
Sejak hari itu aku terus berlatih cara menggunakan sihir darah seperti yang disarankan pelayan.
Aku mencoba berbagai hal dan menemukan kalau tidak mungkin menggunakannya dalam wujud manusia ku.
Tapi di sisi lain aku bisa menggunakannya ketika aku dalam wujud vampir tapi tidak semudah itu.
Jika aku terlalu lama dalam wujud vampir aku perlahan lahan mendapatkan karakteristik vampir dan mulai ingin meminum darah seseorang.
Karena jika aku ingin menggunakannya aku harus melepaskan pelindung cahaya yang kupasang didalam di dalam diriku dan itu membuat ku gila.
Bahkan di beberapa kasus aku sudah melepaskan perubahannya tapi aku masih merasa sangat haus.
Sejujurnya aku sangat ingin bertanya kepada satu satunya vampir lain yaitu ibuku tapi setelah mendengar cerita itu kuyakin dia sangat membenci vampir.
Jadi aku merasa tidak enak untuk bertanya kepadanya.
Hari ini aku terbaring dikamar sambil memikirkan apa yang harus kulakukan kedepannya.
"Tok tok" ketukan pintu
"Ini aku Joey, aku ingin melaporkan sesuatu."
"Masuk."
Joey masuk ke kamar dan aku membawanya ke sebuah kursi di dekat jendela untuk duduk.
"Sudah lama tidak bertemu."
"Benar, kali ini aku mencari cukup dalam dan menemukan informasi yang cukup berharga. Aku ingin melaporkannya kepada tuan putri tapi dia belum pulang."
"Lucy mungkin masih latihan di suatu tempat, Laporan seperti apa itu?"
"Aku menemukan sebuah rune yang tertanam di sekitar lokasi Turnamen bintang putih, rune itu terlihat baru dan tidak tampak seperti rune pelindung."
"Setelah menelitinya aku menemukan kalau didalam rune itu mengandung sihir pemusnah massal."
"Rune itu terus menyerap energi sihir dan kemungkinan itu akan meledak dalam 1-2 minggu tepat saat turnamen bintang putih dimulai."
"Itu akan dihadiri oleh ketujuh pangeran iblis jadi sepertinya rune itu di pasang oleh orang yang berbeda dari yang pernah ku bicarakan dulu, karena jika itu meledak akan memberikan dampak kepada 7 pangeran iblis jadi mungkin tujuan orang ini adalah untuk membunuh semuanya dalam satu serangan."
"Apa kau tau cara menghentikan nya?"
"Sayangnya belum, aku berharap bisa melakukannya tepat waktu."
"Usahakan lah, Dan laporkan ini secepatnya kepada Lucy dia pasti bisa membantu."
"Baiklah."
"Dan apa kau menemukan petunjuk tentang yang lain?"
Aku tidak perlu menjelaskan siapa yang kumaksud dan dia langsung mengerti.
"Maafkan aku tapi saat ini aku terlalu fokus untuk meneliti rune jadi aku belum menemukan petunjuk yang jelas tentang keberadaan mereka, tapi aku tau kalau beberapa diantara mereka ada di Kekaisaran."
"Baiklah jangan terlalu memaksakan dirimu, dan aku yakin mereka semua masih hidup sekarang."
"Kau benar, Kalau begitu aku akan pergi melapor kepada yang mulia terlebih dahulu."
Joey meninggalkan ruangan.
Aku menatap bulan purnama, itu terasa sangat dekat.
.
.
.
Dihari pembukaan turnamen bintang putih.
Di sebuah arena raksasa yang akan menjadi tempat pertarungan kami.
Tempat ini sangat ramai karena semua orang dari seluruh penjuru Kekaisaran datang untuk menonton pertarungan antar sekolah.
Ini bukanlah pertarungan biasa karena pemenang dalam turnamen ini akan diberikan gelar bintang Kekaisaran dan kehidupannya akan terjamin seumur hidup.
Itu memang tidak terlalu berharga bagi anggota 7 pangeran iblis tapi tapi bagi yang lain ini akan sangat meningkatkan derajat mereka.
Karena ini berada di ibukota jadi kami tidak perlu pemandu dan bebas berkeliaran kemanapun kami mau dan akan berkumpul diwaktu yang ditentukan.
Saat ini kami berlima sedang berjalan jalan disekitar arena, kami bertiga menggunakan seragam warna hitam khusus peserta yang mewakili sekolah sedangkan Lucy dan Asta menggunakan pakaian normal.
"Bukankah ini tuan putri, suatu kehormatan bertemu dengan anda."
Di depan kami ada beberapa orang dengan pakaian merah, Pria paling depan adalah seorang pria dengan rambut hijau.
Dia terlihat seperti karakter penaklukan dalam sebuah otome game fantasi jadi intinya dia tampan.
"Senang bertemu dengan mu juga Edward Von Leviathan."
