MONOCHROME : Choice Of Destiny's

MONOCHROME : Choice Of Destiny's
Bab 17 Turnamen Seleksi


__ADS_3

Hari ini setelah pulang dari academy aku ke tempat Lucy untuk melanjutkan latihan pedang untuk persiapan turnamen seleksi.


Setelah latihan kami minum teh lagi seperti biasanya, belakangan ini aku lebih sering berkunjung karena Lucy saat ini tidak sebanding dengan yang dulu.


"Terima kasih."


"Untuk apa?"


"Karena kamu sudah peduli padaku, kamu pikir aku tidak sadar kalau utusan dewa kematian adalah kesatria ku sendiri?"


"Kenapa kamu bisa mengetahui itu? padahal aku tidak pernah memberitahu mu bahwa aku bisa menggunakan penyatuan."


"Itu mudah.... Armor hitam legam dan pilar kegelapan yang menelan segalanya itu adalah karakteristik dari pahlawan agung Ba'al. Dan menurutmu seluruh Kekaisaran akan heboh hanya karena kematian seorang baron?"


"Jadi mereka curiga kalau Ba'al telah bangun dari tidur panjangnya atau sesuatu seperti itu?"


"Benar."


"Hmmm sekarang aku harus berfikir dua kali untuk menggunakan kekuatan ini selama turnamen, tapi aku tidak akan bisa menang melawan Zep jika hanya menggunakan afinitas cahaya."


"Kamu harus menang dan gunakan semua kemampuanmu tidak perlu disembunyikan, dan aku akan lebih aman jika mereka tau kalau aku dilindungi oleh keturunan dari pahlawan agung."


Aku memang dirugikan jika aku memperlihatkan kartu AS ku tapi sepertinya itu tidak bisa dihindari melihat situasinya dan musuh juga akan lebih waspada jika mengetahui kekuatan ku sehingga keamanan Lucy lebih terjamin.


"Turnamennya satu minggu lagi jadi aku harus bekerja keras."


"Semangat yang baik."


Dengan itu kami melanjutkan pembicaraan.


.


.


.


Satu minggu kemudian, Turnamen dimulai.


16 Siswa yang terpilih akan bertarung 1 vs 1 dengan sistem eliminasi.


Semua siswa yang terpilih berasal dari tahun kedua karena turnamen bintang putihnya dilaksanakan tahun depan, dan alasan kenapa tidak ada siswa tahun pertama karena potensi mereka belum terlihat dengan jelas dan sudah pasti siswa tahun kedua memiliki lebih banyak pengalaman.


Tahun ini total siswa yang terpilih adalah 8 kelas S, 5 kelas A dan 3 kelas C.


Saat ini kami semua sedang melihat vector turnamen dan sepertinya aku bisa bertemu dengan Zep atau Ana di final nanti.


Pembawa acara mulai berpidato ini dan itu dan setelah sekian lama turnamennya di mulai.


"Kalian semua pasti sudah tidak sabar untuk melihat pertarungan dari ke-16 siswa terpilih ini! siapkan mata kalian karena di pertarungan pertama kita memiliki Virgil dari kelas S yang terkenal karena tebasan pedangnya yang secepat kilat! akan melawan Ana Cross dari kelas C yang terkenal karena payah dalam menggunakan sihir!"


"Bagaimana pertarungan ini akan berakhir!? aku sangat menantikannya!!"


Penonton mulai berbicara diantara mereka sendiri sambil mengejek pihak sekolah karena memasukan Ana kedalam daftar.


"Sepertinya ini akan menjadi sangat membosankan."


"Aku cukup menantikan untuk melihat wanita cupu itu dipermalukan."


"haha kau benar."


Ana dan Virgil memasuki arena, saat ini Ana masih menggunakan wujud normalnya dan langsung menerima cemoohan dari penonton saat muncul.


Sedangkan Virgil dipenuhi sorakan karena mereka semua percaya akan perbedaan kekuatan antara kelas S dan C.


