Menyesal Setelah Dibuang

Menyesal Setelah Dibuang
26 Kemarin Resti Sekarang Sely


__ADS_3

"Eh kamu jangan sok ya pasti kamu pakai pelet kan supaya Angga mau sama kamu. Mana ada cowok yang mau sama janda" ucap Sely ketus


"Kenapa hidup aku dipenuhi orang seperti ini, kemarin Resti sekarang Sely penuh drama banget" Ucap Desi dalam hati


"Memang kenapa kalo janda? Setidaknya dia lebih baik dari kamu yang suka main laki-laki" ujar Angga


"Jadi kamu bela dia Ga? aku tidak menyangka ya selera kamu ternyata turun" cibir Sely "Atau kalian sudah selingkuh dari dulu terus mencari kesalahan aku untuk menutupi kebusukan kalian" sambung Sely


"Buat apa kami diam-diam di belakang kamu, kamu jangan mencari kesalahan orang lain lalu membenarkan kesalahan kamu Sel" ucap Angga


"Yang ini bagus pak" Desi menunjukkan dress yang simple namun elegan dan terlihat mewah


"Tidak tahu malu banget sih" sindir Sely


"Kamu masih betah di sini ya? atau kamu mengharapkan pak Angga agar membelikan kamu pakaian, mungkin satu tidak akan membuat bapak rugi kan" ucap Desi


"Memang kamu pikir aku pengemis yang akan meminta baju, itu sih kamu yang suka minta-minta atau jangan-jangan bukan hanya Angga lagi" ucap Sely sewot


"Aku tidak merasa sih, atau kamu lagi membuka aib kamu sendiri ya" ucap Desi


"Kita ambil yang ini saja, ayo kita bayar" Angga menarik tangan Desi sehingga mereka bergandengan


"Heh mau ke mana? Aku belum selesai bicara" teriak Sely yang ditinggal oleh Angga dan Desi "Sial semua ini gara-gara sekretaris sok kecantikan itu, Angga jadi tidak memperdulikan aku lagi" Sely berjalan menghentakkan kakinya


Setelah membayar di kasir, Angga dan Desi langsung menuju ke mobilnya.


"Maaf ya" ucap Angga


Desi melihat Angga dengan tatapan bingung.


"Maaf untuk apa pak?" tanya Desi


"Soal tadi pasti kamu marah kan cuma ditahan, dia memang begitu kalo bicara suka tidak dipikir dulu" ucap Angga


"Tumben minta maaf" gumam Desi


"Apa?"


"Hah itu kalo soal marah ya marah apalagi dibilang main pelet, buat apa aku main pelet cuma untuk pelet bapak. Apa tidak ada yang lebih dari bapak" ucap Desi


"Kamu bilang apa tadi? yang lebih dari aku? lebih jelek iya" ucap Angga


"Ya tidaklah banyak yang lebih tampan dari bapak dan yang pasti tidak galak"


"Apa aku galak?" tanya Angga polos

__ADS_1


"Bapak tidak merasa kalo bapak galak?" Desi bertanya balik


"Saya tidak pernah galak sama orang saya itu tegas apalagi sama orang yang suka mengobrol di saat jam kerja" sindir Angga


"Saya bukan ngobrol, cuma lagi bertukar pendapat saja bapak saja yang suka marah-marah tidak jelas" ucap Desi tak mau kalah


"Saya bukan bapak kamu, setiap saya ajak ke luar di saat bukan jam kantor kamu pasti panggil saya bapak, apa saya setua itu" ucap Angga


"Bapak kan atasan saya jadi wajar kalo saya panggil bapak, mau saya panggil om" Desi menaik turunkan alisnya


"Enak saja, saya tidak suka dipanggil bapak di luar jam kantor, cari panggilan yang lain" titah Angga


"Panggilan apa? Aku saja tidak tahu mau panggil bapak apa" ujar Desi


"Ya terserah kamu asal bukan bapak atau om, karna saya tidak setua itu" ucap Angga


"Kalo bapak tidak punya saran ya sudah aku tetap panggil bapak" ucap Desi menatap lurus ke depan


Angga menginjak rem mendadak, untung Desi menggunakan sabuk pengaman sehingga ia tak terbanting.


