Menyesal Setelah Dibuang

Menyesal Setelah Dibuang
29 Definisi Cewek Selalu Benar


__ADS_3

"Taruh berkasnya dan kamu keluar" ucap Angga


Setelah menaruh berkas di atas meja milik Angga, Sarah langsung keluar dari ruangan Angga.


"Ini semua gara-gara bapak, seandainya bapak tadi tidak dekat-dekat dengan saya pasti Sarah tidak akan berpikir yang aneh-aneh" omel Desi


"Loh kok jadi saya yang salah, seharusnya yang marah saya kenapa kamu mendorong saya, kalo pinggang saya retak kamu mau tanggung jawab" ucap Angga tak mau kalah


"Ya pokoknya ini salah bapak kalo Sarah sampai cerita sama anak-anak kantor bisa gawat" Desi berdiri dan berlari ke luar untuk mencari keberadaan Sarah


"Definisi cewek selalu benar" ucap Angga setelah melihat Desi pergi begitu saja


*


"Sarah" panggil Desi "Ikut ke ruangan aku" Desi menarik tangan Sarah


"Duh pelan-pelan kali entar tangan aku putus" omel Sarah


Kreek


Pintu ruangan Desi terbuka dan mereka berdua masuk.


"Duduk" ucap Desi


"Sudah kayak mau disidang saja" gerutu Sarah


"Kamu tidak cerita tentang kejadian tadi sama anak-anak kantor kan?" Desi memasang wajah serius dan menatap Sarah dengan sorot mata yang mencari jawaban


"Ya elah Des, kamu kayak sama siapa saja meskipun mulut aku lemes aku tidak akan menceritakan adegan tadi sama anak-anak kantor lah" ucap Sarah santai


"Bagus, dan asal kamu tahu tadi itu bukan adegan tadi itu hanya salah paham" jelas Desi


"Salah paham bagaimana, orang aku lihat kalian hampir saja emms" Desi segera menutup mulut Sarah


"Sstt nanti ada yang dengar" ucap Desi


"Iya iya, kamu ada hubungan apa sama si bos, waktu itu saja bilang tidak mau karna galak inilah itulah"


"Aku tidak ada hubungan apa-apa, tadi itu kami hanya saling tatap bukan seperti yang kamu pikirkan, otak kamu saja yang kotor mikirnya tidak bisa positif" Desi menoyor kepala Sarah


"Aduh kamu kalo lagi ceramah kebiasaan suka toyor kepala orang kalo aku amnesia bagaimana terus lupa sama kamu, kamu juga yang susah tidak punya teman seperti aku yang cantik, imut, baik hati, rajin menabung dan tidak sombong ini"


"Huek, enek tahu dengar kamu bicara seperti itu, intinya aku sama bos itu tidak ada hubungan apa-apa dan kamu jangan berpikir yang macam-macam awas saja kalo semua ini sampai bocor, kamu adalah orang pertama yang akan aku hajar" ancam Desi


"Seram banget sih, iya iya lagian buat aku kasih tahu sama yang lain tidak ada gunanya mending buat senjata kamu saja" Sarah menaik turunkan alisnya


"Senjata apaan, awas kalo kamu macam-macam" Desi menatap tajam Sarah


"Santai bu, kalo buat senjata biar bisa makan gratis tidak masalah kan" Sarah mengedipkan matanya


"Kamu itu makan terus"

__ADS_1


"Makan itu kewajiban kalo tidak makan bisa mati, nanti istirahat traktir ya" Sarah menunjukkan deretan giginya


"Iya iya, sudah sana pergi dari ruangan aku" usir Desi


"Yee giliran sudah saja diusir" omel Sarah sambil berjalan ke luar


Braak


Angga yang sedang berada di depan pintu ruangan Desi hampir terjatuh karna Sarah yang membuka pintu.


"Pak Angga" ucap Sarah


Sarah melirik ke arah Desi dengan tatapan bingung, sedangkan Desi juga tidak tahu mengapa Angga bisa ada di depan pintu.


Angga merapikan jasnya dan bersikap seperti tidak ada apa-apa.


