MONOCHROME : Choice Of Destiny's

MONOCHROME : Choice Of Destiny's
Bab 10 kehidupan sekolah


__ADS_3

Ba'al Academy.


Merupakan sekolah terbaik yang ada di Kekaisaran Iblis, semua siswa yang lulus disekolah ini dijamin akan mendapatkan masa depan yang cerah.


Meskipun dibuka untuk umum tetapi sebagian besar siswa yang bersekolah disini adalah bangsawan hingga kelas menengah.


Hal itu dikarenakan biaya yang dibutuhkan untuk masuk sangat mahal dan kalaupun berhasil masuk hal itu tidak menjamin siswa akan dapat membayar biaya tahunan.


Banyak orang tua siswa yang harus menjual aset mereka hanya agar anak mereka dapat melanjutkan pendidikan.


Belum lagi persaingan yang sangat ketat karena semua orang tua dari seluruh penjuru Kekaisaran ingin mendaftarkan anak mereka disekolah ini.


Untuk masuk kesekolah siswa akan diberi tes dasar berdasarkan keahlian calon siswa, hal ini dilakukan untuk melihat potensi dari calon siswa dan calon terbaik dari masing masing bidang akan diberikan hadiah berupa beasiswa.


Karena aku cukup percaya diri dengan kontrol manaku, aku mengikuti tes tersebut dan hasilnya adalah kontrol manaku lebih baik dari rata rata calon siswa.


Selanjutnya ada tes tertulis, calon siswa akan diberikan soal umum untuk dikerjakan.


Aku tinggal di dunia ini selama 4 tahun dan bahkan tidak pernah belajar, dan aku baru tinggal di Kekaisaran selama beberapa bulan. aku memang belajar di perpustakaan tapi itu masih kurang.


Akhirnya aku mendapatkan nilai merah yang bahkan jauh dibawah rata rata, normalnya aku akan langsung ditolak tapi!


Meskipun dilarang secara tertulis tapi sekolah ini masih memberlakukan sistem nepotisme secara rahasia. dan hehehe aku masuk melalui itu.


Berkat bantuan keluarga Lucifer aku berhasil masuk ke sekolah dengan aman.


Disekolah ini ada yang namanya pembagian kelas yaitu dimulai dari kelas D, C, B, A, dan S.


Kelas S adalah tempat siswa terbaik berada sedangkan kelas D adalah tempat sampahnya. Yap seperti yang kalian bisa tebak aku tidak berada di keduanya.


Saat ini aku sedang berada di depan papan pengumuman untuk melihat aku berada di kelas mana.


"S s s s s s, tidak ada"


Aku mencari namaku dan akhirnya


"Ahhh ada! Ryu dikelas C."


"Syukurlah aku tidak berakhir di kelas D." ini bukan suaraku


"Ya syukurlah."


"Ehh?"


"Ehh?"


Aku berbalik dan melihat kebawah karena biasanya di saat seperti ini katakter utama akan bertemu denga gadis cantik, tapi apa ini?


Aku cukup percaya diri dengan tinggi badan ku tapi orang ini bahkan lebih tinggi dan otot di tubuhnya sangat menonjol.


Yang unik darinya yaitu rambut ungunya dan dia memiliki satu tanduk di dahi nya, Normalnya iblis akan memiliki dua tanduk.


"Sepertinya kita akan sekelas mulai sekarang, namaku zephyr kau bisa memanggilku zep."


Pria itu memulai percakapan dengan senyum yang sangat menyilaukan.


"Aku adalah Ryu, semoga kita bisa akrab."


"Ngomong ngomong Ryu, apa kau tidak merasa suhu di sekitar kita mulai turun? aku merasa kedinginan sekarang."


"Aku juga merasakan hal yang sama."


Aku melirik ke samping dan di tengah kerumunan aku melihat mata yang dipenuhi aura membunuh.


Aku tidak melihat apa apa, aku tidak melihatnya jadi jangan hiraukan.


Aku dan Zep lanjut melihat lihat pembagian kelas.


"Kelas S hanya ditempati beberapa orang dan semuanya adalah anak dari orang orang hebat. terutama putri dari keluarga Lucifer, dia disebut sebagai anak ajaib karena bakatnya yang tidak tertandingi."


"Dia adalah orang seperti apa? aku cukup tertarik."


