
Keesokan harinya
"Halo Sel, bisa kamu menemuiku di suatu tempat" ucap Angga
"Di mana Ga? Kamu kirim alamatnya aku akan ke sana" ucap Sely
Angga mengirim alamatnya, ia sedang menunggu Sely datang ke tempat itu dan akan menyelesaikan semuanya.
"Kenapa kita ketemuannya di tempat ini Ga?" Tanya Sely
"Aku punya kejutan untuk kamu" ucap Angga
Angga berdiri dan masuk ke dalam ruangan, Sely mengikuti Angga di belakangnya.
"Galih" gumam Sely ketika melihat orang yang sedang duduk dan diikat
"Apa kamu mengenalnya?" Tanya Angga
"Ti-tidak Ga, aku tidak mengenalnya bahkan aku tidak pernah bertemu dengannya. Memang dia siapa? Kenapa harus diikat seperti itu?" Cecar Sely
"Apa kamu pemasaran kenapa dia sampai diikat? Dan kamu benar-benar tidak mengenalnya?" Seringai Angga
__ADS_1
"Tentu saja" Sely bergelayut manja di lengan Angga, tapi Angga segera melepaskannya
"Sekarang cepat kalian mengaku!" Angga sudah tidak sabar lagi
"Me-mengaku apa? Kami memang tidak saling kenal" ucap Sely gugup
"Apa perlu aku menunjukkan rekaman ini agar kalian mengaku?"
"Rekaman apa?" Sely berubah menjadi panik namun sebisa mungkin ia mencoba tenang agar Angga tidak curiga padanya
"Siapa ayah dari anak itu?!" Bentak Angga
"Ya kamulah sayang siapa lagi, apa kamu tidak mau mengakuinya" Sely berpura-pura sedih
"Ba-bagaimana bis-sa" Sely kembali memfokuskan dirinya "Eh apa aku tidak mengerti maksud kamu Ga, jangan bicara sembarangan karna kamu tidak ingin bersamaku lalu kamu mencari orang lalu menuduhku melakukan hubungan itu dengan orang lain, kamu jahat Ga tidak mau mengakui anak ini" ucap Sely berpura-pura sedih
"Sudahlah Sel kamu tidak perlu mengelak lagi, hentikan aktingmu itu" ucap Angga
"Aku tidak lagi akting Ga" ucap Sely
Angga yang sudah geram karna Sely tidak mau mengakui, Angga pun menunjukkan video rekaman yang ia dapatkan dari anak buahnya itu.
__ADS_1
Sely yang mendengar semua percakapan Galih yang ada di video itu ternganga dan melotot ke arah Galih. Bagaimana bisa ia melakukan hal bodoh seperti itu.
Galih yang sedang berada dalam video itu mabuk dan meracau pada temannya.
Flashback on
"Kenapa dia lebih memilih Angga, apa kurangnya aku hah! Bahkan aku adalah anak yang dikandung Sely tapi dia dengan bangga mengakui bahwa anak itu adalah anak Angga" ucap Galih yang sudah mabuk berat
"Sudah bro, kamu sudah mabuk berat aku tidak mau direpotkan harus membawamu pulang" ucap temannya
"Hahaha aku mencintainya, aku selalu ada untuknya saat dia membutuhkan tapi kenapa saat aku menyatakan perasaanku dia malah bilang aku gila" racau Galih
Teman Galih yang melihatnya sudah tidak tahan, ia membawa Galih pergi dari tempat itu sebelum ia meminum lebih banyak lagi.
Flashback off
"Itu tidak benar Ga, kamu salah mungkin yang dimaksud bukan aku masih banyak Sely yang lain" elak Sely
"Kamu pikir aku bodoh Sel? Dia bukannya sahabat kamu kan? Meski aku tidak mengenalnya aku pernah bertemu dan melihat kamu pergi bersamanya" ucap Angga
Sely tak bisa berkata-kata, sedangkan Galih yang dari tadi hanya diam kini mulai ikut berbicara.
__ADS_1
"Iya, aku memang ayah dari anak yang dikandung Sely" ucap Galih
"Galih" gumam Sely, Sely terkejut sekaligus marah padanya kenapa dia malah mengakuinya.