Angga mendekatkan wajahnya pada wajah Desi. Kini jarak mereka hanya beberapa centi.


"Ba-bapak mau apa, saya bisa teriak" ucap DesiĀ  gugup


Angga tak menjawab, ia semakin mendekatkan wajahnya, Desi seketika refleks mendorong tubuh Angga hingga Angga hampir terbentur ke setir.


"Ya siapa suruh bapak dekat-dekat" jawab Desi


"Kamu pikir saya akan macam-macam sama kamu, jangan mimpi" cibir Angga


"Kalo bukan untuk macam-macam kenapa bapak tadi dekat-dekat, dasar"


"Sekali lagi kamu panggil saya bapak saya benar akan macam-macam" ancam Angga


"Awas saja kalo bapak berani"


"Jangan memanggilku bapak" tatap Angga


"Sa-saya tidak tahu mau panggil apa" ucap Desi tak nyaman karna Angga menatapnya


"Kamu bisa panggil abang atau mas atau panggil nama saja, kita juga seumuran kan? hanya saja kamu sudah menikah" ucap Angga


"Jadi menurut bapak saya tua karna sudah pernah menikah?" Desi mendengus kesal


"Ternyata kamu galak juga ya"

__ADS_1


Desi tak menjawab ucapan Angga.


"Kita langsung pulang?" tanya Angga


"Iya" jawab Desi singkat


"Aku tidak tahu rumah kamu di mana"


"Turunkan saya di depan gang itu"


"Saya yang mengajak kamu jadi saya akan antarkan kamu sampai ke rumah"


"Mobil tidak bisa masuk ke rumah, jadi kalo bapak mau ke rumah harus jalan kaki atau naik motor baru bisa masuk sampai ke rumah"


Angga menghentikan mobilnya, Desi turun dari mobil dan Angga juga ikut turun.


"Bapak mau ke mana?" tanya Desi heran


"Bukan kah saya sudah bilang jangan panggil bapak, panggil nama saja ini sudah di luar jam kantor. Saya akan mengantarkan kamu sampai di rumah dan akan menjelaskan pada orang tuamu kenapa sampai pulang telat" terang Angga


"Tidak perlu pak eh Angga" ucap Desi


"Ayo cepat jalan, nanti keburu maghrib" ucap Angga


Mau tidak mau Desi berjalan dengan diikuti Angga di belakangnya.


Sesampainya di rumah, Desi melihat bapaknya sedang mengobrol dengan seseorang yang tidak asing.


"Mas Anton" ucap Desi ketika sudah ada di teras rumahnya


"Desi, kamu kok bareng sama dia?" tanya Anton


"Saya ada perlu dengan Desi, wajar kalo saya bisa bareng sama sekretaris aku" jawab Angga


"Aku tidak tanya sama kamu" ucap Anton sinis


"Mas Anton ngapain ke sini?" tanya Desi mengalihkan pembicaraan


"Aku pulang kerja tadi beli martabak kesukaan kamu jadi aku langsung ke sini tapi kamu tidak ada, aku tunggu kamu sampai datang tadinya mau pulang tapi keasikan ngobrol sama bapak jadi sampai lupa waktu" jawab Anton


Desi menatap bapaknya, ia meminta penjelasan bagaimana bisa bapaknya akrab lagi dengan mantan suaminya itu padahal kemarin-kemarin dia tampak tidak suka bahkan terang-terangan menyindir Anton.


Sedangkan Darto hanya tersenyum lalu mengangguk, Darto mengerti arti tatapan dari putrinya itu, dan ia akan memberi penjelasan nanti.


"Oh iya silakan duduk Ga" ucap Desi pada Angga mempersilakan duduk di samping Anton

__ADS_1


Angga pun langsung duduk.


"Aku ambilkan minum dulu ya, pak ayo" ajak Desi


__ADS_2