"Haha sangat disayangkan bahwa anda tidak berpartisipasi karena aku sangat ingin menaklukkan mu dan hatimu di dalam pertarungan."
Edward berniat memegang tangan Lucy tapi Lucy langsung mundur dan menjauhkan tangannya, wajah Edward langsung menjadi aneh.
"Pfft!"
__ADS_1
Seperti biasa orang yang tidak tau cara menahan diri mulai tertawa terbahak bahak.
Di tambah Pasangan di belakangku juga saling menempel dengan mesra membuat wajah Edward semakin menjadi jadi.
"Jadi mereka adalah perwakilan dari Ba'al Academy? mereka bahkan tidak memiliki sopan santun."
Tapi Edward dengan cepat menemukan kembali ketenangan nya dan memasang ekspresi pangeran lagi.
"Jangan seperti itu, aku yang meminta mereka untuk tidak bersikap formal kepadaku."
"Sepertinya kami akan memenangkan turnamen ini dengan mudah."
"Yah kalau begitu semoga beruntung, teman teman ayo pergi."
Kami semua meninggalkan Edward dan melanjutkan jalan jalan.
"Akan ku buat kau menjadi budakku."
Edwar berbicara sendiri dengan suara kecil jadi tidak ada yang mendengarnya.
.
.
.
kami semua duduk di kursi penonton karena sebentar lagi pertarungan pertama akan dimulai.
Berbeda dari turnamen seleksi kali ini setiap sekolah akan bertarung 3 vs 3 jadi dibutuhkan kerja sama tim yang baik untuk menang.
Kami menonton dan ternyata Edward yang kami temui tadi akan bertarung di babak pertama dan di sisi lain ada siswa orang sekolah berwarna abu abu.
Di arena ini ada juga yang namanya kursi VIP dan itu hanya berjumlah 7 kursi yang dibuat khusus untuk 7 pangeran iblis.
Dan sekarang ketujuh orang itu hadir dan duduk di sana.
Semuanya ditemani oleh dua kesatria yang terlihat sangat kuat kecuali Lucifer dia hanya ditemani oleh kepala pelayan Ron dan pelayan wanita yang kutemui di perpustakaan.
Pembawa acara mulai berbicara tentang turnamen ini kemudian mulai memperkenalkan para penonton VIP.
"Kita mulai dari yang menduduki kursi pertama mari kita sambut yang mulia Lucifer sang kesombongan!"
Saat pembawa acara menyebutkan nama mereka satu persatu mereka melambai, aku cukup bisa mengenali kekuatan mereka berdasarkan pengetahuan ku sebelumnya tentang iblis tapi tetap saja mereka semua adalah monster.
Yang membuat ku tertarik adalah Beelzebub karena dia adalah pria yang kekar dan penuh dengan otot, sangat berbeda dengan asta yang terbilang normal dan bahkan kurus jika dibandingkan dengan Beelzebub sendiri.
Dan juga ada Mammon dan Asmodeus karena hanya mereka wanita dari 7 pangeran iblis.
Terutama Mammon karena aku merasa dia memiliki keagungan yang berbeda dari yang lain, aku tidak bisa menjelaskannya tapi rasanya dia sedikit unik.
"Pertarungan pertama adalah pertarungan antara Luxen academy melawan Fibel academy! Siap! Mulai!"
Saat pertarungan dimulai Edward mengaktifkan kekuatan Leviathan.
"Segel sihir mereka"
Setelah itu mereka bertiga langsung maju secara bersamaan.
"Apa! aku tidak bisa menggunakan sihir!"
"Sialan!"
Siswa dari Fibel academy yang sihirnya disegel berusaha melawan tapi itu bukan tandingan bagi Siswa Luxen academy yang bisa menggunakan sihir.
Jadi pertarungan dengan cepat menjadi berat sebelah dan berakhir cepat dengan kemenangan Luxen academy.
"Itu cukup menyebalkan."
Aku bergumam.
"Kamu benar"
"Akan menyebalkan jika penyihir tidak bisa menggunakan sihir."
Zep dan Ana juga setuju dengan ku.
"Tapi menurut ku kita tidak perlu takut padanya."
Zep terlihat sangat serius sekarang.
"Jika kita berakhir bertarung dengan mereka serahkan saja kepadaku, mungkin kalian tidak tau tapi aku tidak menggunakan sihir bahkan tidak punya karena aku sendiri anti sihir."
"Ehh? jadi bagaimana caramu menggunakan penyatuan?"
"Yah itu memang dibuat berdasarkan konsep yang sama tapi keluarga ku selalu menjadi pengguna KI dan bukan mana karena itu seranganku tidak bisa diblokir dengan sihir."
"Aku belum pernah mendengarnya."
"Aku juga belum."
"Daripada membahas itu lebih baik mari kita lihat pertarungan selanjutnya."
Pertarungan terus berlanjut hingga masuk bagian kami untuk masuk.
