
Aku akan meringkas apa yang terjadi dalam beberapa hari ini.
Setelah kejadian itu Turnamen langsung dinyatakan selesai dan sebagai kompensasi dan hadiah kami berempat diberikan gelar bintang Kekaisaran jadi sekarang jika kami ingin pensiun kehidupan kami akan dijamin.
Ketujuh pangeran iblis langsung mengadakan rapat darurat untuk membahas masalah ini.
Itu bukan urusan ku jadi aku tidak peduli apa yang mereka rencanakan jadi kubiarkan mereka menanganinya dan aku fokus ke kehidupanku sendiri.
Sehari setelah turnamen kami berkumpul di kediaman Lucy di sekolah.
Aku mendengar laporan Joey tapi anehnya ternyata dia tidak melakukan apapun terkait bom atom hidup itu yang dia hancurkan hanya rune yang terpasang di ibukota dengan bantuan keluarga Lucifer.
Jadi yang menghancurkan sisanya adalah pria berambut ungu itu.
Berbicara tentang iblis berambut ungu aku teringat seseorang dan aku melirik kearah orang itu.
"Apa? Dia bukan ayahku dan aku tidak mengenalnya."
Itulah yang dia katakan, aura yang mereka pacarkan sangat mirip jadi aku langsung berfikir kalau itu adalah ayahnya tapi jika bukan maka itu pasti adalah kerabatnya yang jauh.
Karena suasana ibukota sedang tegang makanya jalan jalan dikota pun jadi tidak menyenangkan.
Jadi kami hanya melakukan urusan masing masing dan aku fokus latihan sekarang mengingat betapa menyedihkannya aku waktu itu.
Aku bertekad untuk menghancurkan seven arc angel tapi perbedaan kekuatan kami terlalu jauh.
Tidak terasa hari kelulusanpun datang.
Kepala sekolah berpidato ini dan itu diatas podium tentang betapa membanggakannya kami dan kami akan memiliki kehidupan yang cerah setelahnya dah lainnya aku tidak peduli.
Kami semua berkumpul di sebuah restoran mewah.
"Bersulang!!"
""Bersulang!!""
Kami menabrakkan gelas kami dengan keras sampai beberapa minuman tumpah keatas meja.
"Tidak terasa sudah 3 tahun kita bersama!"
Zep berbicara duluan sambil meneguk anggur miliknya.
"Benar, itu terasa sangat singkat tapi itu sangat menyenangkan."
"Ryu dan Zep tidak perlu ditanya lagi tapi bagaimana dengan kalian berdua?"
Lucy bertanya kepada Asta dan Ana.
"Aku? aku dan Ana akan bertunangan jadi aku tidak ingin ketempat yang terlalu berbahaya bagaimanapun dimasa depan kami akan memiliki anak."
"Fufu aku juga ingin menikah denganmu setelah lulus tapi aku tidak ingin mempunyai anak."
Semua orang membeku bahkan gelas yang dipegang Zep jatuh ke lantai.
"Umm Ana tunggu sebentar, kenapa kamu ingin menikah dengannya tapi tidak ingin memiliki anak?"
Lucy membuka mulutnya lebih dulu.
"Sederhana, jika aku memiliki anak diusia muda anakku kemungkinan anak jatuh cinta kepada suamiku yang tampan ini dan suamiku akan jatuh cinta kepada anakku sendiri yang sangat cantik karena dia adalah anak dari aku yang sangat cantik ini dan aku yang sudah mulai tua akan berakhir ditinggalkan, seperti itu jadi... aku akan melahirkannya nanti setelah aku puas bermain dengan suamiku."
Pemikiran miring macam apa itu!?
"Begitu, semoga cepat sembuh."
Semua orang menganga karena tidak percaya, yang benar saja karena angka kelahiran iblis itu cukup rendah jika dibandingkan dengan manusia jadi bisa melahirkan anak saja sudah menjadi anugerah bagi iblis tapi orang ini tidak ingin memilikinya.
"Ryu kamu memang ingin menjadi petualang tapi apa rencanamu setelah itu?"
"Aku ingin mencari semua rekanku dan menurut informasi Joey dan Aria setidaknya ada satu orang yang masih ada di Kekaisaran."
"Aria siapa!? Tidak bukan itu, jadi kamu akan kembali ke Kekaisaran manusia?"
__ADS_1
"Daripada disebut kembali aku lebih suka disebut pergi karena aku hanya ingin mencari rekan ku dan kemudian kembali kesini."
"Itu bagus karena disini adalah rumahmu sekarang jadi kembalilah kapanpun kamu mau. Dan Zep apa alasanmu menjadi petualang?"
"Tidak ada, aku kesini karena ayahku yang memintanya dia hanya berkata Pergilah dan takdir akan menuntunmu Sesuatu seperti itu."
"Kau pasti diusir."
"Kasihan sekali."
"Sabar."
"Tidak ada yang seperti itu!! Ayahku berkata kalau waktu untuk bersembunyi sudah berakhir jadi dia memintaku untuk pergi dan menjadi petualang adalah pilihan ku sendiri karena terdengar keren."
"Tapi aku akan pergi ke Kekaisaran manusia, bagaimana caramu ikut kesana atau kita akan berpisah saat itu?"
"Jangan khawatir tentang itu, keluarga ku sudah menjadi buronan selama 10.000 tahun dan tidak pernah tertangkap karena kami sangat ahli dalam sihir ilusi dan penyamaran contohnya seperti ini."
Zep mengeluarkan sebuah kalung dan menggunakannya.
Setelah itu wujudnya langsung berubah menjadi raja iblis Lucifer.
