Menyesal Setelah Dibuang

Menyesal Setelah Dibuang
70 Arumi


__ADS_3

Hari demi hari dilewati Angga, tak disangka kehamilan Desi sudah memasuki 7 bulan.


"Mas, aku ingin rujak" ucap Desi


"Rujak?"


"Iya mas"


"Tapi ini sudah malam sayang, kalo nanti kamu sakit perut bagaimana?"


"Tidak akan mas, nanti aku tidak bisa tidur kalo kamu tidak dituruti" rengek Desi


Angga menghela nafasnya kasar "Ya sudah" Angga bangkit dan langsung mencari rujak buah yang masih buka


"Itu ada" Angga menghentikan mobilnya di sebuah warung yang menjual rujak buah


Setelah membeli rujak, Angga langsung bergegas pulang.


Jam menunjukkan pukul 11 malam, setibanya di rumah Angga langsung lemas karna Desi sudah pulas tertidur.


Angga melihat kantong plastik yang dibawanya, ia pun menaruh rujak di dalam kulkas karna takut Desi menanyakannya.


Angga langsung kembali ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya di samping Desi.


Keesokan harinya, Desi menggeliat dan ia tersadar kalau semalam ia menyuruh Angga untuk membeli rujak tapi dirinya malah tertidur.


"Mas" ucap Desi ketika menyadari kalau Angga tidak berada di sampingnya


"Ke mana mas Angga?" Desi bangkit dan mencari Angga


"Sudah bangun Des" sapa Santi


"Iya mah, apa mamah melihat mas Angga?"


"Angga baru saja berangkat katanya ada masalah di kantornya dia sengaja tidak membangunkan kamu karna kamu nyenyak sekali katanya"


"Ah iya mah, aku bantu mah" Desi membantu Santi menyiapkan sarapan


"Oh iya Angga bilang rujaknya ada di kulkas, apa kamu ngidam sayang?"

__ADS_1


"Ah iya, tadi malam aku sempat meminta mas Angga membelikan rujak tapi aku malah ketiduran"


"Ya sudah kamu makan nanti ya, biar bibi yang siapkan tapi kamu harus sarapan dulu "


"Iya mah"


Santi meminta Angga untuk tinggal di rumahnya, apalagi sekarang sudah ada Desi yang bisa menemaninya agar tidak kesepian.


Selesai sarapan Desi kembali ke kamarnya untuk mandi. Semenjak Desi hamil, Angga melarang Desi untuk bekerja lagi meski awalnya Desi menolak tapi Angga memberi pengertian dan Desi akhirnya mau berhenti bekerja.


*


Selama Desi hamil, Angga tidak terlalu kerepotan karna memang kehamilan Desi yang pertama tidak terlalu membuatnya sensitif dan tidak ngidam yang aneh-aneh tidak sampai membuat Angga pusing.


Hari ini adalah waktu persalinan Desi, semua orang menunggu di luar kecuali Angga yangmenemani Desi yang sedang berjuang di dalam.


"Aarrrgghh uuuhh uh"


"Sedikit lagi bak" ucap sang dokter


"Ayo sayang kamu pasti bisa" Angga berusaha menyemangati sang istri meski sebenarnya ia tak tega melihat sang istri kesakitan.


"Oweek oweeekk"


Suara tangisan bayi terdengar, Santi dan Darto pun mengucap syukur.


"Alhamdulillah, cucuku sudah lahir" ucap Santi


Dokter keluar dan langsung disambut oleh Santi dan Darto.


"Bagaimana keadaan putri dan cucu saya?" Tanya Darto


"Alhamdulillah semuanya baik-baik saja" jawab dokter


"Apa kami boleh menjenguknya?" Tanya Santi


"Silakan"


Santi dan Darto masuk ke dalam, mereka melihat Angga sedang menggendong bayi perempuan mereka.

__ADS_1


"Cantik sekali, matanya seperti kamu Des dan hidungnya nurun kamu Ga" ucap Santi


"Iya mah, dia sangat cantik" ucap Angga yang masih terus memandangi sang anak


"Apa kalian sudah menyiapkan nama untuknya?" Tanya Darto


"Arumi Salsabila" ucap Angga


"Bagus, sini mamah mau gendong" ucap Santi


Santi dan Darto membawa Arumi ke sofa.


"Apa masih ada yang sakit sayang?" Tanya Angga


"Tidak mas, bapak dan mamah sangat menyayangi Arumi ya mas" Desi menatap Darto dan Santi yang sesekali mengobrol dengan Arumi


"Tentu saja karna Arumi adalah cucu mereka" jawab Angga


Setelah kondisi Desi membaik, ia diperbolehkan pulang.


"Apa kalian akan pindah?" Tanya Santi


Desi menatap Angga meminta bantuan agar menjawabnya


"Kami akan pindah, tapi nanti setelah Arumi sudah agak besar" jawab Angga


"Benarkah?" Tanya Santi gembira


"Tentu saja mah" ucap Desi


"Kalau pak Darto ingin tinggal bersama kami tidak apa-apa, masih banyak kamar dan lagi pak Darto juga tinggal sendiri. Saya pernah merasakan kesepian apalagi hanya punya satu anak, bagaimana pak Darto setidaknya sampai Desi dan Angga masih tinggal bersama di rumah jadi kita bisa mengurus cucu kita" ucap Santi


"Apa boleh bu?" Tanya Darto merasa tak enak, tapi tak dipungkiri Darti juga merasakan kesepian saat Desi menikah dengan Angga meskipun ini bukan yang pertama bagi Darto ditinggal oleh Desi.


"Tentu saja boleh pak"


Mendengar ucapan sang mertua Desi sangat senang karna ia bisa tinggal bersama dengan bapaknya.


Setibanya di rumah Desi langsung membawa Arumi ke dalam kamarnya, begitupun Darto dan juga Santi.

__ADS_1


__ADS_2