"Pak Angga ngapain di sini?" tanya Sarah


"Em itu saya mau itu, saya mau tanya jadwal meeting saya" ucap Angga gugup namun bersikap biasa saja agar Desi dan Sarah tidak curiga.


"Aku ke ruangan dulu ya Des, mari pak" ucap Sarah


Kini hanya ada Angga dan Desi, entah kenapa suasana menjadi canggung padahal biasanya Desi tidak pernah merasakan seperti ini.


"Hari ini tidak ada jadwal meeting pak,jadi bapak free kalau pak Angga mau keluar tidak apa-apa saya bisa menghandle pekerjaan bapak" ucap Desi memecah keheningan


"Oh ya sudah" Angga keluar dari ruangan Desi


"Aneh banget sih, langsung keluar begitu saja" ucap Desi


*


"Halo besti" ucap Sarah


"Sudah ke sini saja" ucap Desi


"Iya dong, kan makan gratis" Ucap Sarah cengengesan


"Desi temani saya mak-" ucap Angga yang baru membuka pintu


"Kenapa pak?" tanya Sarah "Jangan bilang bapak ke sini juga mau ajak Desi makan siang, jangan begitulah pak nanti saya gagal makan gratisnya" keluh Sarah


"Saya, saya mau ajak kalian makan siang bareng" ucap Angga ragu


"Kalian? Maksudnya aku sama Desi?" Tanya Sarah


"Ya iya memang ada lagi" ujar Angga


"Nah kalo begini aku suka, jadi sekarang makan gratis ditraktir pak Angga dan besok ditraktir kamu" ucap Sarah sumringah "Jangan pura-pura lupa ya" bisik Sarah


"Kamu bikin malu tahu" bisik Desi

__ADS_1


"Kapan lagi morotin si bos" ucap Sarah berbisik


"Kalo cuma mau bisik-bisikan lebih baik saya makan siang sendiri" ucap Angga


"Eh jangan pak, ayo kita berangkat" Sarah menarik tangan Desi


Angga, Desi dan Sarah pergi ke sebuah Restoran yang dekat dengan kantornya.


"Kita boleh pesan apa saja kan pak?" tanya Sarah tanpa malu


"Sarah, jangan bikin malu deh" omel Desi berbisik


"Tidak usah malu Des, kamu sih enak diajak makan terus sama pak Angga lah aku ini baru pertama kali jadi jangan menyiakan-nyiakan kesempatan emas" ucap Sarah


"Kalian boleh pesan apa saja" ucap Angga


Setelah memanggil pelayan Restoran, Sarah, Desi dan Angga memesan menu yang ada di buku.


Setelah menghabiskan makanan yang dipesannya, Angga membayarnya.


"Alhamdulillah kenyang" ucap Sarah


"Memang tidak tahu malu ya, kalo pak Angga dengar bagaimana" bisik Desi


"Ya tidak apa-apa, aku memang kenyang kok ternyata benar ya makanan gratis itu memang nikmat pakai banget" ucap Sarah mengelus perutnya


"Sudah semua? Ayo balik" ajak Angga


"Ayo pak" ucap Desi dan Sarah bersamaan


Sesampainya di kantor, Angga langsung masuk ke ruangannya begitu pun Desi dan Sarah mereka kembali bekerja dengan pekerjaannya masing-masing.


*


Pulang dari kantor Desi berniat untuk menunggu taksi di depan kantor tempat biasa ia menunggu taksi bersama teman-teman yang lain.


Tin


"Desi" ucap Anton


"Mas Anton? Kok bisa ada di sini?" Tanya Desi


"Iya tadi ada perlu terus lihat kayak kamu ya sudah aku ke sini. Mau pulang bareng?" tawar Anton


Tin tin tin


Bunyi klakson mobil membuat orang yang ada di sana kaget.


"Ayo naik" ucap Angga


"Tapi pak saya lagi nunggu taksi" jawab Desi

__ADS_1


"Ini perintah" ucap Angga


"Eh aku dulu yang ajak Desi pulang bareng, kamu malah nerobos tidak bisa" bentak Anton


__ADS_2