"Ahh dari yang kudengar dia dikenal sebagai putri yang sempurna, cantik, lembut, penyayang, cerdas, dan yang paling penting ilmu pedangnya sangat indah."


"Hehh dia terlihat seperti orang hebat."


Ndasmu lembut dan penyayang! kau pasti sudah di cuci otak sampai bisa mengatakan hal itu.


"Bagaimana kalau kita masuk ke kelas? ada baiknya kita berkenalan dengan yang lain."


"Ide bagus."


Aku mencoba untuk pergi secepat mungkin karena suhu di tempat itu turun dengan sangat cepat.


.


.


.


Kami masuk ke kelas.


Kelas ini terlihat normal seperti kelas pada umumnya.


Aku langsung duduk di pojok belakang dekat jendela seperti karakter utama pada umumnya dan Zep duduk di sebelah ku.


"Kupikir kita akan belajar di kelas yang sangat mewah mengingat ini adalah sekolah terbaik."


"Haha kau harus mendapat prestasi untuk naik ke kelas yang lebih tinggi karena hanya kelas A dan S yang mendapat perlakuan special."


"Bukannya aku peduli, bisa masuk saja udah cukup bagus bagiku."


"Aku juga memikirkan hal yang sama, aku kesini agar aku bisa menggunakan fasilitas terbaik yang mereka sediakan."


Zep menjadi serius, sepertinya dia punya alasan yang kuat untuk masuk ke sekolah ini.


"Ohh aku ingin menanyakan ini tadi tapi karena banyak orang yang mendengar jadi aku menahannya, apa yang terjadi pada tandukmu?"


"Ahh aku tidak memiliki tanduk sejak awal, aku adalah manusia."


"Kau pasti sudah bekerja keras untuk bisa masuk ke sekolah ini."


"Haha tidak juga, sebenarnya saat aku sekarat aku di selamatkan oleh seorang gadis, sebagai bentuk balas budi aku melayaninya. dia juga cukup kaya untuk memasukanku ke sekolah."


"Wahh kau sangat beruntung kawan."


"Haha kau benar."


"Klik." pintu terbuka


Seorang wanita berambut emas masuk ke kelas dan langsung menuju meja guru.


"Selamat pagi semuanya, aku akan menjadi wali kelas kalian mulai sekarang."


"Perkenalkan aku adalah Angelina Von Mammon, aku sangat menyukai uang dan harta berharga jadi aku akan sangat senang jika kalian memberiku beberapa."


Suara bisikan di antara para siswa mulai terdengar


"Wah aku tidak menyangka anggota keluarga salah satu dari 7 pangeran iblis akan menjadi wali kita."

__ADS_1


"Apalagi dia adalah yang kedua setelah keluarga Lucifer."


"Keluarga mammon itu Keluarga yang seperti apa?"


Aku bertanya kepada Zep yang bertindak tidak peduli di sampingku.


"Kau tidak tau? keluarga mammon adalah keluarga terkaya di Kekaisaran, katanya harta yang mereka miliki tidak terbatas."


"Tapi kenapa orang sehebat itu menjadi wali kelas di kelas C?"


"Aku juga tidak tau, tapi berdasarkan yang ku dengar biasanya keluarga mammon akan menjadi wali kelas di kelas A."


"Sudah sudah, aku akan mengabsen sekarang, semua yang kusebutkan namanya harap berdiri dan bilang hadir."


"Ana cross."


"Hadir."


Seorang gadis berambut hijau dengan dengan kacamata bulat di tambah dengan rambut kepang berdiri. tipikal cewek cupu dan korban bully-an di sekolah.


"Astarte"


"Hadir."


Sekarang seorang pria tampan berambut biru berdiri.


Dan guru terus mengabsen.


"Ryu."


"Hadir."


Bisik bisik "kudengar dia adalah manusia yang dipungut oleh keluarga Lucifer."


"Mungkin dia adalah mata mata."


"Menakutkan."


Aku banya bisa tersenyum kecut mendengarkan mereka. aku kembali duduk dan merasakan tangan di bahuku.


"Tidak perlu di dengarkan."


"Terima kasih."


"Zephyr."


"Hadir." sobatku berdiri


Bisik bisik


"Bukankah dia adalah si penghianat itu?"


"Benar, dia memiliki satu tanduk."


"Aku tidak percaya dia bisa masuk ke sekolah ini."


Zep kembali duduk seperti tidak terjadi apa apa.


