
"Stop Sely, kita sudah putus jangan kamu berharap lagi kita bisa seperti dulu. Kamu yang sudah mengkhianati aku dan sekarang kamu bilang aku yang berubah dan tergoda dengan wanita lain. Aku sudah cukup sabar menghadapi kamu ini peringatan terakhir untuk kamu kalo kamu masih berani datang ke sini dan buat kekacauan aku akan membuat perhitungan" Angga menarik Desi untuk masuk ke dalam "Bawa dia pergi" ucap Angga pada satpam yang berjaga
"Baik pak" jawab satpam
"Mari bu silakan pergi" Satpam menarik tangan Sely agar pergi dari perusahaan Angga
"Aku bisa jalan sendiri" Sely berjalan sambil menggerutu
Angga dan Desi sudah berada di ruangannya masing-masing.
"Huh" Desi menghela nafasnya "Kenapa sih, ada saja yang menguji kesabaran aku" Desi mengelus dadanya
Hari ini terasa lelah bagi Desi meski ia tak mengerjakan yang berat-berat tapi pikirannya terasa sangat menumpuk.
Kreek
Pintu ruangan Desi terbuka.
"Sebagai permintaan maaf atas kejadian tadi saya traktir kamu makan" ucap Angga
"Tapi pak kejadian tadi karna mantan pacar bapak salah paham dengan kita padahal kita tidak ada hubungan. Susah memang bicara sama orang yang sudah cinta buta" ucap Desi
"Apa perlu kita punya hubungan dulu" Angga menaik turunkan alisnya
"Ih ogah punya hubungan sama bapak" Desi bergidik ngeri
"Memang kenapa kalo punya hubungan sama saya? Perempuan di luar sana banyak yang ingin jadi pasangan saya bahkan ada yang sampai datang ke rumah hanya untuk bertemu" ucap Angga pongah
"Itu sih matanya ada gangguan, uupss" Desi menutup mulutnya
"Oh jadi menurut kamu saya tidak tampan begitu? mau dibandingkan dengan siapa pun ketampanan saya tidak akan terkalahkan mungkin kamu perlu pakai kaca mata biar ketampanan saya terlihat jelas" Angga membenarkan kerah bajunya
"Dih ternyata bapak narsis juga ya, saya baru tahu kalo bapak seperti itu"
"Pokoknya pulang kantor saya tunggu kamu di loby, tidak ada penolakan" Angga keluar begitu saja dari ruangan Desi
"Kalo begini bagaimana aku bisa menjauh, yang ada makin jadi Sely nantinya" ucap Desi
Desi kembali melanjutkan pekerjaannya yang sempat terganggu karna Angga.
*
Tiba waktunya pulang, Angga menunggu Desi di loby.
5 menit menunggu akhirnya Desi muncul juga.
"Pak Angga ngapain?" tanya Desi
"Apa kamu lupa kata aku tadi" ucap Angga
"Jadi itu serius? Aku kira bapak akan pulang" ucap Desi
"Aku tidak pernah bohong dan mengingkari janji yang sudah aku ucapkan dan ini sudah di luar jam kantor jadi jangan panggil aku bapak" ucap Angga
__ADS_1
"Tapi ini masih di kantor"
"Ayo" Angga menarik Desi dan membawanya masuk ke dalam mobilnya.
Sesampainya di Restoran, Angga dan Desi turun dari mobil dan langsung duduk di kursi yang kosong.
"Kamu mau pesan apa?" tanya Angga
Desi membuka buku menu dan mencari makanan yang akan dimakannya "Aku mau nasi goreng sama ice chocholate" ucap Desi
"Nasi goreng? Apa hanya itu?" tanya Angga memastikan
"Iya, itu saja" jawab Desi
"Aku mau pesan steak sama lemon tea" ucap Angga
"Baik silakan ditunggu"
Angga dan Desi mengangguk.
