Menyesal Setelah Dibuang

Menyesal Setelah Dibuang
28 Adegan Lalu


__ADS_3

Satpam yang melihat Resti ketakutan langsung menyeret Anton agar segera keluar dari hotel dan berpikir bahwa Resti lah yang benar.


"Pak saya belum selesai bicara dengan dia, seharusnya yang diseret itu dia. Kalian sudah ditipu sama dia" Ucap Anton memberontak


Resti yang merasa aman langsung berlari masuk ke dalam hotel.


"Resti tunggu! mau ke mana kamu kembalikan uang aku" teriak Anton


"Silakan pergi dan jangan membuat keributan di sini lagi" ucap Satpam


Anton yang merasa usahanya percuma jika harus melawan satpam, ia pun pergi dengan amarah yang tidak terpendam.


"Awas kamu Resti" ucap Anton sebelum meninggalkan hotel


*


Angga sudah berada di dalam ruangannya, tiba-tiba ada yang datang dan membuka pintu dengan kasar.


"Angga" ucap Sely dengan nafas yang tersenggal "Kenapa kamu tidak balas pesan aku, bahkan untuk aku masuk ke sini saja harus kamu sehingga aku tidak boleh masuk" keluh Sely


Dua satpam yang baru sampai langsung membuka pintu ruangan Angga "Maaf pak, kami sudah menahannya tapi dia memaksa masuk, dia menggigit bahkan menendang kami" jelas satpam khawatir Angga akan marah karna Sely berhasil masuk ke dalam kantornya.


"Ada apa lagi kamu datang ke sini?" tanya Angga dingin


"Ga, kita perlu bicara berdua" ucap Sely melirik kedua satpam agar Angga bisa menyuruhnya keluar dari ruangannya


"Kalian tunggu di luar kalo nanti saya panggil masuk" titah Angga


"Baik pak" jawab mereka serentak


Satpam pun keluar dari ruangan Angga dan menunggu di depan ruangannya sesuai perintah Angga.


"Aku tidak punya waktu banyak jadi silakan bicara" ucap Angga


Sely mendekati Angga, ia duduk di samping kursi Angga.


"Kamu yakin tidak mau kembali dengan aku Ga" ucap Sely manja


Tangan Sely mengusap pundak Angga. Angga merasa risih dan hendak melepaskan tangan Sely, namun dengan sigap Sely mencium bibir Angga.


"Permisi pa-" Desi yang baru saja masuk langsung keluar lagi dan segera menutup ruangan Angga


Kedua satpam yang menjaga di depan ruangan Angga heran, kenapa Desi keluar dengan wajah terkejut.


"Ada apa bu?" tanya salah satu satpam


"Hah ee tidak, aku hanya lupa bahwa dokumennya bukan yang ini" jawab Desi berbohong, Desi langsung berlari masuk ke ruangannya.


Sedangkan Angga yang melihat Desi langsung mendorong tubuh Sely hingga Sely hampir terjatuh.


"Kamu gila ya, satpam!" teriak Angga


Mendengar bosnya memanggil kedua satpam yang menjaga di depan ruangan Angga bergegas masuk ke dalam ruangan Angga.

__ADS_1


"Iya pak" ucap mereka


"Cepat bawa wanita ini keluar dan jangan sampai dia masuk ke sini lagi" ucap Angga


"Baik pak"


Satpam menarik tangan Sely, Sely terus memberontak namun karna dua orang yang memegangnya ia tak bisa lepas dengan mudah.


"Angga kamu kok malah usir aku, aku belum selesai bicara" teriak Sely


"Ayo keluar" ucap satpam


"Angga" teriak Sely yang sudah ada di luar ruangan Angga namun masih terdengar oleh Angga


"Aku harus ke ruangan Desi" ucap Angga


Angga langsung masuk ke ruangan Desi tanpa sepatah kata.


