Menyesal Setelah Dibuang

Menyesal Setelah Dibuang
47 Weekend Di Kebun


__ADS_3

"Memang kamu mau diajak ke kebun?" Tanya Desi


"Kenapa tidak?" Angga bertanya balik


"Kamu kan tidak pernah ke kebun atau sawah jadi kalo ada apa-apa nanti kita yang disalahkan" ujar Desi


"Siapa bilang aku tidak pernah ke kebun, kalo ke sawah memang tidak pernah sih tapikan hampir sama kebun dan sawah cuma bedanya sawah becek saja, tenang saja aku tidak akan apa-apa, kamu pikir pekerjaanku hanya di kantor saja? Tidaklah aku juga pernah bekerja di kebun lebih tepatnya mengawasi saja" jelas Angga


"Sudah, kita ke sana kalo kalian libur saja kebetulan ada kelapa mudanya jadi kalian bisa menikmatinya nanti" ucap Darto menengahi


"Aku ajak Sarah biar tambah rame" ucap Desi


"Boleh, kamu ajak teman-teman kamu biar nanti Parto yang petikkan" ujar Darto


Desi mengangguk senang, semenjak ia menikah dengan Anton Desi sudah tidak lagi menikmati masa-masa di kebun, padahal dulu ia selalu ikut bapaknya ke kebun meski hanya sekedar melihat dan berjalan di sekitar kebun sambil menikmati kelapa muda yang dipetikkan oleh bapaknya.


Setelah puas mengobrol, Angga pamit untuk pulang.


"Saya pamit dulu pak" ujar Angga


"Iya hati-hati ya, terima kasih sudah antar Desi sampai ke rumah" ucap Darto


"Iya pak, sama-sama" ucap Angga


*


Hari minggu adalah hari ketenangan bagi mereka yang bekerja, bisa juga menjadi family time bagi mereka yang memiliki keluarga, tapi Desi menikmati bersama teman dan juga bosnya itu di kebun dengan hembusan angin yang memanjakan tubuh mereka.


"Seru ternyata ya, kalo tahu bapak kamu punya kebun kayak gini aku sudah ajak kamu dari dulu" ujar Sarah


"Kalo dari dulu kayaknya tidka mungkin deh" ucap Desi

__ADS_1


"Kenapa tidak mungkin?" Tanya Sarah bingung


"Karna kamu belum kenal sama aku" ucap Desi tertawa dan disambut tawa oleh Sarah


"Begini ya kalo lewati weekend bareng cewek-cewek" ucap Angga dalam hati


"Pak Angga kenapa diam saja"?" Tanya Sarah


"Kalian terlalu asik ngobrolnya" ucap Angga


"Oh iya, kenapa bapak tidak balikan saja sama mantan bapak itu daripada dia terus ngejar-ngejar bapak" ujar Sarah


"Memang kenapa kamu cemburu?" Tanya Angga


"Ya tidak juga kali pak, kalo yang sebelah tidak tahu deh" Sarah menyenggol lengan Desi dan mengedipkan matanya


"Apaan sih, siapa juga yang cemburu lagian itu urusan Sely jadi aku tidak mau ikut campur" ucap Desi membuang muka


"Siapa yang jadian sih, lagian kamu itu klao bicara suka tidak dipikir dulu asal keluar saja" omel Desi


"Habisnya kalian sering jalan bareng terus sering pulang bareng juga, wajarlah kalo aku curiga sama kalian" Sarah menyipitkan matanya


"Sudahlah bicara sama kamu memang tidak ada gunanya tidak jelas" ucap Desi


Keheningan terjadi diantara mereka, Angga yang menikmati kelapa mudanya sedangkan Desi melihat-lihat sekitar kebun.


"Kita keliling kebun yuk" ajak Desi


"Ayo, pasti seru ya" ujar Angga bersemangat


"Aku capek, kalian saja aku di sini ya tapi jangan lama-lama kalo lama aku pulang" ucap Sarah

__ADS_1


"Capek ngapain sih, dari tadi juga cuma duduk di sini" ucap Desi


"Capek saja, sudah sana kalo mau keliling" ucap Sarah


Desi dan Angga berdiri dan berjalan menikmati angin yang berhembus.


"Des" panggil Angga


"Iya" jawab Desi


"Memang yang dikatakan Sarah tadi benar?" Tanya Angga


"Yang mana?" Desi bertanya balik


"Kalo kmau cemburu"


"Hah ti-tidaklah mana mungkin aku cemburu lagian kamu percaya sama omongan Sarah sudah tahu kalo dia bicara tidak pernah benar"


"Kalo benar ya alhamdulillah"


"Alhamdulillah?"


"Iya" Angga berhenti dan menatap Desi "Aku tahu kamu akan tertawa kalo mendengar ini dan mungkin kamu akan bilang kalo aku berbohong, tapi aku ingin menyampaikan ini sama kamu" Angga berhenti


"Ada apa sih Ga" Desi menatap Angga bingung dan juga deg-degan


"Duuh kenapa mesti ada adegan seperti ini sih, tahu gitu tadi aku tarik saja Sarah biar ikut dan tidak membuat jantung aku kayak mau lompat begini" ucap Desi dalam hati


"Desi, aku tidak tahu apa arti dari semua ini tapi ketika aku bersama kamu, aku merasa nyaman. Aku tidak tahu ini perasaan karna terbiasa atau apa, tapi setelah hubunganku berakhir dengan Sely aku merasa tidak memikirkannya lagi. Kamu mau menjalin hubungan dengan aku?" Angga mengungkapkan perasaannya pada Desi


"Aduuh aku jawab apa nih, mau ditolak bos sendiri, mau diterima malu. Rasanya aku mau kabur dari sini" Desi menggerutu di dalam hatinya

__ADS_1


Meski Angga tidak mengungkapkan perasaannya di tempat yang romantis, tapi tetap saja membuat Desi gugup dan mati kata.


__ADS_2