Aku menepuk pundaknya.


"Tidak perlu di dengarkan sobat."


"Aku tau, aku sudah terbiasa dengan itu."


Pov Angelina


Beberapa saat yang lalu di kantor kepala sekolah.


"Pak, ini adalah data dari semua siswa baru."


Sekertaris wanita menyerahkan setumpuk kertas kedepan kepala sekolah. Kepala sekolah mulai melihat kertas satu persatu dengan kecepatan yang sangat luar biasa tapi tiba tiba berhenti.


"Manusia?"


"Ahh itu adalah siswa Ryu menurut penjelasan keluarga Lucifer dia adalah anak yang mereka pungut di perbatasan."


Kepala sekolah lanjut membaca dokumen tapi setelah beberapa saat berhenti lagi.


"Hahaha!! aku tidak menyangka orang itu mengirim putranya ke sekolah ini."


"Maksud anda siswa Zephyr keturunan sang penghianat?"


"Iya, selama ini keturunan orang itu selalu hidup bersembunyi selama 10.000 tahun dan sekarang keturunannya muncul di sini. ini sangat menarik."


"Pindahkan Angelina dari kelas A ke kelas C untuk mengawasi kedua orang ini."


"Tapi kelas A akan kehilangan wali mereka."


"Cukup ganti dengan yang lain."


"Dimengerti."


Saat sekertaris pergi yang tersisa di dalam ruangan adalah kepala sekolah sendiri.


"Zenos, apa yang akan kamu lakukan?"


.


.


.


Sekarang


"Haha pelajaran tadi aku sama sekali tidak mengerti, bagaimana denganmu Zep?"


"Haha..... kamu tidak memahami itu? aku juga tidak."


Bisik bisik


"Aneh."


"Ahh daripada itu bagaimana kalau kita ke kantin bersama? aku dengar makanan di sekolah ini sekelas restoran bintang lima."


"Ide bagus, aku juga sudah lapar."


Kami pergi ke kantin sekolah dan mencari tempat yang paling sepi. kami makan bersama sambil membicarakan hal hal konyol seperti ciri ciri wanita idaman dan sebagainya.


"Bolehkah kami ikut makan bersama kalian berdua?"


Itu adalah Ana Cross dan Astarte.


"Tentu, silakan duduk."


"Terima kasih."


"Haha... sekarang empat orang aneh di sekolah berkumpul."


"Sepertinya kita bisa akrab karena hal itu, aku adalah Astarte von Belzebbub putra bungsu Keluarga Belzebbub."

__ADS_1


"Aku adalah Ana Cross hanya perempuan biasa tanpa status sosial yang tinggi."


"Salam kenal, aku adalah Ryu dan seperti yang kalian lihat aku adalah manusia."


"Giliran ku, aku adalah Zephyr dan kalian sudah tau aku adalah keturunan penghianat."


Kami berempat berbicara sambil pura pura tidak menyadari tatap jijik dari semua orang.


Pelajaran selanjutnya adalah praktik pertempuran.


.


.


.


Kami semua berkumpul di sebuah ruangan. di tembok terpajang senjata kayu mulai dari pedang, perisai, panah, tongkat sihir, dan Dagger.


Semua siswa mulai mengambil senjata masing masing, aku dan Zephyr mengambil sebuah pedang, Ana mengambil tongkat sihir, dan Astarte mengambil sebuah panah.


Seperti yang disebutkan sebelumnya sekolah ini menyediakan semua fasilitas secara lengkap, bagi pengguna pedang akan berduel dengan orang lain sedangkan pemanah dan penyihir akan diberi sasaran tembak yang bergerak. Khusus untuk healer mereka akan berikan sebuah hewan yang sakit atau terluka untuk disembuhkan.


Saat ini aku sedang berduel dengan Zep.


"Kamu ingin aturan yang seperti apa?"


Zep bertanya kepadaku.


"Karena ini adalah latihan sebaiknya penggunaan sihir dan penguatan tubuh dilarang, meskipun aku sedikit dirugikan kalau melihat dari badanmu yang kekar itu."


"Haha! kau yang memintanya."


Zep menyerang lebih dulu dan aku bersiap untuk menghindar, apa yang terjadi selanjutnya adalah aku mengingat diriku saat sparing dengan Lucy.


Serangannya terlalu sederhana seperti tidak pernah diajari cara menggunakan pedang.


