
Aku berlari kearah sumber sihir itu saat sampai disana hanya ada mayat prajurit dimana mana.
Di depanku berdiri sosok pria dengan aura malaikat disekelilingnya.
Dibelakangnya ada istana yang sudah hancur dan juga ada lebih banyak bandit disana yang jelas bandit ini terlihat sama kuatnya dengan pria yang sebelumnya kulawan.
Mereka semua menggunakan pakaian yang sama yaitu pakaian tahanan penjara jadi kemungkinan mereka semua adalah bandit yang ditahan didalam istana.
Ada puluhan diantara mereka dan pria itu sangat kuat, aku mungkin bisa menang jika bertarung satu lawan satu tapi jika para bandit itu ikut bertarung aku akan sangat kesulitan.
Aku bertanya tanya apa yang harus kulakukan sekarang apakah harus maju sekarang atau menunggu Zep dan yang lainnya.
Aku hanya berdiri ditempat dan pria itu juga hanya berdiri disana.
Aku mengeluarkan kedua pedangku untuk berjaga jaga jika harus melawan mereka semua sekaligus.
Pria itu merespon dengan mengeluarkan pedangnya kemudian berjalan beberapa langkah kedepan.
"Hanya kau sendiri? aku mendengar kalau kau selalu bersama dengan seorang pria berambut ungu dan wanita dengan rambut hijau."
Darimana dia pernah mendengar tentang ku? yah aku cukup terkenal di ibukota jadi mungkin saja itu sampai ke telinga para bandit.
"Sepertinya aku datang tepat waktu."
Zep muncul sambil dipenuhi dengan darah, sepertinya itu darah para bandit yang dibunuh olehnya.
"Hati hati orang ini cukup kuat."
"Aku tau."
Sekarang kami berdua sudah bersama jadi aku sedikit lebih percaya diri sekarang.
"Haaa!"
Sebuah teriakan terdengar dibelakang ku diikuti dengan sebuah ledakan.
Saat asap hilang seseorang berdiri dihadapan bandit itu.
Itu adalah orang yang kulihat sebelumnya dan saat ini mereka berdua sedang beradu pedang.
Bandit itu mendorong pedangnya membuat pria itu mundur.
"Aku akan melawan pria itu kalian tolong tahan bandit yang ada dibelakangnya."
Aku tidak menjawabnya dan malah melirik kearah Zep karena aku cukup tau kalau pemimpin bandit ini kuat dan tidak mungkin pria ini bisa mengalahkannya.
"Kau bantu dia, aku akan menahan yang lainnya."
"Baiklah."
"Ambil ini."
Zep melemparkan dua pedang kearahku itu adalah pedang berwarna hitam dan putih.
Itu adalah pedang yang hebat.
"Aku akan menjelaskan betapa hebat pedang itu nanti."
"Tidak perlu, aku tau kalau ini adalah pedang yang luar biasa."
"Ayo mulai."
Pria yang berdiri disamping ku berbicara dan kami menggunakan penyatuan.
__ADS_1
Pria itu juga menggunakannya dan sekarang armornya menjadi lebih kompleks dan berubah menjadi full armor.
Pemimpin bandit sepertinya akan serius juga karena kekuatan sihirnya meledak dan berkumpul dibelakangnya dalam bentuk sayap.
"Sebelum itu aku ingin tau dimana wanita berambut hijau yang selalu bersama kalian?"
"Kenapa kau mencarinya?."
"Kalau aku menjawab apa kau akan menjawab pertanyaanku juga?"
"Sepertinya tidak."
"Ya terserah lah aku hanya perlu menangkap kalian untuk memancingnya keluar."
Kami semua diam menandakan pertarungan akan segera dimulai.
Kami berdua menyerang secara bersamaan kearah bandit dan bandit melakukan hal yang sama.
Puluhan bandit dibelakangnya juga ikut maju.
Aku menyerang dengan dengan satu pedang karena itu lebih seimbang daripada menggunakan dua pedang sekaligus.
Dan lagipula sekarang aku merasa kalau sihir cahayaku sudah sangat lemah jika dibandingkan dengan sihir kegelapan milikku.
apalagi sihir cahaya tidak berguna melawan melawan malaikat yang menggunakan sihir cahaya juga.
Meskipun tanpa komunikasi kami bisa bertarung dengan kerja sama yang cukup baik dimana salah satu dari kami akan menyerang terlebih dahulu untuk membuat celah kemudian yang lain akan menyerang dengan memanfaatkan celah itu.
Tapi sayangnya bandit itu sangat lincah jadinya dia bisa menghindari sebagian besar serangan kami disaat terakhir.
Kami terus bertarung, beberapa kali bandit akan mencoba untuk ikut campur tapi kepalanya akan langsung melayang sebelum mencapai kami karena serangan Zep.
Karena itu kami bisa fokus melawan pemimpin mereka dengan kekuatan penuh.
Seperti yang diharapkan dari malaikat dia bisa menggunakan sebuah tombak cahaya seperti yang sebelumnya meskipun cukup lemah jika dibandingkan.
Yang berbahaya adalah tombak itu sangat cepat jadi itu sudah mendarat sebelum kamu bisa merasakannya.
Yah itu bukan masalah besar bagiku karena sudah berlatih untuk mengantisipasi hal ini.
Tapi ini membuatku mengingat kembali buku sejarah yang pernah kubaca dimana manusia dan iblis harus bekerja sama untuk melawan para dewa.