"Kedua peserta siapkan senjata kalian!"


Mereka berdua mengeluarkan senjata masing-masing, Ana mengeluarkan tongkat sihir buatan Zep sedangkan Virgil mengeluarkan sebuah katana.


"Aku tidak ingin melukai seorang gadis jadi ku sarankan kamu menyerah."


"Hmph."


Ana tidak menjawab peringatan Virgil dan mendengus dengan sangat arogan.


"Pertarungan Dimulai!"


Juri berteriak diikuti dengan sorakan dari penonton yang bersemangat.


"Maafkan aku kalau bertindak kasar tapi aku akan mengeluarkan semua kemampuan ku."


Virgil mulai memasang kuda kuda bersiap untuk menarik pedangnya. Sedangkan ana masih tenang seperti sebelumnya bahkan tidak mengeluarkan sihir pertahanan apapun.


"Aku akan langsung mati jika serangan itu mengenai ku."


Ana bergumam pada dirinya sendiri tapi Virgil mendengarnya dan mulai berbicara lagi.


"Sekarang kamu berubah pikiran?"


"Kamu benar, aku sedikit meremehkan mu dasar sampah rendahan."


Virgil menarik pedangnya dengan tebasan cepat secara horizontal tapi pedangnya berhenti 1 cm dari leher Ana seperti terhalang oleh sesuatu.


"Segel lepaskan, penyatuan aktifkan."


Seketika Ana dikelilingi oleh sebuah tornado yang membuat Virgil terpaksa melompat mundur.


Setelah tornado menghilang Ana muncul dengan wujud aslinya, semua penonton hanya bisa menganga sekarang.


"Bersyukurlah kau bisa membuat ku melakukan ini."


"Jangan sombong dulu!"


Virgil membungkuk sambil bersiap menarik pedangnya, Virgil menghilang kemudian muncul kembali di belakang Ana.


"seribu tebasan tidak terlihat."

__ADS_1


lantai yang dilewati Virgil langsung hancur karena tebasan tidak terlihat itu tetapi Ana masih berdiri di sana dengan sangat tenang seperti tidak ada yang terjadi.


"Apa yang kamu lakukan di sana? bukankah kamu ingin menyerang?"


Ana mengejeknya dengan nada provokatif.


"Aku tidak tau apa yang kau lakukan tapi jangan harap bisa lolos dari serangan ini!"


Virgil mengangkat pedangnya keatas, mana meledak dari dalam tubuhnya dan kemudian berkumpul di pedangnya.


"Asurasshu!!"


Virgil mengayunkan pedangnya secara vertikal kemudian energi pedang meluncur kearah Ana sambil membelah semua yang dilewatinya meninggalkan garis di tanah seolah pedang itu benar benar memotong bumi.


Energi itu terus maju dan berhenti sebelum mengenai penonton karena penghalang.


Setelah semua debu menghilang Ana tidak ditemukan di manapun.


"Hmm itu cukup kuat untuk seukuran sampah, hanya saja skill itu hanya bisa menyerang dengan garis lurus dan jangkauannya sangat sempit jadi mudah dihindari."


Suara Ana terus terdengar tapi dia tidak ditemukan di manapun.


Semua penonton mulai melihat keatas dan menemukan Ana sedang melayang di udara.


"Sepertinya kamu sudah mengeluarkan semua kartumu, ini giliran ku bukan?"


Suhu udara turun dengan cepat dan angin semakin kencang setiap detiknya, awan hitam mulai berkumpul di atas arena.


Angin mulai berputar semakin cepat hingga membentuk sebuah Tornado raksasa yang berputar hingga ke atas awan.


Virgil yang berada di dekat tornado terhempas keluar arena tapi Ana tidak berhenti di sana dia terus memperbesar skala tornado-nya hingga menutupi seluruh arena.


lantai arena mulai terangkat dan beterbangan, Saat sihir Ana mencapai penghalang tornado-nya perlahan mulai mereda.