Aku menghindari serangan Zep dan langsung melancarkan serangan balik tapi dia berhasil menghindarinya.


Kami melakukannya selama beberapa saat dan berakhir dengan kemenanganku.


Kami berdua duduk di lantai sambil terengah engah karena kehabisan nafas.


Aku mengulurkan tanganku ke Zep untuk membantunya berdiri.


"Bagaimana kalau kita pergi dan melihat Ana dan Astarte?"


"Kelihatannya bagus."


Pertama tama kami pergi ke ruangan pemanah dan melihat Astarte sedang memanah dengan sangat cepat terlebih semuanya tepat 100 poin.


"Hebat.... dia menjadi keluarga Belzebbub bukan tanpa alasan."


Zep terkagun disamping ku, Astarte yang mendengarnya berbalik dengan wajah murung.


"Haha... memanah bukanlah simbol dari keluarga Belzebbub, keluarga kami adalah berseker."


"Kalau begitu kenapa kau menggunakan panah?"


"Yah aku juga ingin menggunakan kapak seperti yang lain tapi aku bahkan tidak memiliki kekuatan Belzebbub sejak lahir jadi aku tidak bisa menyerap kerusakan dan mengubahnya menjadi kekuatan."


"Sekarang itu menjelaskan kenapa putra dari keluarga Belzebbub berada di kelas C."


"Haha benar, mereka mengatakan kepadaku kalau aku akan diusir jika tidak bisa membangkitkan kekuatan ku setelah lulus."


"Kalau hal itu terjadi aku ingin menawarimu untuk ikut denganku sebagai petualang saat kita lulus nanti, jadi temui aku."


Zep yang mengatakan itu dan setelahnya ekspresi Astarte menjadi sedikit lebih cerah seperti melihat secercah harapan.


"Aku juga berencana untuk menjadi petualang setelah lulus."


Semuanya seketika melihat kearahku.


"Haha! bagus kalau begitu kita bisa membentuk party orang aneh!"


"Haha, bagaimana kalau kita ajak Ana sekalian?"


"Ide bagus."


Dan dengan begitu kami ke tempat Ana berlatih sihir, berbeda dengan sebelumnya yang mana Astarte menunjukkan kemampuan memanah yang luar biasa, apa yang dilakukan Ana sangat normal dan biasa saja bahkan jika bisa kukatakan Ana lebih buruk dari rata rata penyihir.


Kami mengamati dalam diam untuk beberapa saat karena takut mengganggunya dan setelah beberapa kali mencoba Ana menundukkan kepala.


"Huuhh ternyata tidak ada perkembangan."


Ana pergi duduk di pojokan untuk istirahat.


Kami menghampirinya seperti orang yang baru saja tiba.


"Ohh Ana! apa latihan mu sudah selesai?"


Astarte langsung berlari dan menyapa.


Ana dengan cepat menenangkan diri dan menyambut kami.


"Ohh teman teman, ahaha tidak ada perkembangan sama sekali."


"Jangan khawatir kita akan berada di sekolah ini selama 3 tahun jadi sampai saat itu kita akan belajar dan berlatih bersama."


"Benar, kami akan membantumu."


"Aku adalah pandai besi jadi aku akan membuatkan mu tongkat sihir yang sangat hebat."


Kami semua langsung melirik ke arah orang yang mengatakan itu, dan itu adalah Zephyr


"Apa? kenapa kalian melihat ku seperti itu?"


"Kupikir kau adalah pengguna pedang 2 tangan." itu adalah Ana


"Kupikir kau adalah tank." Itu adalah Astarte


"Kupikir kau adalah pengguna Knuckle." dan itu adalah aku.


"Ehh? kupikir kalian sudah tau karena kalian semua tau tentang garis keturunan ku!"


"Aku tidak tau."


"Aku juga tidak."


dan terakhir Astarte.


"Aku pernah dengar tapi yang ku tau hanya seorang iblis bertanduk satu mengamuk dan membantai banyak sekali orang tidak bersalah."


"Itu memang terjadi tapi hanya itu?"


sepertinya aku harus mencari buku yang menceritakan tentang si penghianat ini.


Kami melanjutkan pembicaraan sebentar sebelum bel pulang berbunyi, dan kami kembali ke asrama.


Tidak terasa 1 tahun berlalu.

__ADS_1


__ADS_2