Desi.
"Sudah sayang-sayang saja, bagaimana Ga lancar?" Tanya Darto
"Alhamdulillah pak, aku ingin membawa Desi menemui mamah setelah itu kami menentukan tanggalnya" ucap Angga
"Tanggal?" Ucap Anton terkejut
"Iya mas, tadi Angga sudah melamar aku dan kami akan menikah" ucap Desi
Anton bersikap biasa saja menutupi keterkejutannya dan tersenyum pada Desi dengan mengucapkan selamat.
"Oh selamat ya Des" ucap Angga terpaksa tersenyum
"Iya mas terima kasih" ujar Desi
Merasa kehadirannya sudah tidak diinginkan Anton memilih pamit dan pulang karna sedari tadi pembahasan mereka tentang pernikahan.
Angga tersenyum puas melihat Anton yang pergi.
Setelah pulang dari rumah Desi Anton langsung menuju kontrakannya.
__ADS_1
Anton belum bisa membeli rumah karna uang dari gajinya cukup untuk makan sehari-hari dan juga simpanan takutnya ibunya sakit.
Rumahnya yang dulu sebagai tempat melepas lelahnya kini sudah disita, tentu saja ini semua ulah Resti yang tidak berperasaan menggadaikan rumah itu untuk kesenangannya.
Jika bertanya di mana Resti sekarang, nasibnya tidak beruntung juga. Setelah ia pergi dari rumah Anton memang Resti menemukan laki-laki yang lebih kaya yang bisa membiayai semua kebutuhannya, sampai pada akhirnya sang istri mengetahuinya dan melabrak Resti. Bukan Resti kalo ia takut, karna ini bukan pengalaman pertamanya menjadi orang ketiga dalam rumah tangga seseorang.
Resti tak mendengarkan omongannya dan tetap saja berhubungan dengan lelaki itu, tapi selang beberapa hari pria itu meninggalkan Resti karna lebih memilih istri dan anak-anaknya.
Resti tidak peduli karna ia masih memegang sertifikat rumah Anton, Resti pun menggadaikannya pada bank. Sayang setelah pulang dari bank Resti malah dihadang oleh dua orang yang meminta hartanya, awalnya Resti menolah tapi setelah preman itu menodongnya dengan senjata tajam Resti terpaksa memberikan uangnya. Kini Resti tak punya apa-apa, apalagi sebentar lagi ia harus membayar uang kontrakan.
Setelah orang itu pergi ia sempat menggoreskan senjata tajamnya pada pipi Resti yang membuatnya kini tak bisa lagi mendekati pria kaya karna wajahnya sudah tidak lagi mulus, tak ada yang mau dengannya.
Semua itu dijadikannya pelajaran, ia merasa bersalah karna masa lalunya yang menjadi perusak rumah tangga orang dan sekarang ia menjadi pelayan di sebuah Cafe dengan gaji yang cukup untuk membayar kos dan biaya makan sehari-hari. Resti memilih pindah karna tak bisa membayar uang kontrakan dan mengekos di dekat tempatnya bekerja.
Begitulah kehidupan, siapa yang menyakiti suatu saat nanti akan tersakiti.
Berbeda dengan kehidupan Desi yang saat ini diberikan kebahagiaan meski harus melewati berbagai macam cobaan dalam hidupnya.
Mamahnya selama ini tidak tinggal bersama dengan Angga, Angga lebih memilih tinggal sendiri.
"Mah" sapa Angga
"Angga, sudah berapa tahun kamu tidak menjenguk mamahmu ini" omel Santi
"Aku baru saja menjenguk mamah 2 bulan yang lalu" ucap Angga
"Kamu ini mau jadi anak durhaka, orang tua bukannya dirawat malah ditinggal"
"Pasti setiap aku pulang mamah selalu bahas itu, kalo mamah mau mamah bisa tinggal sama Angga di sana. Jarah dari rumah ke kantor juga dekat jadi aku tidak perlu jauh-jauh pulang ke sini"
"Alasan kamu selalu seperti itu, mamah tidak mungkin meninggalkan rumah ini. Rumah ini banyak kenangan bersama almarhum papahmu rasanya sulit buat pindah dari sini" Santi menunduk menahan rasa rindunya pada mendiang suaminya
"Aku akan sering-sering pulang ke sini mamah tidak perlu khawatir" Angga mencoba menghibur sang mamah
__ADS_1
"Itu harus, mamahmu ini sudah tua jangan ditinggal terus"
"Angga mau bicara sesuatu sama kamu"
"Sudah ku duga, kalo kamu pulang ke sini pasti karna sesuatu mana mungkin kamu pulang karna rindu dengan mamah mu ini"
"Yang pertama itu mah" ucap Angga menunjukkan deretan giginya "Ini yang kedua" imbuhnya
"Ada apa? Apa kamu sudah menemukan wanita? Atau kamu ingin mamah carikan wanita yang cocok?" Tanya Santi
"Aku tidak mau dicarikan wanita memang aku lelaki yang tidak laku sampai harus dicarikan wanita" keluh Angga
"Usia kamu sudah mapan untuk menikah, mamah juga semakin tua jadi segera cari wanita sebelum mamah turun tangan" titah Santi
"Aku ke sini mau bilang itu mah, makanya mamah dengar dulu" ucap Angga
"Iya iya"
"Aku sudah menemukan wanita yang bisa aku jadikan istri dan menantu yang baik tentunya untuk mamah"
"Bagus itu, kapan kamu akan membawanya ke sini?" Potong Santi
"Mamah orang lagi bicara malah dipotong" ucap Angga kesal
"Iya lanjutkan" ucap Santi
"Aku akan segera membawanya kemari, tapi dia seorang janda" pernyataan Angga membuat Santi terkejut
Bagaimana bisa anaknya itu menemukan janda dan memilihnya sebagai calon istrinya.
"Janda?" Ucap Santi syok
"Iya mah, tapi dia baik dan yang pasti dia akan menjadi istri Angga yang bisa membuat aku bahagia, mamah mengenal dulu dengan orangnya jangan berpikir yang aneh-aneh karna dia janda" Angga yang bisa menebak raut wajah Santi yang berubah karna mendengar ucapannya
__ADS_1