Menyesal Setelah Dibuang

Menyesal Setelah Dibuang
45 Bad Mood


__ADS_3

"Kamu makan sama siapa?" Tanya Sely mengalihkan pembicaraan


"Sendiri bu" jawab Anton


"Sini gabung saja" ajak Sely


"Apa tidak mengganggu?"


"Tidak kok, ya kan Ga"


"Terserah kamu saja" ucap Angga


Anton pun duduk dan bergabung dengan Angga dan Sely.


"Kenapa Desi tidak ikut?" Tanya Anton


"Kamu kenal dengan Desi?" Tanya Sely


"Iya, dia mantan istri aku" jawab Anton


"Ooh" Sely mengangguk


"Kenapa Desi tidak ikut makan siang?" Anton mengulangi pertanyaannya pada Angga


"Dia lagi sibuk" jawab Angga singkat


"Awas ya kalo kamu sampai macam-macam" ancam Anton


"Aku bukan kamu yang akan menyakiti wanita" sindir Angga


"Jadi mereka saling berebut Desi, aku tahu harus bagaimana" ucap Sely dalam hati


"Apa maksud kamu bicara seperti itu?!" Anton mulai terpancing emosi

__ADS_1


"Sudah sudah, ngapain sih kalian bertengkar hanya masalah Desi malu dilihat orang" Sely mencoba melerai Angga dan Anton


"Aku sudah selesai, aku duluan" ucap Angga pada Sely


"Ga, tunggu kita belum ngobrol-ngobrol kamu langsung cabut saja" ucap Sely


"Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi jadi aku harus kembali ke kantor, masih banyak yang harus di kerjakan" ucap Angga


Angga berdiri dan pergi meninggalkan Sely dan Anton.


"Aarrghh" Sely kesal karna makan siangnya jadi tidak sesuai dengan rencananya


"Sudahlah bu, lagian banyak lelaki lain" ucap Anton


"Kamu tidak akan mengerti, sudahlah kamu makan siang sendiri" Sely berdiri dan pergi meninggalkan Anton


"Kenapa pergi semua, sudahlah mending aku makan saja perut sudah bunyi" ucap Anton


Angga sudah kembali ke kantornya, ia langsung masuk ke ruangannya tanpa menyapa Desi dan Sarah yang sedang berada di lobi kantor, biasanya Angga akan menegurnya bahkan akan memarahinya karena mengira mereka sedang bergosip, tapi kali ini Angga tak menegurnya bahkan untuk melihatnya saja tidak.


"Kenapa tuh si bos" ucap Sarah


"Tahu deh mungkin lagi badmood" ucap Desi


"Serem ya kalo lagi badmood, biasanya juga selalu negur kita biar tidak gosip terus" ucap Sarah


"Ya gitu deh" ucap Desi


"Atau jangan-jangan dia ditolak lagi sama cewek" tebak Sarah


"Cewek siapa?" Tanya Desi penasaran


Sarah menatap Desi dengan serius.

__ADS_1


"Ciye cemburu ya" ledek Sarah


"Apaan sih, aku itu cuma tanya lagian mau bos dekat dengan siapa juga aku tidak perduli" ucap Desi


"Ya elah kalo cemburu juga tidak apa-apa kok lagian pak bos kan jomblo jadi bebas tidak akan ada yang marah" ujar Sarah


"Meskipun pak bos jomblo kalo mantan pacarnya itu masih naksir sama bos kan sama saja kayak pacarnya saja larang-larang orang" ucap Desi kesal


"Kamu kesal?" Tanya Sarah


"Tidak" jawab Desi


"Itu tadi mukanya kesal kayak mau makan orang" ledek Sarah


"Bukan kesal hanya saja risih kalo lagi bahas pekerjaan malah disnagkut pautkan dengan perasaan" jelas Desi


"Memang kamu tidak ada rasa sama bos, secara kalian selalu bareng klao ke mana-mana dan setiap hari bertemu apalagi bos juga tampan, tajir pula. Paket lengkap deh" ujar Sarah


"Kamu saja sana, aku sih tidak mau" ucap Desi


"Kenapa tidak mau? Kamu masih normalkan? Jangan karna kamu pernah gagal terus kamu jadi tidak tertarik dengan laki-laki ya"


Desi menoyor kepala Sarah karna ucapan Sarah yang tidak masuk akal.


"Aduuh kebiasaan banget sih" omel Sarah sambil mengelus dahinya


"Makanya kalo bicara itu dipikir dulu jangan asal keluar, kelapa saja disaring masak omongan kamu tidak, itu mulut juga sering-sering istighfar biar tidak keluar yang aneh-aneh" omel Desi


"Ya kan emang benar apa ada yang salah dari perkataan aku?" Tanya Sarah polos


"Bicara sama kamu memang tidak akan ada habisnya tahu, sudah ah aku mau balik ke ruangan dulu" Desi pergi meninggalkan Sarah sendiri di loby


"Eh Des, kok malah ditinggal sih" Sarah pun kembali bekerja

__ADS_1


__ADS_2