Menyesal Setelah Dibuang

Menyesal Setelah Dibuang
41 Solusi Desi


__ADS_3

Malam harinya, Angga keluar dari rumah menuju rumah Desi.


"Assalamualaikum" ucap Angga ketika sudah sampai di depan rumah Desi


"Waalaikumsalam" jawab Desi "Silakan duduk pak"


"Kamu sudah baca pesan dari aku kan?" Ucap Angga


"Iya pak, menurut aku kalo memang masalahnya tidak sampai ke publik dan hanya beberapa orang yang tahu biarkan saja pak, yang penting Sely tidak macam-macam" ucap Desi


"Dia itu licik, sekarang mungkin dia akan diam tapi ke depannya kita tidak tahu apa yang akan dia lakukan" ucap Angga


"Kamu tenang dulu, semua pasti ada solusinya kalo memang nanti dia macam-macam baru kamu bertindak tapi jangan berlebihan" ujar Desi


"Bagaimana bisa mantan suami kamu memilih wanita yang lain kamu saja begitu sempurna" ucap Angga dalam hati


"Hey, malah bengong" Desi melambaikan tangan di depan Angga karena melihat Angga bengong


"Hah tidak kok" Angga mengelak


"Tunggu ya aku buatkan minum dulu" ucap Desi


Setelah Desi masuk, ada seseorang yang datang.


"Kamu siapa?" Tanya pria paruh baya yang baru saja turun dari mobil


"Dia bosnya Desi di kantor" jawab Anton yang ikut dalam rombongan mereka


Desi yang baru keluar dari rumahnya sedikit kaget dengan kedatangan sang paman dan mantan suaminya itu.


"Ini diminum dulu pak" Desi menaruh segelas minuman di meja depan Angga "Paman baru sampai" sapa Desi


"Iya, kebetulan tadi lewat sekalian mampir ke sini" ucap Burhan


"Aku panggilkan bapak dulu, silakan duduk" ucap Desi


Burhan, Anton dan Angga duduk.


"Kamu ada hubungan apa sama Desi?" Tanya Anton

__ADS_1


"Tidak ada" jawab Angga singkat


"Terus kenapa kamu ke sini kalo memang tidak ada hubungan" sidik Anton


"Lagi bahas masalah pekerjaan" ucap Angga


"Kan bisa besok, kenapa harus malam-malam ke sini lagi" ucap Anton sinis


Desi dan Darto keluar dari rumah dan menghampiri mereka.


"Wah rame ternyata ya" ucap Darto


Darto duduk di sebelah Burhan, sedangkan Desi duduk di sebelah Darto.


"Iya kak, kebetulan tadi lewat jadi mampir sekalian" ucap Burhan


"Paman kok bisa bareng mas Anton?" Tanya Desi


"Oh tadi kebetulan ada keperluan sama paman Burhan jadi bareng" jawab Anton


"Serba kebetulan ya" celetuk Angga


"Kmau buatkan minum dulu untuk paman dan Anton" ucap Desi


"Iya pak" Desi bergegas masuk ke dalam menuju dapur


"Memang kamu dari mana sama Anton sampai harus pergi bersama?" Tanya Darto


"Biasalah kak urus masalah surat kebetulan Anton paham jadi aku ajak Anton saja, daripada nyuruh orang lain" jawab Burhan "Kamu sering ya ke sini malam-malam?" Tanya Burhna pada Angga


"Tidak om, ini baru pertama kalinya ke sini" jawab Angga ramah


"Oh" Burhan mengangguk


Desi datang membawa minuman dan menaruhnya di depan Burhan dan Anton.


"Ayo diminum" ucap Burhan


Meski ada canggung diantara mereka karna Angga yang ada di tengah-tengah mereka, tapi sebisa mungkin Burhan dan Anton bersikap biasa saja.

__ADS_1


Ada curiga di benak Desi, mengapa pamannya itu bisa bersama dengan mantan suaminya itu, tapi Desi tak mungkin menayakannya pada adik dari bapaknya itu.


"Oh iya kamu sekarang kerja di perusahaan yang dekat dengan Cafe itu kan?" Tanya Darto


"Iya pak" jawab Anton sopan


"Oh iya istri kamu tidak masalah kalo kamu main ke sini?" Tanya Darto lagi


"Aku sudah bercerai pak" ucap Anton tertunduk, mungkin Anton malu.


Darto sebenarnya terkejut, tapi ia bersikap biasa saja dan tidak membahas lagi.


"Kalo laki-laki tidak baik bertamu terlalu malam di rumah perempuan apalagi perempuan yang pernah menikah pasti akan jadi omongan tetangga" ucap Burhan melirik Angga


"Iya memang tidak baik ya kan Anton" ucap Darto


Skakmat, Burhan pun tak menanggapi ucapan sang kakak.


"I-iya pak" ucap Anton sedikit menundukkan wajahnya


Setelah mengobrol, Angga pun pamit untuk pulang.


"Kalo begitu saya pamit pak, Des" ucap Angga


"Iya nak, hati-hati ya" ucap Darto


"Assalamualaikum" ucap Angga


"Waalaikumsalam" jawab Desi dan Darto


Angga masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobilnya.


"Kami juga pamit pak" ucap Anton


Burhan melirik Anton meminta jawaban kenapa dirinya sudah pamitan.


"Ya sudah, hati-hati" ucap Darto


"Assalamualaikum pak, Des" ucap Anton

__ADS_1


"Waalaikumsalam" jawab Desi dan Darto


__ADS_2