Menyesal Setelah Dibuang

Menyesal Setelah Dibuang
23 Menyampaikan


__ADS_3

“Terserah kamu yang penting aku sudah bilang sama kamu, aku tidak mau nantinya malah membuat dia salah paham kalo kamu terus mengejar-ngejar aku”


“Aku tidak akan membiarkan siapa pun mendapatkan kamu, hanya aku yang pantas untuk kamu dan hanya aku yang boleh ada di samping kamu” ucap Sely penuh penekanan


“Memang kamu siapa merasa pantas bersanding dengan aku? Ingat ya kita sudah putus dan kamu jangan pernah dekat-dekat lagi dengan aku, kalo kamu masih dekat-dekat dengan aku, aku tidak akan segan-segan membuat kamu menyesal” ancam Angga


“Aku tidak takut dengan ancaman kamu Ga, aku tahu kamu masih cinta sama aku. Kamu belum bisa melupakan aku, aku akan mempertahankan kamu tidak ada yang bisa menghalangi aku untuk mendapatkan kamu” ucap Sely


“Bicara sama kamu hanya buang-buang waktu saja” Angga berdiri dan hendak melangkah tapi Sely mengejar dan menggandeng tangannya


“Angga tunggu” panggil Sely


“Lepas tangan kamu” ucap Angga


“Tidak mau, kamu harus kembali dengan aku Ga aku tidak bisa hidup tanpa kamu” Sely menyandarkan kepalanya pada pundak Angga


“Lepas Sely!” bentak Angga


Sely yang tidak pernah melihat Angga semarah itu langsung melepaskan tangannya, setelah Sely melepaskan tangannya Angga pergi keluar dari Cafe.


“Aku tidak akan membiarkan siapa pun mendapatkan kamu Angga, kamu hanya milik aku seorang” ucap Sely menatap kepergian Angga


Sepulangnya Angga dari Cafe membuat dirinya kacau, memang tidak mudah melupakan seseorang yang sudah berada di sampingnya selama ini. Sudah bertahun-tahun Angga menjalin hubungan dengan Sely namun Angga baru menyadari kalau mantan kekasihnya itu sudah menduakan dirinya.


*


Desi yang baru pulang dari kantor mampir ke sebuah Restoran bersama Sarah, meski Desi baru mengenal Sarah tapi keduanya terlihat sangat dekat.


“Kamu mau pesan apa?” tanya Sarah


“Aku mau pesan ini sama minumnya lemon tea saja” Desi menunjukkan makanan di buku menunya


“Ya sudah samakan saja bak” ucap Sarah pada pelayan Restoran


“Baik, ditunggu kak” ucapnya berlalu

__ADS_1


“Eh kok itu mirip istrinya mantan suami aku ya” ucap Desi fokus pada perempuan yang sedang makan dengan pria “Tapi yang pria bukan mas Anton” imbuh Desi


“Yang mana?” Sarah meluruskan pandangannya pada perempuan yang sedang dilihat oleh Desi


“Itu yang pakai baju biru” ujar Desi


Sarah melihat perempuan yang ditunjuk Desi.


“Jadi itu yang merebut suami kamu? Cantikan juga kamu dia cuma menang body saja terus pakai baju seksi” ucap Sarah


“Siapa yang sedang dengan Resti ya?” tanya Desi


“Ngapain sih kamu peduli, biarkan saja mau dia sama pria lain, mungkin itu karma buat mantan suami kamu karna sudah menduakan kamu, ingat siapa pun yang menyakiti akan tersakiti” ucap Sarah bijak


“Adu du duh, ini kok bijak banget sih kejedot di mana” ledek Desi


“Enak saja, aku itu jarang mengeluarkan kata-kata bijak bukan berarti tidak bisa hanya saja aku tidak mau mengumbar pada orang-orang yang tidak tepat” ujar Sarah


“Berarti aku orang yang tepat begitu”


“Ya begitulah”


Desi yang sedang fokus makan tidak memperhatikan sekitar, Resti yang melihat Desi sedang makan memiliki rencana.