Disana disebutkan bahwa prajurit para dewa adalah malaikat tapi aku tidak menyangka jika salah satunya saja sudah sekuat ini.
Jika sosok sekuat ini berjumlah jutaan bagaimana bisa manusia dan iblis bisa bertahan.
Apalagi sekarang manusia menyembah dewa yang artinya ada kemungkinan mereka bekerja sama.
Berhenti memikirkan itu aku melompat ke belakang dan menembakkan tombak darah kearah malaikat itu.
Keduanya saling bertabrakan dan tombak milikku maju sebagai pemenang dan mengenai bahu malaikat itu.
Setelah meneliti cukup lama sihir darah tidak cukup kuat dalam hal kekuatan tapi sangat mematikan dalam hal lain.
Contohnya racun yang sangat mematikan, kamu bisa membayangkan apa yang terjadi jika racun yang sangat mematikan mengalir di dalam darahmu.
Bisa juga digunakan untuk menciptakan situasi dimana orang yang terkena serangan ini akan memiliki darah yang berlebihan didalam tubuhnya yang akan membuatmu hancur.
apalagi semua makhluk hidup di dunia ini memiliki darah di dalam tubuh mereka dan jika mereka mengeluarkan darah itu dengan cara lain mereka akan tetap mati karena kehabisan darah atau racun yang masih mengalir di dalam tubuhnya.
Aku sendiri merinding saat melatih sihir ini kepada monster.
Tapi sihir ini selalu membuatku sangat lelah dan mengantuk setelah menggunakannya dan ternyata jawabannya ada pada media sihir itu sendiri.
__ADS_1
Normalnya sihir akan aktif jika kita memanipulasi mana dilingkungan sesuai dengan unsur roh agung tapi tidak ada yang namanya roh agung darah jadi apa yang diperlukan untuk mengaktifkan sihir ini?
Yap itu adalah darah, sihir ini memerlukan darah sebagai media untuk mengaktifkannya jadinya jika aku menggunakannya itu akan mengurangi jumlah darahku dan jika terus dilakukan aku akan mati karena kekurangan darah.
Hmm jadi aku berfikir, bagaimana jika aku menggunakan darah orang lain sebagai media? aku mencoba melakukan beberapa eksperimen yaitu menggunakan darahku, darah orang lain, dan darah monster.
Dibandingkan semuanya yang terbaik adalah darah monster karena jika aku menggunakan darah monster beracun sebagai media maka racun tersebut akan langsung tergabung dalam atribut sihir ku.
Aku mengumpulkan banyak darah monster berbahaya di dalam cincin dimensi ku jadi aku bisa memanfaatkannya.
Sedangkan darah iblis itu cukup bersih jadinya kurang mematikan tapi yang bagus darinya adalah hal itu bisa didapatkan dimana saja bahkan dari musuhku sendiri.
Jadinya aku hanya perlu menggunakan darah mereka sebagai media untuk mengaktifkan sihir yang akhirnya akan membunuh diri mereka sendiri.
Keunggulan lainnya adalah sihir ini tidak membutuhkan banyak mana dan tenaga dalam penggunaannya selama ada darah disekitar.
Dan sekarang ada darah dimana mana karena sedang terjadi perang.
Malaikat itu muntah darah.
Dia mundur kemudian menatap ku dengan sangat heran seperti tidak memahami apa yang terjadi.
Tanpa membiarkan dia berfikir aku melancarkan serangan lain.
Darah yang dia tumpahkan berubah menjadi puluhan duri tipis dan menusuk tubuhnya dari bawah.
Malaikat itu tertusuk dengan telak dan dipenuhi dengan duri yang tertancap diseluruh tubuhnya sampai terlihat seperti landak.
Malaikat itu muntah darah sekali lagi sebelum darah itu mencapai tanah itu sudah berubah menjadi tombak dan langsung menusuknya tepat dibagian perut.
Tidak melewatkan kesempatan ini Pria tadi maju dan melancarkan serangan akhir dengan tebasan kuatnya.
Itu hanya satu tebasan tapi membuat malaikat itu tercincang menjadi beberapa bagian kemudian berubah menjadi partikel cahaya dan menghilang.
Disekitar masih cukup banyak bandit dan masih ada puluhan dari mereka yang berkeliaran disekitar kota untuk membuat kekacauan.
Yah itu adalah tugas ksatria jadi aku duduk ditanah.
Meskipun tidak selelah yang sebelumnya tapi itu masih memerlukan kontrol yang sangat baik untuk menggunakannya jadi aku cukup lelah.
Para bandit yang tadinya berkumpul disekitar kami mulai berlarian dengan panik berusaha untuk kabur.
Zep juga datang kearahku dan ikut duduk dengan lelah.
Sedangkan pria itu sudah menghilang mungkin pergi untuk menyerang para bandit.
Setelah pertarungan panjang ini berakhir aku menjadi sedikit tenang tapi itu tidak bertahan lama.
Aku baru menyadari kalau ternyata ada makhluk lain yang menuju kearah kami.
Itu cukup kuat.
Tanpa menebak pun aku sudah tau apa itu karena itu sudah masuk dalam sudut pandangku.
Ada puluhan wyvern yang terbang kearah kami dan bahkan ada monster lain di darat.
Aku baru teringat sesuatu yang kulupakan!
Ada dua hal yang menghilang yaitu monster dan bandit.
Bandit sudah muncul jadi yang menjadi pertanyaan adalah monster yang diam dari tadi.
Dan itu datang seperti banjir disaat kami semua sedang kelelahan.
__ADS_1