
"Ke mana pak Angga sudah siang seperti ini tidak datang juga, tidak ada kabar juga" ucap Desi yang menunggu Angga dari tadi
Desi kembali ke ruangannya dan kembali bekerja.
Tiba-tiba ponsel Desi berdering.
"Halo pak" ucap Desi
"Hari ini aku tidak ke kantor tolong handle semua pekerjaan dan meeting ya" ucap Angga
"Memang kenapa bapak tidak ke kantor?" tanya Desi
"Ada masalah di rumah, sudah dulu ya"
Tut tut tut
Sambungan telepon terputus.
"Main matiin telepon, memang masalah apa sampai tidak masuk kantor apa sebesar itu masalahnya" gerutu Desi
"Besti" ucap Sarah yang baru saja masuk "Kenapa mukanya layu kayak tanaman belum di siram satu tahun" ucap Sarah
"Siapa yang tidak kesal masak pak Angga tidak masuk hari ini dan suruh aku menghandle semua pekerjaannya" ucap Desi kesal
"Ciye baru tidak masuk sehari saja seperti tidak ketemu satu tahun" ledek Sarah
"Apaan sih, aku tuh pusing mana ada meeting nanti terus dibatalin begitu saja"
"Yakin hanya itu bukan karna kangen kan?" Sarah menyenggol pundak Desi
"Enak saja kangen, ngapain aku kangen tidak ada kerjaan banget kalo bukan karna pekerjaan juga ogah deh"
"Selow biasanya kalo galak begini emang lagi kangen" Sarah tertawa
"Kalo kamu ke sini cuma mau ngeledek mending keluar dan kembali bekerja atau aku laporin ke pak Angga" ancam Desi
__ADS_1
"Mentang-mentang encem-enceman bos bisa seenaknya ngancam"
"Sudah sana ke ruangannya"
"Iya-iya bu bos"
Sarah keluar dari ruangan Desi
Sedangkan yang terjadi di rumah Angga.
"Huhuhu aku tidak nyangka kamu ngelakuin ini sama aku" ucap Sely
"Sial!" umpat Angga "Aku yakin ini rencana kamu kan? aku tidak merasa mengajak kamu ke kamar, aku juga tidak ingat kalo aku menyentuh kamu" ucap Angga frustasi
"Kamu bilang tidak ingat Ga?! kamu yang menarik aku ke kamar kamu terus kamu paksa aku sekarang kamu bilang kamu tidak ingat" Sely menangis
"Aku tahu ini rencana kamu Sel, kamu tidak usah bicara yang tidak-tidak"
"Terserah kamu Ga, kamu yang menikmatinya dan kamu juga yang marah-marah" Sely berjalan ke kamar mandi membawa pakaiannya
Sely yang sudah keluar dari rumah Angga, ia berniat untuk mengirim foto yang sengaja ia ambil sewaktu Angga masih tertidur.
"Aku akan kirim foto ini sama Desi, kita lihat apa reaksinya. Apa dia masih akan dekat dengan Angga" Sely menyeringai
Desi yang baru saja selesai sholat maghrib dan membuka mukenahnya mendengar ada notifikasi di ponselnya langsung melihatnya.
"Nomor siapa ini" ucap Desi ketika ada nomor yang mengirimi foto "Sely" Desi menutup mulutnya
*
Semua aktivitas berjalan seperti sedia kala, Angga sudah masuk kantor setelah tiga hari tak datang ke kantornya.
"Selamat pagi pak" Sapa Sarah
"Pagi, apa Desi sudah datang?" tanya Angga
__ADS_1
"Sudah pak, dia sudah di ruangannya" jawab Sarah
Angga berlalu masuk ke ruangan Desi.
Kreek
Pintu terbuka, Desi sedang fokus menatap layar laptopnya.
"Ke ruangan saya" setelah mengatakan itu Angga keluar dan masuk ke dalam ruangannya.
Tok tok tok
"Masuk" ucap angga
"Ada apa ya pak?" tanya Desi
"Apa ada masalah selama saya tidak masuk beberapa hari ini?" tanya Angga
"Tidak ada pak, semuanya bisa dihandle" jawab Desi
"Meeting?"
"Semua klien bisa dinegosiasi dan ada beberapa klien yang mengundurkan jadwal meeting sampai bulan depan karna jadwal mereka sudah terisi" jelas Desi
"Bagus, kamu bisa diandalkan" puji Angga
Desi hanya mengulas senyumannya dan kembali datar wajahnya.
"Apa ada lagi pak?" tanya Desi
"Tidak ada, oh iya sebagai permintaan maaf dan saya mengapresiasi kinerja kamu nanti makan siang saya traktir ya"
"Tidak perlu pak saya sudah ada janji dengan Sarah, lebih baik bapak urus saja pacar bapak. Permisi pak" Desi keluar dari ruangan Angga
Angga yang tak mengerti dengan ucapan Desi hanya bisa bingung dan tidak terlalu serius menanggapi ucapan Desi, karna memang dirinya tak mengerti apa yang baru saja Desi ucapkan.
__ADS_1