Resti berjalan mendekati Desi membawa minuman.


“Aduh maaf aku tidak sengaja” Resti pura-pura tersandung dan menumpahkan minuman ke baju Desi


“Kamu tidak lihat ya” omel Sarah


“Aku kan tidak sengaja kenapa kamu nyolot begitu” ucap Resti tak terima


“Halah bilang saja kamu memang sengaja mau tumpahi minuman ke bajunya Desi” ucap Sarah


“Kamu siapa sih ikut campur saja padahal dia biasa saja kamu malah marah-marah” Resti memutar bola matanya malas

__ADS_1


“Sudah-sudah tidak apa-apa Rah, kita pulang saja yuk” ajak Desi


Desi mengalah bukan karena takut, ia merasa risih diperhatikan banyak orang di Restoran.


“Tapi dia sengaja tumpahi minuman ke baju kamu” ucap Sarah tak terima


“Malu dilihat orang, kita pulang saja yuk” bisik Desi


Desi dan Sarah berdiri meninggalkan Resti yang masih berada di sana.


“Eh kok pergi sih” ucap Resti melihat Desi dan Sarah pergi dari Restoran “Huh” Resti kembali duduk ke tempatnya.


*


Di perjalanan ke rumahnya Desi bertemu Anton, entah hari ini dia akan menganggap sial atau apa yang pasti kejadian dengan Resti tak pernah diduganya dan ia harus bertemu dengan Anton dalam kondisi seperti ini, bukan Desi malas bertemu dengan Anton, ia hanya tidak mau kalau Anton membahas masalah rumah tangganya dan berharap kembali lagi dengannya.


“Desi, kenapa baju kamu kotor seperti ini?” tanya Anton


“Tadi Resti yang siram aku katanya tidak sengaja karna kesandung” jawab Desi


“Kok bisa Resti siram kamu, apa kamu berantem sampai kamu disiram?”


“Tidak mas, aku juga tidak tahu aku cuma lagi makan sama teman aku, aku tidak mengganggu dia. Oh iya mas, bukannya aku mau ikut campur urusan rumah tangga kamu, tadi aku lihat dia sama pria lain aku kira itu kamu tapi bukan”


“Aku sudah tahu tadi pagi aku sudah melabraknya tapi dia memilih pria itu daripada aku, saat aku sedang kesulitan dia pergi dengan pria lain yang lebih kaya dari aku” ucap Anton lirih


“Sabar ya mas” hanya kata itu yang keluar dari mulut Desi, ia tak tahu harus bagaimana, mungkin benar kata Sarah dan bapaknya bahwa ini semua karma bagi Anton karna sudah menyia-nyiakan dirinya dulu


“Aku menyesal mengapa dulu sampai tergoda dengan dia, kalau tahu dia hanya menginginkan harta aku pasti aku tidak akan menikahinya dan sampai menceraikan kamu”


“Sudahlah mas, semua sudah berlalu jadikan semuanya pelajaran ambil hikmahnya sekarang kamu bisa fokus memperbaiki diri kamu agar nanti bisa mendapatkan yang lebih baik lagi”


“Iya kamu benar aku sedang memperbaiki diri aku, seandainya nanti aku sudah kembali bangkit dan menjadi lebih baik apakah kamu mau kembali dengan aku Desi?” Anton menatap Desi lekat


“Maaf mas, aku sudah pernah membahas ini dengan kamu, aku harap kamu mengerti keputusan aku. Aku juga sedang memperbaiki diri aku sendiri, semoga kita bisa mendapatkan yang lebih baik nantinya”

__ADS_1


“Apa perasaan di hati kamu sudah hilang sehingga kamu menutup pintu rapat-rapat dan tidak mau kembali dengan aku, aku janji tidak akan mengulangi semuanya lagi Des”


“Tidak mudah untuk memulai lagi mas, apalagi kamu pernah membuat aku kecewa”


__ADS_2