"Kamu kenapa pesan nasi goreng?" tanya Angga
"Memang kenapa pak? Apa salah ya? di menunya ada kok" ucap Desi bingung
"Ya tidak salah sih cuma di sini kan banyak menu yang lain, biasanya cewek akan memilih menu yang enak kalo sudah ke Restoran sini"
"Itu sih cewek-cewek yang bapak bawa kalo aku beda, aku tadi siang belum makan karbohidrat jadi sekarang agak lapar"
"Bilang saja lapar pakai bilang agak segala" cibir Angga
Ketika perdebatan makanan yang dipesannya datang.
"Silakan kak"
"Terima kasih"
Pelayan itu kembali ke belakang sedangkan Angga dan Desi menyantap makanannya.
"Bagaimana?" tanya Angga
"Bagaimana apanya?" Desi bertanya balik
"Bagaimana mantan suami kamu, masih mengejar kamu?"
"Memang kapan dia ngejar saya?"
"Duh kamu itu selalu bertanya balik, kamu tidak sadar ya kalo mantan suami kamu masih mengejar kamu?"
Desi menggeleng
"Kamu polos atau gimana sih, sudah jelas banget kalo mantan suami kamu itu masih mengejar kamu. Waktu dia menjemput kamu terus waktu dia datang ke rumah kamu dan sok baik di depan kamu dan bapak kamu, itu sudah jelas kalo dia mau kembali sama kamu" jelas Angga
"Iya juga sih tapi aku tidak peduli juga" Desi melanjutkan makannya
__ADS_1
"Kamu masih mau kembali sama mantan suami kamu?" tanya Angga
"Memang kenapa? Apa bapak cemburu" Ucap Desi sambil mengunyah makanannya
"Iya" jawab Angga
Desi yang ingin memasukkan sendok ke dalam mulutnya pun menaruh sendoknya kembali. Desi menatap Angga, kemudian tertawa dengan keras.
"Hahaha kamu bisa bercanda juga ya" Desi kembali menyuapi mulutnya
Angga hanya menatap Desi yang sedang makan.
"Kalo aku serius bagaimana?" ucap Angga tanpa ekspresi
Desi mendongak dan melihat Angga, kini mereka saling tatap.
"Ada belek di mata kamu" ucap Angga
Desi langsung membersihkan dan mengambil ponsel di dalam tasnya.
"Hahaha kamu lucu kalo lagi malu ya" Angga tertawa terpingkal-pingkal
"Kamu bohong ya, tidak lucu tahu" Des memajukan bibirnya
"Kenapa dimajukan begitu mau saya cium" Angga menaik turunkan alisnya
"Ishh ternyata kamu selain galak juga mesum ya, bisa-bisanya bilang seperti itu sama orang yang bukan kekasihnya" omel Desi
"Siapa yang bukan kekasih aku?"
"Bicara sama kamu tidak akan ada habisnya, lebih baik kita pulang makanannya juga sudah habis nanti bapak menunggu karna aku tidak bilang kalo pulang telat"
"Iya tuan putri ayo kita pulang" Angga memeragakan seperti prajurit
"Dasar aneh" Desi pergi meninggalkan Angga
Di dalam mobil Angga dan Desi saling diam, tak ada percakapan antara mereka.
Sesampainya di rumah Desi, Darto yang berada di depan rumah sedang bersantai langsung menyambut mereka.
"Eh nak Angga sudah lama ya tidak main ke sini" ucap Darto
"Iya om, ada saja urusan jadi baru sempat main ke sini" ucap Angga
"Aku ke dalam dulu, kamu duduk ngobrol-ngobrol sama bapak" ucap Desi
"Bagaimana pekerjaannya lancar?" tanya Darto
"Alhamdulillah om lancar" jawab Angga
"Panggil bapak saja biar kayak Desi,kamu kan bosnya Desi pasti seumuran sama Desi"
"Iya pak"
__ADS_1
"Desi tidak bandel kan? Biasanya dia susah kalo diatur"
"Selama di kantor Desi selalu bekerja dengan baik pak dan patuh sama peraturan kalo tidak patuh sanksinya ya dipecat jadi tidak mungkin kalo tidak patuh, mungkin Desi begitu karna dia ingin mencari dunianya sendiri pak"