MONOCHROME : Choice Of Destiny's

MONOCHROME : Choice Of Destiny's
Bab 21 Reuni


__ADS_3

Setelah turnamen kami semua memutuskan untuk berjalan jalan dikota.


Tidak ada tujuan khusus, kami hanya ingin berjalan jalan itu saja.


"Hei kalian sudah mendengar kabarnya?"


Yang mulai berbicara adalah Lucy, kami semua berbalik karena penasaran.


"Aku mendengar kabar bahwa belakangan ini manusia lebih aktif diperbatasan bahkan sekarang sudah ada beberapa desa yang dijarah oleh mereka, aku curiga kalau mereka sekarang sedang mempersiapkan perang suci lagi."


"Aku pernah membaca tentang perang suci di sebuah buku tapi aku tidak tau detailnya."


"Aku juga belum pernah mengalaminya secara langsung tapi itu terjadi saat aku masih kecil, itu sangat parah."


"Dulu memang perang itu memiliki alasan yang jelas itu karena kedua belah pihak ingin memperluas kekuasaan, tapi sekarang kami para iblis sudah tidak berniat melakukan itu."


"Jadi sekarang ini adalah pernyataan perang sepihak oleh manusia, alasan mereka pun hanya karena mereka menganggap iblis itu makhluk jahat dan harus dihilangkan. Seperti yang kamu tau ini adalah ajaran dari gereja Rebecca."


"Kami tidak ingin terlibat tapi jika melakukan itu manusia akan terus menyerang dan membunuh tanpa pandang bulu, jadi kami tidak punya pilihan selain melawan."


Lucy terus bercerita dan terlihat lelah.


"Yah tapi karena 7 pangeran iblis belum membuat pergerakan jadi situasinya mungkin masih terkendali, jadi kita tidak perlu melakukan apapun."


Kami terus berjalan tanpa tujuan yang jelas.


Saat kami sudah ada disekitar daerah kumuh aku melihat ada beberapa orang yang sedang mengangkat sebuah box kayu besar dan di leher mereka ada kalung pengekang sihir.


"Siapa orang orang ini?"


Aku bertanya karena cukup jarang melihat manusia di daerah iblis.


"Seperti yang kamu duga, mereka adalah budak manusia. Kekaisaran bukanlah surga, kami tidak membenci manusia bukan berarti kami menyukainya."


Kami berjalan melewati mereka tapi aku langsung berbalik.


"Tunggu!"


Aku berteriak kearah salah satu budak dan menghentikan nya.


Aku memutar tubuhnya dan melihat lihat wajahnya lebih dekat.


"Hei! jangan menyentuh budak orang lain seenaknya!"


Orang yang tampaknya pemilik budak ini mulai marah tapi aku mengabaikannya.


"K- kamu jo kan? apa kamu mengingat ku?"


Aku bergetar setelah menyadari siapa orang yang ada di depan ku, wajahnya memang pucat dan kurus tapi aku mengenali wajah ini.

__ADS_1


Matanya yang mati mulai melihat kearahku dan menjatuhkan Box yang dia bawa.


"K- ketua?"


"Ya! kamu mengingatku, aku sangat senang kamu selamat!"


"Ya... meskipun aku berakhir sebagai budak tapi setidaknya aku masih hidup."


Meskipun sangat kurus tapi dia terlihat cukup ceria bahkan mentalnya terlihat baik baik saja.


"Haha kamu terlihat sehat, aku berencana mencari kalian tahun depan tapi aku tidak menyangka kita akan bertemu secepat ini. Tunggu aku akan melepaskanmu segera."


Aku berbalik untuk mencari pemilik budak untuk memintanya melepaskan Joey tapi aku tidak menemukannya dimanapun.


Aku mencari kesebuah gang dan disana dia sedang bersama Lucy.


"Ini kontrak dengan tanda tanganku, aku belum mengisi bagian nominalnya jadi kamu isi sendiri dan kirimkan ke keluarga Lucifer, jadi lepaskan budak yang tadi."


"Terima kasih banyak tuan putri!"


Pria itu bersujud kearah Lucy dengan dahi menyentuh tanah.


"Tapi jangan berlebihan."


"Tentu saja!"


"Ayo bawa dia pulang."


"Terima kasih."


Kami semua pulang ke rumah sambil membawa Joey.


.


.


.


