
Ketika pekerjaan sudah selesai, para karyawan juga hendak pulang. Angga menunggu Desi di depan ruangannya.
Desi membuka pintu dan terkejut dengan keberadaan Angga di depannya.
"Bapak bikin kaget saja" ucap Desi
"Sudah bukan jam kantor lagi" ingat Angga
"Ada apa?" Tanya Desi
"Aku antar pulang ya, sekalian ketemu bapak sudah lama tidak ke sana"
Desi mengangguk pertanda iya.
Setelah itu Desi dan Angga berjalan keluar kantor. Namun mereka tidak beruntung, Sely sudah berdiri di depan mereka.
"Angga, kenapa kamu susah sekali dihubungi akhir-akhir ini?!" Sely terlihat marah pada Angga, ia juga menatap Desi dengan tatapan sinis.
"Aku lagi sibuk" jawab Angga singkat
"Terus kenapa kamu bareng sama dia atau kamu memnag benar-benar mau aku muncul di media ya?!" Ujar Sely
Angga menghela nafasnya kasar "Dia sekretaris aku, jadi wajar kalo aku sering sama Desi" ucap Angga
"Temani aku jalan-jalan, aku bosan" Sely menggandeng tangan Angga
Angga menatap Desi seolah minta persetujuan darinya.
Desi pun menggangguk menjawab tatapan Angga.
"Ya sudah" mau tak mau Angga mengiyakan permintaan Sely
"Ayo" ucap Sely girang
"Kamu jalan duluan ke mobil, aku mau bicara dulu sama Desi" ucap Anga
"Tapi-"
"Kalo tidak mau kita tidak usah jalan" ancam Angga
__ADS_1
Sely berjalan sambil menghentakkan kakinya.
"Secepatnya aku akan mendapatkan bukti, kamu pulang sendiri tidak apa-apa kan?" Tanya Angga
"Iya tidak apa-apa Ga, lagian aku sudah biasa pulang sendiri" ucap Desi
"Ya sudah kalau begitu, kamu hati-hati ya" ucap Angga
"Iya" ucap Desi memberikan senyum termanisnya
Angga menyusul Sely ke mobilnya dan mereka berdua pergi meninggalkan Desi yang sebenarnya sangat tidak rela jika Angga pergi dengan Sely, apalagi Sely yang terlihat seperti orang hamil, bukan terlihat tapi dia memang hamil Desi takut jika orang-orang akan mengira yang tidak-tidak.
"Kita mau ke mana?" Tanya Angga
"Kita shopping ya sudah lama aku tidak shopping" jawab Sely
Tanpa menjawab ucapan Sely, Angga langsung melajukan mobilnya ke arah Mal.
Setibanya di Mal, mata Sely langsung berbinar ia melihat pakaian dan juga tas-tas branded yang ia inginkan apalagi dirinya sedang bersama Angga pasti Angga akan membayar semua belanjaannya.
Sely mengambil beberapa pakaian dan tas, tak lupa ia mengambil sandal yang cocok di kakinya. Angga yang sibuk dengan ponselnya hanya melirik sesekali saja pada Sely, tiba-tiba ponsel Angga berbunyi.
"____"
"Aku akan segera ke sana" Angga mematikan sambungan teleponnya
Angga langsung berjalan keluar, Sely yang melihat Angga langsung berlari mengejar dan menahannya.
"Kamu mau ke mana Ga?" Tanya Sely
"Kamu belanja sendiri aku ada urusan" ucap Angga
Angga tak menghiraukan panggilan Sely dan terus berjalan.
"Arggh sial, kenapa jadi begini sih" Sely yang geram dengan sikap Angga langsung hendak pergi, tapi ditahan oleh pegawai.
"Maaf kak, silakan bayar terlebih dahulu" ucapnya
Sely yang sadar kalau dirinya masih memegang beberapa baju dan tas langsung mendengus kesal, mau tak mau ia membayar semuanya dengan uangnya. Niatnya untuk memoroti Angga gagal karna Angga pergi begitu saja.
__ADS_1
*
"Di mana orangnya?" Tanya Angga
"Ada di dalam bos, kami sudah mengikatnya" ucap anak buah Angga
Angga langsung masuk dan menemui orang itu.
"Kamu!" Ucap pria itu
"Apa kamu mengenal aku?" Tanya Angga
"Tidak" elaknya
"Lalu kenapa kamu terkejut melihat aku?" Tanya Angga
"Aku hanya bingung kenapa aku dibawa ke sini, aku saja tidak mengenalmu" ucapnya
"Apa kamu yakin tidak tahu apa kesalahanmu? Aku rasa kamu sudah tahu dari raut wajah kamu yang terlihat panik dan takut" ucap Angga
"Lepaskan aku!" Bentak pria itu
"Kamu mengenal Sely? Bukan-bukan, apa kamu tahu Sely mengandung anak siapa?" Ucap Angga menegang
"Aku tidak tahu, bahkan aku baru tahu kalau dia hamil" ucapnya membuang muka
"Kalau kamu tidak mau jujur, kamu akan tetap di sini" ucap Angga yang mulai terpancing emosi
"Lepaskan aku! Aku tidak tahu apa-apa kenapa kamu tidak tanya sendiri pada Sely, siapa ayah dari bayi yang dikandungnya aku tidak tahu apa-apa dan jangan libatkan aku dalam urusan kalian" teriaknya
"Kamu yakin tidak tahu apa-apa?" Angga menyeringai
"Untuk apa aku tahu, tidak penting bagiku" jawabnya sinis
"Apa kamu yakin tidak penting? Kalo Sely benar-benar pergi dan tidak mau melihat kamu lagi apa itu tidak penting?" Tanya Angga
"Aku tidak peduli"
"Baiklah jika itu mau kamu" Angga keluar dari ruangan itu "Jaga dia jangan sampai dia kabur, aku akan kembali lagi besok" ucap Angga pada anak buahnya
__ADS_1
Mereka mengangguk pertanda mengerti.