Meski wujudnya berubah kami masih bisa membedakannya karena aura yang mereka pancarkan berbeda tapi setelah Zep merapalkan mantra lain bahkan aura yang mereka pancarkan pun sangat identik.
"Bagaimana mungkin..."
"Itu belum seberapa aku juga bisa menyamar menjadi wanita."
Sekarang bahkan suaranya sangat mirip dengan Lucifer jadi rasanya sangat canggung.
"Lihat ini."
"Henshin!"
Asap muncul menutupi kami semua dan saat hilang sekarang ada dua Lucy dimeja ini.
"Kalian bisa membedakannya?"
"Kukuku bahkan aku meniru tubuhnya dengan sempurna jadi aku bisa menjadi Lucy yang asli kapan pun aku mau, meskipun cukup sulit meniru kepribadian seseorang jika aku tidak mengenalnya, ahh!"
Zep berteriak seperti mengingat sesuatu.
"Sobatku Ryu kau mau melihatnya?"
"Apa yang kau maksud?"
"Itu... maksudku tubuh tuan putri kita."
"A-apa yang kau katakan!?"
Bukannya aku tidak mau tapi orang bodoh ini berbicara tanpa melihat situasinya.
"Hehe ku anggap itu sebagai jawaban."
Zep mulai mengangkat roknya.
"Gulp!"
Aku menelan ludah meskipun tidak mau tapi siapa yang akan menolak jika ada kesempatan.
"Waaah!"
Zep dan kami langsung menunduk, setelah itu sebuah tebasan pedang lewat tepat diatas kepala kami.
"Crush!"
Pertama suara kaca pecah dan setelah itu seluruh restoran terpotong dan ambruk menjadi sebuah runtuhan.
"Lakukan itu dan aku akan membunuhmu sekarang."
Lucy tidak peduli dan mengangkat pedangnya sambil berjalan kearah Zep yang masih menunduk dengan wajah Lucy.
__ADS_1
Meskipun disana tidak ada kekuatan sihir tapi niat membunuhnya sangat jelas sampai membuatku merinding apalagi sekarang dia menggunakan KI seperti yang digunakan Zep.
"Maafkan aku! aku salah!"
Lucy tidak menghentikan niat membunuhnya dan berhenti di depan Zep yang masih bersujud.
"Permintaan maaf ditolak, sebaiknya jangan mengulanginya di kehidupanmu yang selanjutnya."
Lucy mengangkat pedangnya keatas, pedang itu dipenuhi dengan niat membunuh sampai aku bisa membayangkan kepala Zep terbang bahkan sebelum itu diayunkan.
"Tch jangan pikir aku diam saja!"
Zep menggunakan penyatuan dan mengeluarkan tombaknya.
"Hooh, bukan cuma menolak menerima pengampunan tapi kamu bahkan berani menyerang kembali."
"Inti manamu hancur jadi jangan pikir kamu bisa mengalahkanku."
"Zep berhenti!"
Aku berusaha menahannya tapi Kedua orang itu sudah mengayunkan senjata mereka dan menciptakan sebuah ledakan.
Debu menghalangi penglihatan ku jadi aku tidak bisa melihatnya dengan jelas tapi setelah debu itu menghilang hanya ada satu orang yang berdiri disana, itu Lucy.
Dan pihak lain sudah berada disebrang jalan setelah menghancurkan kios milik orang lain.
Zep bangkit meskipun disana tidak ada luka tapi di Armor nya ada sebuah garis panjang dibagian dada jika itu lebih dalam dia akan mati karena luka fatal.
Zep menyerang dengan kedua tombaknya sambil menggunakan sihir ilusi yang membuatnya terlihat seperti melancarkan ribuan serangan sekaligus.
Lucy juga mengayunkan pedangnya beberapa kali itu normal dan masih bisa dilihat oleh mata.
Setelah beberapa saat Zep melompat mundur dengan tatapan terkejut.
Armor nya pecah berkeping keping kemudian menghilang.
"Kuberi dua pilihan ingin mendapatkan goresan atau memar sebagai hadiah?"
"Tidak keduanya."
Zep maju sambil menyiapkan tombaknya sebaliknya Lucy menyimpan pedangnya kemudian menyiapkan tinjunya.
Zep menyerang dengan kecepatan yang luar biasa tapi Lucy hanya bergerak sedikit kesamping dan mengayunkan tinjunya dan setelah itu Zep terhempas sekali lagi dan menabrak kios lain.
"Kuak! uhuk uhuk."
Cairan keluar dari mulutnya diikuti dengan batuk.
Lucy maju sambil menyiapkan pedangnya.
"Hiik maafkan aku! maafkan aku! maafkan aku!"
Zep hanya bisa bersujud sambil meminta maaf.
"Permintaan maaf diterima."
"Hahh kupikir aku akan mati."
Setelah itu kami pindah ke restoran lain karena yang sebelumnya sudah hancur dan semua tagihan sekali lagi jatuh ke tangan keluarga Lucifer.
"Pembohong! kau pembohong! kau bilang inti manamu sudah hancur tapi kenapa kau bisa sekuat itu!?"
"Sayangnya inti manaku benar benar hancur dan ini sangat jauh dari kekuatan penuhku dimasa lalu."
"Geh!"
Aku sendiri sangat terkejut ternyata dalam waktu singkat Lucy sudah menjadi sekuat ini padahal saat itu dia terlihat sangat rapuh.
"Tapi ini adalah kabar baik kalau Lucy sudah sekuat itu jadi kami bisa pergi tanpa rasa khawatir."
"Tapi itu tidak menjadi alasan untuk kabur dari pekerjaanmu untuk waktu yang lama jadi cepatlah kembali."
__ADS_1
"Aku akan mencarinya secepat mungkin."