Menyesal Setelah Dibuang

Menyesal Setelah Dibuang
39 Angga Murka


__ADS_3

Setelah jam istirahat, Desi dan Sarah sudah di kantin kantor. Angga yang memang sengaja mengikuti mereka langsung bergabung di tengah-tengah mereka.


"Saya ikut gabung ya" ucap Angga


Desi dan Sarah hanya bisa saling tatap karna tak biasanya Angga ingin makan bersama seperti ini.


"Des, kamu tahu toko di depan hotel itu? Di sana ada promo besar-besaran loh, nanti pulang kantor kita ke sana yuk" ucap Sarah


"Toko yang dekat tukang bakso itu ya? Waah ayo ayo sudah lama tidak belanja di sana" ucap Desi antusias


Angga hanya mendengarkan pembicaraan mereka, entah mengapa ia tak menanggapi setiap pembicaraan mereka Angga hanya fokus memakan makanan yang ada di depannya.


Desi dan Sarah merasa heran, karna biasanya bosnya itu akan berbicara meski hanya satu kata tapi ini tidak ada percakapan apapun.


"Em pak" panggil Sarah


"Ya" Angga menoleh ke arah Sarah


"Kenapa tidak makan di Restoran? Biasanya bapak makan siang selalu di Restoran jarang sekali makan di kantin" ucap Sarah


"Mau makan di kantin saja sudah lama tidak makan di sini, bosan kalo makan di Restoran terus" jawab Angga

__ADS_1


"Kalo orang kaya bisa bosan ya makan di Restoran coba saja kalo kita Des pasti enak kalo bisa makan di Restoran terus" Desi menyenggol lengan Sarah, agar sahabatnya itu tidak membahas hal yang aneh-aneh di depan Angga


"Memang kenapa kalo makan di Restoran? Sama saja rasanya, lebih enak makan di rumah dimasakin istri pasti rasanya lebih nikmat" ucap Angga


"Memang pak Angga sudah punya istri?" tanya Desi


Sedari tadi Desi hanya mendengar percakapan Angga dan Sarah, tapi kini ia penasaran dengan apa yang diucapkan Angga.


"Mungkin sebentar lagi" jawab Angga


"Oh pantas saja beberapa hari kemarin tidak masuk pasti sibuk sama persiapannya ya, sampai-sampai calon istri bapak langsung mengirim fotonya pada saya uups" Desi menutup mulutnya karna sudah keceplosan membahas tentang foto yang dikirim oleh Sely


"Foto? Foto apa?" tanya Angga bingung


"Jawab Desi!" ucap Angga tegas


"Kemarin Sely mengirim foto ke saya" jawab Desi menunduk


"Foto apa? kenapa dia kirim ke kamu?"


"Ya foto bapak sama dia, tidak tahu bapak tanya saja sendiri kenapa dikirim ke saya"

__ADS_1


"Mana fotonya saya lihat" pinta Angga


"Masak harus ditunjukin apa bapak tidak merasa?"


"Cepat Desi" pinta Angga


Desi memberikan ponselnya dan menunjukkan foto yang dikirim oleh Sely.


"Sial" umpat angga ketika melihat foto itu


"Kenapa bapak marah? bukannya itu kenyataan" sindir Desi


"Ini tidak benar, pasti foto ini diambil saat aku tidur. Waktu aku tidak masuk, Sely memang ke rumah tapi kami tidak melakukan apa-apa bahkan sudah diusir tapi katanya dia mau bicara lalu saya mengajaknya masuk. Dia mengambil minuman dan dengan bodohnya saya percaya dan langsung meminumnya. Lalu saya bangun dengan keadaan sudah di kamar" jelas Angga


"Jadi maksud bapak Sely menjebak bapak begitu?" ucap Sarah


"Iya, dia menjebak saya dan foto itu pasti diambil ketika saya tidur"


"Kalo begitu bapak harus memberi Sely pelajaran biar kapok" ucap Sarah geram


"Kamu malah jadi kompor sih" omel Desi

__ADS_1


"Bukan kompor Des, tapi membela kebenaran. Kalo pak Angga cuma diam saja pasti si Sely akan melakukan hal yang lebih tapi kalo pak Angga melawan pasti si Sely tidak akan berani" ucap Sarah panjang lebar


__ADS_2