
"Lihat Des, pak Angga sampai tidak berkedip lihat kamu" bisik Sarah
Desi hanya tersenyum menanggapi ucapan teman sekantor sekaligus sahabatnya itu.
Desi menghampiri Angga dan mencium tangannya.
"Kamu cantik sekali sayang" ucap Angga
"Kamu bisa saja mas" Desi tersipu
Setelah akad nikah, acara dilanjutkan dengan resepsi. Mereka sengaja membuat acara menjadi satu hari agar tidak perlu mempersiapkan acara lagi.
Para tamu undangan mengucapkan selamat pada Desi dan Angga, Anton yang terlihat hadir tampak mulai ikhlas menerima semuanya. Memang semua itu salahnya karna telah menyia-nyiakan Desi dan lebih memilih Resti.
"Selamat ya Des, Ga" ucap Anton
"Terima kasih mas" ucap Desi
"Aku juga ingin meminta maaf masalah waktu itu, mungkin ini balasan untuk aku dan sekarang aku harus melihat kamu bersama orang lain"
"He'em"
Anton melirik Angga yang merasa tidak nyaman karna kehadirannya.
"Sekali lagi maaf, semoga setelah ini kamu bahagia ya Des" ucap Anton tulus
"Pasti aku akan membuat Desi bahagia dan menjadikannya wanita satu-satunya" ucap Angga penuh penekanan
Anton turun dan langsung pergi dari acara tersebut cukup melihat Desi bahagia hari ini, ia tak mau penyesalan yang dirasakannya semakin dalam.
"Selamat ya Des, akhirnya sekarang bos ada pawangnya jadi tidak akan marah-marah lagi" ucap Sarah
"Kamu bisa saja Rah" cau Desi
"Kata siapa aku tidak akan marah, kalo kerja gosip terus akan tetap aku marahi" ucap Angga
"Kamu harus bisa menjinakkan dia" bisik Sarah
"Tenang saja" ucap Desi
Angga menatap Sarah dan Desi bergantian karna mereka sudah berbicara tanpa memberi tahu Angga .
"Kalian pasti lagi ngimongin aku kan" ucap Angga
"Ye pak Angga gr aku lagi ngomongin sesuatu sama Desi" elak Sarah
setelah mengucapkan selamat, Sarah turun dan bergantian dengan tamu yang lain.
*
__ADS_1
"Akhirnya acaranya selesai juga ya" ucap Angga
"Iya mas, aku juga capek banget tapi aku senang" ucap Desi
"Aku juga senang sayang, sekarang aku mau mandi dulu" ucap Angga
"Aku juga ingin mandi, tapi"
"Tapi apa?"
"Aku tidak bisa membuka resleting gaunnya" ucap Desi malu-malu
"Kenapa tidak bilang dari tadi, sini aku bantu" Angga mendekati Desi hendak membuka resleting
"Tunggu, kamu tutup mata"
Angga mengernyitkan keningnya "Kenapa harus tutup mata?"
"Aku malu" ucap Desi pelan
Angga tertawa mendengarnya "Ya sudah aku tutup mata" Angga membuka resleting gaun Desi
"Sudah, aku mau mandi dulu ya atau kita mandi bareng" ajak Angga
"Tidak, kamu saja duluan"
"Ya sudah" Angga masuk ke dalam kamar mandi
Angga menunggu Desi di atas ranjang.
Kreek
Pintu kamar mandi terbuka, Desi keluar dari kamar mandi.
"Kenapa belum tidur?" Tanya Desi
"Tentu saja mau menunggu kamu" Angga mengedipkan matanya
Desi yang melihat itu menelan ludahnya dengan susah payah.
"A-ayo kita tidur" Desi membaringkan tubuhnya di sebelah Angga
"Apa kamu mau melewatkan malam ini sayang" bisik Angga
Angga membalikkan tubuh Desi agar menghadap padanya, perlahan Angga mendekati Desi.
Terjadilah malam yang panjang bagi Angga dan Desi.
Keesokan harinya, Desi terbangun dan menggeliat. Angga yang merasakan gerakan Desi pun terbangun juga.
__ADS_1
"Selamat pagi istriku"
Ucap Angga
Cup
"Mas"
"Semangat pagi biar nambah stamina" ucap Angga
"Kamu akan bekerja?" Tanya Desi
"Iya, kenapa? Apa kamu masih kurang" Angga menaik turunkan alisnya
"Iih mas, sejak kapan kamu kayak gini ternyata kamu orangnya mesum ya"
"Aku mesum cuma sama istri aku"
"Awas saja kalau sampai dengan yang lain" ancam Desi
"Tentu saja tidak akan sayang"
Angga memeluk Desi.
"Aku boleh ikut ke kantor?" Tanya Desi
"Kamu mau kerja?"
Desi mengangguk
"Kamu tidak perlu bekerja lagi, aku akan meminta Sarah untuk mencari pengganti kamu.
"Tapi aku pasti akan sangat bosan kalau hanya diam di rumah"
"Kalau kamu capek bagaimana?"
"Selama ini kan aku juga kerja mas, jadi tidak akan capek lagian biasanya juga tidak akan galak kayak dulu lagi"
"Apa dulu aku galak"
"Hemm" Desi pura-pura berpikir "Sudah mandi sana, katanya mau ke kantor nanti telat"
"Aku kan bosnya jadi tidak masalah kalau telat"
"Karna kamu bos harus bisa memberi contoh yang baik sama karyawannya"
"Iya iya, aku mandi tapi bareng kamu ya" Angga menggendong Desi membawanya ke kamar mandi
"Mas, aku yakin kamu tidak akan hanya mandi" Desi memanyunkan bibirnya
__ADS_1
*