.
__ADS_1
.
.
Dikursi VIP seorang pria duduk dengan keagungan seorang raja dan dimatanya meskipun terlihat lembut tapi itu adalah mata yang memandang rendah orang lain.
Rambut merahnya yang mekar seperti menunjukkan kebesarannya.
Dia adalah Lucifer.
Bahkan dia tidak membutuhkan kesatria untuk melindungi dirinya dan lebih memilih ditemani oleh pelayan yang siap untuk melayaninya.
Itu karena dia percaya jika di dunia ini tidak ada yang lebih kuat darinya.
Itu adalah prinsip yang dijunjung tinggi oleh keluarga Lucifer yang menganggap kekuatan adalah segalanya.
Jadi bagi keluarga Lucifer kehilangan kekuatan adalah kematian itu sendiri.
Lucifer melihat orang yang berdiri di dalam arena, dia adalah seorang anak manusia dengan rambut putih, Ryu.
Disampingnya adalah seorang pria besar dengan rambut ungu dan menggunakan tombak, Zephyr sang penghianat.
Dan belakangnya ada wanita berambut hijau yang berdiri dengan tangan terlipat dibawah dadanya dan itu membuat dadanya terlihat lebih besar.
Inti mana putriku hancur dan kehilangan semua kekuatannya tapi dia baik baik saja bahkan dia terlihat lebih ceria dari sebelumnya dan itu semua berkat anak anak ini.
Lucifer menatap ketiga anak ini dengan sangat serius dan setelah itu tatapannya beralih ke pria berambut ungu tapi itu hanya sesaat dan langsung beralih lagi ke wanita berambut hijau.
Ana cross seorang wanita biasa tanpa latar belakang tapi memiliki kekuatan sebesar itu, bahkan intelejen keluarga Lucifer tidak bisa menemukan informasi apapun tentang kekuatannya, bahkan orang tuanya hanyalah memilik toko roti sederhana.
"Selidiki segala sesuatu tentang wanita itu."
"Dimengerti."
Setelahnya pertarungan dimulai.
"Siap! Mulai!!"
Mereka semua maju secara bersamaan dan berbeda dari sebelumnya ini adalah pertarungan yang normal.
mereka semua hanya menggunakan peningkatan dasar dan fokus pada kerja sama tim.
Zephyr menjadi tank sedangkan Ryu bertugas melancarkan serangan balik di sisi lain Ana cross memberikan dukungan dari belakang.
Berdasarkan laporan yang kuterima, mereka bertiga selalu menghancurkan sesuatu ketika bertarung tapi ini diluar ekspektasi karena mereka semua bertarung dengan normal.
Ini kerja sama yang sangat baik dimana Zephyr menahan musuh dilanjutkan dengan serangan sihir dari Ana cross yang membuat musuh terhempas kemudian Ryu akan maju dan menebas musuh dengan sangat cepat.
dan pertarungan berakhir.
Saat pertarungan berakhir Lucifer berbalik.
"Bagaimana kondisi saat ini?"
Kali ini pelayan wanita yang menjawab.
"Situasi saat ini masih terkendali dan sepertinya prediksi orang itu cukup akurat jadi anda bisa tenang."
"Cukup bagus, lakukanlah aku tidak ingin terjadi kekacauan ketika aku berada di sini."
"Dimengerti."
.
.
.
"Pertarungan yang hebat seperti biasanya."
Lucy dan Asta menyapa kami setelah keluar dari arena.
"Sangat menyebalkan harus menahan diri seperti itu."
Ana mulai mengeluh seperti biasanya, Asta mendekat dan mulai menghiburnya.
Aku sangat tidak yakin tentang kepribadian Ana karena itu sangat acak dan terus berubah, saat berbicara kepada orang lain dia selalu menggunakan kata "sampah" atau "rendahan" tidak peduli siapa itu.
Bahkan kepada wali kelas kami sendiri dan itu selalu berakhir dengan pertengkaran.
Saat berbicara kepada kami dia bersikap seperti gadis normal dan tanpa dosa.
Dan itu berubah lagi ketika bersama Asta, dia langsung terlihat seperti anjing yang jinak dan sangat manja.
itu mengingatkan ku pada orang tertentu sejujurnya.
"Tapi bukankah tadi cukup keren? kau tau kita bertarung dengan kerja sama yang cukup baik."
"Kamu benar, itulah tujuan kita menahan diri dan aku tidak ingin memperlihatkan kekuatan ku pada orang sebanyak ini karena tidak tau mana yang nantinya akan menjadi musuh."
Aku benar benar tidak merasa nyaman mengeluarkan kekuatan ku disana karena seluruh mata penguasa tertuju kepadaku.
"Baiklah bagaimana kalau kita pergi jalan jalan?"
Lucy menawarkan dan kami akhirnya pergi ke kota untuk merayakan kemenangan pertama kami.
__ADS_1