
Sementara itu di kantor, Desi dan Sarah menunggu kedatangan Angga. Mereka khawatir Angga tidak datang dan terlambat dalam meeting penting kali ini.
"Des, kamu sudah hubungi pak Angga?" Tanya Sarah
"Sudah, katanya sudah di jalan" jawab Desi
"Kita tunggu di tempat Meeting saja mempersiapkan semuanya" ajak Sarah
"Ayo" Desi dan Sarah keluar dari ruangan Desi dan menunggu semuanya berkumpul di tempat meeting.
Sekitar sepuluh menit, Angga sudah sampai di kantor. Ia segera memasuki ruang meeting, beruntung dirinya tidak telat.
"Maaf saya terlambat" ucap Angga dengan nafas memburu
"Bapak dari mana saja sih" omel Sarah
"Sudah tak ada waktu untuk berdebat, sebentar lagi klien akan datang lebih baik kita duduk" ucap Desi
Setelah semua materi disampaikan oleh Angga dan juga Desi, meeting pun selesai dan berjalan dengan lancar.
"Untung semuanya berjalan lancar" ucap Sarah
"Iya alhamdulillah ya" Desi mengembangkan senyumnya
"Maaf ya tadi saya hampir saja telat" ucap Angga
"Iya tap-"
"Iya tidak apa-apa pak yang penting semuanya berjalan lancar" ucap Desi memotong ucapan Sarah
"Kalau begitu saya harus pergi ada urusan, kamu tolong hendle semuanya dulu ya Des" ucap Angga
"Memangnya bapak mau ke mana?" Tanya Desi
"Ada urusan sebentar" jawab Angga
__ADS_1
Setelah menjawab pertanyaan Desi, Angga langsung pergi.
"Mau ke mana sih pak Angga kayak sibuk banget" ucap Sarah
"Tidak tahu mungkin urusan keluarga kali" jawab Desi asal
Ting
Ada pesan masuk di ponsel Desi, ia segera mengambil dan mengecek siapa yang mengiriminya pesan.
Setelah membaca pesan, mimik muka Desi berubah menjadi tegang dan terkejut.
"Siapa Des, kenapa muka kamu berubah begitu" ucap Sarah
Desi tidak menjawab, ia hanya memberikan ponselnya pada Sarah. Setelah membaca pesan itu Sarah juga kaget dan menutup mulutnya.
"Jadi pak Angga tadi telat dan pergi buru-buru untuk masalah ini" ucap Sarah
*
"Lalu aku harus bagaimana? Meminta kamu yang bertanggung jawab? Aku tidak yakin kamu bisa menanggung biaya hidup kami meskipun aku punya perusahaan tetap saja kamu itu seorang laki-laki yang mempunyai tanggung jawab. Kalau Angga, dia bisa menjamin semuanya" ucap perempuan dengan rambut terurainya
"Tapi itu anak aku Sel" ucapnya tidak terima
Ya perempuan itu adalah Sely yang sedang berdebat dengan kekasihnya.
Sebenarnya anak yang dikandung Sely bukanlah anak Angga, Sely mengarang cerita agar ia bisa kembali bersama lagi dengannya.
"Apa susahnya sih berbohong kamu tinggal tutup mulut nanti kalo aku sudah jadi istrinya Angga aku akan kasih kamu uang" ucap Sely santai
"Terserah kamu saja, tapi kalo ada apa-apa jangan libatkan aku" ucap Galih
Galih adalah selingkuhan Sely sewaktu bersama Angga, yang dilihat Desi dulu sewaktu mereka bertemu di hotel adalah Galih. Galih adalah sahabat Sely, sudah lama ia menyukai Sely namun sayangnya Sely lebih dulu pacaran dengan Angga sebelum Galih menyatakan perasaannya.
Mereka menjalin hubungan akhir-akhir ini karna Angga yang sangat sibuk membuat Sely ingin diperhatikan, Galih adalah orang yang selalu ada untuk Sely.
__ADS_1
"Aku pergi dulu" Galih berdiri dan meninggalkan Sely
Sely memang matre, tapi ia bukanlah wanita yang suka mencari harta ke sana sini. Ia mempunya perusahaan yang dulunya milik ayahnya, namun ayahnya meminta Sely untuk mengelolanya karna usianya yang tidak muda lagi, tapi kadang-kadang ia mengecek keadaan kantor meski sudah ada Sely tapi tak sepenuhnya ia memasrahkan, kalau Sely sudah ahli dalam berbisnis barulah ayah Sely akan menyerahkan sepenuhnya menyerahkan perusahaan itu.
"Bagaimanapun caranya Angga harus bisa aku dapatkan kembali" ucap Sely
*
"Apa kamu tahu sesuatu tentang bos kamu mas?" Tanya Desi
"Tidak, memangnya ada apa Des? Kenapa wajah kamu berubah serius begitu? Apa bos aku menyakiti kamu?" Pertanyaan yang keluar dari mulut Anton beruntun
Anton memang sedang berkunjung ke rumah Desi setelah pulang kantor dan kebetulan Desi juga sudah pulang, jadi mereka mengobrol karna Darto belum balik dari kebun.
"Tidak, hanya saja aku pernah bertemu dengannya badannya agak gemukan dan perutnya juga tambah besar" ucap Desi
"Oh ya, aku kurang memperhatikannya karna kami memang jarang bertemu kecuali saat ada pekerjaan" ujar Anton
"Aku kira kamu tahu mas" ucap Desi sendu
"Memang kenapa Des? Sepertinya kamu penasaran banget ya, apa ada hubungannya sama kamu?" Tanya Anton
"Ah tidak mas, hanya bertanya saja aku kira kamu tahu" ucap Desi
"Aku pamit dulu ya Des, sudah kemalaman bisa-bisa ibu khawatir karna aku tidak bilang kalo mau ke sini"
"Iya mas, sampaikan salam aku sama ibu ya"
"Iya nanti aku akan sampaikan, aku pamit ya Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Setelah kepergian Anton, Desi masuk ke kamarnya dan Darto juga sudah kembali dari kebun.
Haloo semua, jangan lupa tinggalkan jejak ya🥰🥰
__ADS_1