Setelah Joey membersihkan diri dan makan kami semua duduk di kamar Lucy agar orang lain tidak mendengar percakapan kami.


"Bagaimana kau bisa berakhir menjadi sebuah budak?"


"Ahh sejujurnya saat aku terbawa longsoran salju aku langsung pergi ke desa terdekat tapi karena itu masih sangat jauh dan semua persediaan kita hilang aku jatuh pingsan."


"Aku ditemukan oleh sekelompok manusia yang tinggal diperbatasan, pekerjaan mereka adalah menjarah iblis yang mendekat."


"Aku membantu mereka karena merasa berhutang budi dan aku juga mengumpulkan informasi disana."


"Sayangnya beberapa saat yang lalu kami menyerang desa iblis diperbatasan karena perintah gereja tapi kami tertangkap dan berakhir dijadikan budak."

__ADS_1


"Ketua. apakah kamu tidak membenci gereja?"


"Itu tidak perlu dipertanyakan, jika bisa aku ingin menghancurkan mereka saat itu juga tapi aku masih terlalu lemah jadi saat ini aku sedang mengumpulkan kekuatan sambil mencari kalian semua jadi kita bisa membalas mereka bersama sama."


"Ketua..."


Dia benar benar menangis sekarang.


"Daripada itu, bagaimana kalau kita berbagi informasi sekarang? aku yakin kau mengetahui beberapa informasi tentang situasi ini."


"Kamu benar, aku mengumpulkan beberapa informasi yang cukup bagus meskipun beberapa masih merupakan tebakan ku sendiri."


"Pertama aku ingin memperingatkan kalian, sebaiknya berhati hati karena sepertinya pengaruh gereja, tidak mungkin lebih cocok menjadi pengaruh dewi Rebecca sudah mempengaruhi Kekaisaran iblis."


"Apa alasan kamu mengatakan itu? harusnya iblis tidak mempercayai para dewa."


"Itu memang benar tapi mereka tetaplah mahluk yang menginginkan kekuatan dan kekuasaan jadi aku berfikir bahwa mungkin dewi muncul didalam mimpi mereka atau sesuatu dan menawarkan kekuatan."


"Bukti lainnya adalah keluarga Belzebbub yang harusnya menjaga perbatasan sekarang diam padahal manusia sangat aktif belakangan ini."


"Mungkin mereka berniat menghancurkan keluarga Lucifer dari belakang ketika perang pecah."


"Ada informasi yang penting lainnya, Aku mendengar ada manusia yang semakin kuat belakangan ini dan kekuatan suci mereka meningkat sangat pesat, mereka mengaku mendapatkan kekuatan dari dewi Rebecca."


Aku sangat terkejut karena ada banyak sekali informasi yang dia berikan, bahkan aku tidak bisa mengelolanya satu persatu.


"Karena perbatasan sudah longgar sebaiknya kalian semua berhati-hati, mungkin saja sudah ada manusia yang menyusup kedalam Kekaisaran."


"Jadi semua ini direncanakan oleh gereja kan? Bukankah sangat bagus jika kita menghancurkan rencana mereka sebagai langkah pertama untuk balas dendam?"


"Bagus, aku akan lebih mudah mengumpulkan informasi karena sekarang aku sudah bebas."


"Aku tidak cukup pintar untuk membuat sebuah rencana jadi kuserahkan bagian itu padamu."


"Serahkan padaku."


Kami semua ada diruangan ini tapi hanya aku dan Joey yang berbicara, Lucy dan Zep sibuk dengan makanan mereka sedangkan untuk kedua bucin ini seperti biasa mereka tenggelam kedalam dunia mereka sendiri.


Sejak saat itu Joey selalu bepergian untuk mengumpulkan informasi dan sesekali akan kembali dan melaporkannya kepadaku dan Lucy karena sekarang di juga menjadi bawahannya.


Kami juga mengajarinya cara menggunakan penyatuan agar dia bisa menjaga dirinya diluar sana.


Secara mengejutkan Joey memiliki afinitas yang tinggi dengan elemen angin jadi dia dilatih langsung oleh Ana.


Meskipun Ana terus mengoceh tentang melatih cecunguk atau sampah tapi dia tetap melakukannya.


Disi lain Lucy melakukan tindakan berdasarkan informasi yang diberikan Joey kepadanya.


Hingga tiba saatnya untuk turnamen bintang putih.

__ADS_1


__ADS_2