"Desi" panggil Angga yang baru membuka pintu


"Iya pak ada apa?" tanya Desi


"Emm itu soal tadi itu bukan seperti yang kamu pikirkan" ucap Angga


"Memang saya berpikir apa?" tanya Desi


"Tadi itu Sely yang memulai dulu kami tidak sengaja karna aku mendorong Sely dia malah menjatuhkan dirinya" jelas Angga


"Ya itu bukan urusan saya pak, toh saya juga cuma mau kasih dokumen" ucap Desi


"Lagian ngapain sih pak Angga menjelaskan aku juga tidak peduli mau dia ciuman sengaja atau tidak" ucap Desi dalam hati


"Apa ada yang ingin disampaikan lagi pak?" tanya Desi


"Tidak ada, saya tunggu di ruangan saya" ucap Angga


"Untuk apa pak?"


"Katanya tadi mau menyerahkan dokumen, apa kamu lupa Desi"


"Oh iya hehehe"


Angga keluar dari ruangan Desi dan kembali ke ruangannya.


Desi membawa dokumen yang akan diserahkan pada Angga.


"Permisi pak" ucap Desi


"Masuk" jawab Angga


"Ini dokumennya pak" Desi menyerahkan dokumen yang dipegangnya "Kalo begitu saya permisi ke ruangan saya pak" ucap Desi


"Duduk" ucap Angga

__ADS_1


"Hah"


"Duduk, apa kamu tidak dengan Desi"


"I-iya pak"


Angga menatap Desi lekat. Desi yang merasa tidak nyaman dengan tatapan Angga langsung menundukkan pandangannya.


"Kenapa menunduk?" Tanya Angga


Desi tidak menjawab, karna dia sendiri juga tidak tahu mau menjawab apa kalau ia menjawab karna malu tentu saja Angga akan meledeknya habis-habisan.


"Apa tidak ada yang ingin kamu tanyakan?" Angga masih menatap Desi


Desi mengangkat pandangannya, kini Desi bisa melihat manik mata Angga yang indah.


"Tentang apa pak?" Desi bertanya balik


"Tentang apa saja yang ingin kamu ketahui"


"Tidak ada pak, selama ini pekerjaan saya masih bisa dimengerti"


"Ck maksud aku bukan masalah pekerjaan" Angga menggelengkan kepalanya melihat kepolosan Desi


"Lalu tentang apa pak?"


"Tentang kejadian tadi" Kini Angga berdiri dan duduk di atas meja samping Desi


"Tidak pak, lagian untuk apa aku bertanya itu bukan urusan saya karna itu masalah pribadi bapak kalau pun saya tidak sengaja melihatnya saya juga tidak akan membicarakan pada siapa pun" jelas Desi


"Oke kalo kamu tidak mau bertanya, biarkan aku yang bertanya"


"Bapak mau bertanya apa?"


"Apa kamu sering menceritakan tentang saya pada orang tua kamu, saya dengar kemarin bapak kamu bilang bahwa saya bos yang kamu bilang, bilang apa? Kamu langsung memotongnya"


"Kenapa pak Angga masih ingat perkataan bapak sih gawat kalo aku harus cerita, lagian bapak sih kenapa pakai keceplosan segala sih" gerutu Desi dalam hati


"Aku cuma cerita tentang kantor saja dan bilang ke bapak kalo pak Angga itu bos aku, sudah itu saja tidak ada yang lain. Lagian buat apa cerita tentang bapak sih" ucap Desi bohong


"Yakin hanya itu" Angga semakin mendekatkan wajahnya


"I-iya pak" jawab Desi terbata-bata


"Ini berkas yang bapak min-" Sarah langsung menutup mulutnya ketika melihat adegan di depannya


Reflek Desi mendorong tubuh Angga karna Sarah yang tiba-tiba masuk.


"Aduuh" Angga memegang pinggangnya yang terasa sakit


"Maaf saya tidak tahu kalo lagi ada adegan" ucap Sarah menunduk


"Adegan apa Sarah? Lain kali kalo mau masuk ketok pintu dulu bukannya malah nyelonong masuk" omel Angga yang memangku tubuhnya untuk berdiri

__ADS_1


"Iya pak maaf" Sarah melirik Desi


Desi yang merasa canggung karna sudah terjadi salah paham antar dirinya, Angga dan juga Sarah.


__ADS_2