"Tch kalian pikir penghalang rendahan seperti ini mampu menahan sihirku?"


Ana mulai menambah kekuatan tornado-nya dan.


"Crack..... Crack...... Crush!!"


penghalang hancur berkeping-keping, penonton mulai berlarian karena panik.


Tapi sebelum penghalang itu mencapai penonton.


"Berhenti di sana, sudah cukup."


"Slash" suara tebasan pedang terdengar kemudian sihir Ana menghilang.


Di depan Ana berdiri sekertaris wanita yang biasanya menemani kepala sekolah.


"Jika kamu melakukan lebih dari ini kami akan memutuskan untuk mendiskualifikasi dirimu dari turnamen ini."


Ana turun ke arena yang sudah tidak ada dan menuju sekertaris.


"Ahaha maafkan aku, aku hanya menghormati sampah di sana, dia menggunakan semua kemampuannya jadi aku hanya melakukan hal yang sama."


Yang mengumumkan kemenangan adalah sekertaris karena pembawa acara sudah kabur.


Semua penonton mulai bersorak.


"Aku tidak percaya dia sekuat ini! apa selama ini dia menyembunyikan kekuatannya?"


"Dan apa apaan tubuhnya itu? itu sangat sexy."


"Jangan mengatakannya menggunakan istilah yang kotor, jelas jelas dia sangat cantik."


"Aku ingin dia menjadi kekasih ku!"


Siswa yang menonton mulai berbicara diantara mereka sendiri tentang Ana.


Kami bertiga masuk kedalam arena untuk memberinya selamat.


"Teman teman!"


Ana berjalan kearah kami kemudian melompat, tidak itu terbang.


Dia turun secara perlahan kemudian di tangkap oleh Asta seperti seorang putri.


"Terima kasih."


Ana mencium pipi Asta kemudian melihat kearah penonton dengan senyum yang rumit.


Seluruh penonton yang tadinya berlomba lomba ingin menjadikan Ana sebagai kekasih mereka seketika terdiam.


Kami berempat kembali kedalam.


.


.


.


"Serigala di dalam kostum domba? jelas itu adalah naga yang bersembunyi di dalam kostum cicak."


"Aku tidak percaya harus menggunakan penyatuan hanya untuk menghancurkan sihir miliknya."


"Empat orang aneh... aku menantikan seperti apa perkembangan mereka dimasa depan."


.


.


.


Setelah beberapa saat, arena sudah diperbaiki dengan sihir tanah dan sekarang penghalang diperkuat menjadi lima lapis.

__ADS_1


Dan dilarang menggunakan sihir pemusnah massal seperti yang dilakukan Ana sebelumnya.


pertarungan kedua juga cukup bagus karena pertarungannya lebih sengit.


"Tadi adalah pertarungan yang luar biasa dan penuh kejutan! aku sangat menantikan pertarungan ketiga ini!"


"Karena di pertarungan ini kita memiliki Siswa Aros dari kelas S yang dikenal sebagai benteng abadi! di sisi lain kita memiliki siswa Zephyr dari kelas C dikenal juga sebagai keturunan sang penghianat!."


"Pertarungan seperti apa yang akan mereka tampilkan? langsung saja pertarungan dimulai!"


Aku mengamati dari kursi penonton bersama Ana dan Asta.


Aros dikenal sebagai benteng abadi bukan tanpa alasan tapi itu karena dia memiliki pertahanan yang sangat luar biasa bahkan mampu menahan serangan black wyvern.


Tapi kali ini dia cukup sial bertemu dengan Zep.


Zep menyerang terlebih dahulu dan meluncurkan serangan tusukan beruntun, meskipun saat ini dia hanya menggunakan satu tombak tapi itu masih sangat cepat.


Aros berniat menahan serangan itu dengan perisai tapi yang terjadi selanjutnya adalah Aros muntah darah dan langsung terlempar keluar arena. kemenangan untuk Zep.


