Menyesal Setelah Dibuang

Menyesal Setelah Dibuang
66 Hari Bahagia


__ADS_3

"Assalamualaikum" ucap Anton


"Waalaikumsalam, eh mas Anton duduk dulu mas" ujar Desi


"Aku mau bicara Des" ucap Anton


"Bicara apa mas? Sepertinya serius ya aku ambilkan minum dulu"


"Tidak perlu Des, aku hanya sebentar"


"Ya sudah, memang kamu mau bicara apa mas?"


"Apa kamu yakin dengan pernikahan ini Des?"


Mendengar pertanyaan Anton Desi mengerutkan keningnya


"Yakin mas, kalau tidak yakin tidak mungkin aku menyiapkan semua ini" ucap Desi


"Aku hanya khawatir kalau Angga tidak bisa membahagiakan kamu, apalagi dia seorang bos tentu keluarganya akan memandang kamu tidak baik" ujar Anton


"Kamu tidak perlu khawatir mas, keluarga mas Angga sudah bisa menerima aku dan insyaAllah semua ini berlangsung karna restu orang tua mas Angga" jawab Desi membuat Anton tak bisa menjawab apa-apa


"Kalau kamu ke sini hanya untuk bicara seperti itu, lebih baik kamu pulang mas" ucap Desi


"Des, kamu harus dengar aku dia itu tidak baik untuk kamu dia seorang bos pasti banyak wanita yang ingin mendapatkannya atau mungkin dia tidak hanya melakukan ini sama kamu" ucap Anton membuat Desi tambah marah.


"Stop mas, apa kamu lagi membicarakan diri kamu sendiri, aku menghargai kamu sebagai laki-laki yang pernah menjadi imam aku bukan berarti aku harus mengikuti semua omongan kamu dan mulai sekarang kamu tidak perlu ke sini lagi karna hubungan kita hanya sebatas mantan suami dan istri jadi aku harap kamu menghargai semua keputusan aku mas karna sebentar lagi aku akan menikah dengan mas Angga" ucap Desi

__ADS_1


"Yang dikatakan calon istri saya benar, jangan sekali-kali kamu menjelekkan saya karna saya bukan seperti kamu yang tidak puas dengan satu wanita lebih baik kamu pergi dan jangan pernah datang ke sini lagi" ucap Angga yang baru saja sampai


"Mas Angga" ucap Desi


Angga tersenyum mendengar Desi memanggilnya.


"Des, aku tidak bermaksud seperti itu aku hanya-"


"Lebih baik kamu pergi mas, aku tidak mau mendengar alasan kamu lagi" ucap Desi


"Kamu dengar apa yang dikatakan calon istri saya" ujar Angga


Anton melangkahkan kakinya pergi dari rumah Desi.


"Kamu tidak apa-apa?" Tanya Angga


"Kita bicara di dalam saja ya, di dalam ada bapak kan?"


Desi mengangguk, mereka pun masuk ke dalam rumah Desi.


*


Hari ini pernikahan Desi dan Angga akan dilaksanakan, Desi yang sedang dirias sedangkan Angga bersiap-siap akan mengucapkan janji suci mereka.


"Waah kamu cantik banget Des" puji Sarah


"Iya kamu cantik banget" ucap Santi

__ADS_1


"Terima kasih mah, Rah" ucap Desi tersenyum


"Sudah selesai ya mbak?" Tanya Santi pada perias


"Sudah mbak" jawabnya


"Ayo Des, sebentar lagi akan dimulai" ujar Santi


"Iya mah" ucap Desi


Angga sudah siap untuk mengucapkan ijab qobul.


"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau ananda Angga Wijaya bin Almarhum Herman Wijaya dengan anak saya yang bernama Desi Amalia dengan mas kawin berupa emas seberat 10 gram dan seperangkat alat sholat dibayar tunai"


"Saya terima nikah dan kawinnya Desi Amalia binti Darto dengan mas kawin tersebut tunai"


"Sah"


"Sah"


"Sah"


Ijab qobul diucapkan Angga dengan lancar dan para tamu undangan juga bahagia mendengarnya.


"Ayo keluar Des" ajak Santi


Desi keluar ditemani Santi dan Sarah.

__ADS_1


__ADS_2