Inilah kekuatan Zep yang kusadari saat bertarung melawannya, 100% penetrasi, meskipun tidak sekuat tebasan mutlak tapi itu masih sangat curang karena mengabaikan semua jenis pertahanan.


Juri dengan ragu ragu mengumumkan pemenangnya karena tidak bisa memahami situasinya.


Pertarungan terus berlanjut hingga saatnya bagiku untuk tampil.


"Pertarungan terakhir untuk hari ini kita memiliki Lisa dari kelas S yang sangat terkenal dengan sihir meteornya dan akan melawan Ryu dari kelas C yang terkenal karena seorang manusia dan kesatria pribadi tuan putri!"


"Pertarungan dimulai!"


Kami berdua terdiam untuk sesaat.


"Terima kasih karena telah menolong sahabatku."


Lisa memulai percakapan terlebih dahulu.


"Tidak masalah, itu adalah tugas ku sebagai kesatria untuk menghibur tuannya. Maafkan aku tapi sekarang aku tidak akan menahan diri karena nona ku yang memintanya."


"Tentu, aku akan melakukan yang terbaik."


Aku mengeluarkan pedang ku dan Lisa mengeluarkan tongkat sihirnya.


Suhu di arena langsung meningkat dalam sekejap karena sihir milik Lisa.


Sebuah bola api raksasa meluncur dari atas langit dengan diameter 10 meter, aku tau ini bukan meteor tapi hanya fire ball berukuran besar.


Aku melapisi pedangku dengan sihir kegelapan.


Saat bola api itu mendekat aku menebasnya dan bola api itu terbelah kemudian menghilang.


Mata Lisa membelalak karena terkejut.


"Bagaimana dengan ini?"


Lisa merapalkan sebuah mantra kemudian langsung terlihat sangat lelah.


"Haah haaah."


Dia menghabiskan seluruh mananya.


Aku melihat keatas dan melihat sebuah meteor sungguhan dengan diameter 20 meter, itu sangat besar sampai mungkin menghancurkan area disekitar sini.


Aku menyalurkan lebih banyak mana kegelapan kedalam pedangku untuk mengubah bentuknya agar lebih besar, sekarang itu sudah seukuran pedang dua tangan.


Aku juga menggunakan penyatuan cahaya tapi terbatas pada bagian kaki.


Aku melompat keatas dengan sekuat tenaga.


"BOOM!"


Di tempat aku berada sebelumnya berubah menjadi sebuah kawah kecil.


Aku melompat langsung kearah meteor dan mengayunkan pedangku, setelah itu energi kegelapan mulai membelah meteor menjadi dua.


"DUARR!"


Meteor itu meledak kemudian menghilang.


Aku mendarat di tanah.


"Hahaha kamu bahkan bisa menghilangkan itu, tidak heran Lucy memilihmu sebagai kesatria pribadinya. Aku menyerah."


Menyerahnya Lisa diikuti dengan sorakan para penonton yang kagum dan bertanya tanya bagaimana caraku memotong sihir meteor itu.


Dengan itu kami bertiga lolos ke babak selanjutnya.


.


.


.


Di kursi vip duduk kepala sekolah dan dibelakangnya berdiri sekertaris.


"Anak itu dia bisa memotong sihir dengan cara yang aneh, dia tidak memotong inti sihirnya tapi sihirnya langsung menghilang. Itu tidak masuk akal, apalagi dia terlihat bisa melakukannya secara alami."


Kepala sekolah mendengarkan penjelasan sekertaris dengan tenang kemudian berbicara.


"Ana cross, aku tidak percaya wanita itu menyembunyikan kekuatannya selama ini jadi pasti ada alasan kenapa dia tidak bisa menggunakan nya dan hal itu pasti sudah menghilang saat melakukan ekspedisi. Tch kalau saja Angelina melakukan tugasnya dengan baik dalam memantau keempat siswa ini."


"Zephyr, Aku memang menduganya kalau dia memiliki kekuatan 100% penetrasi seperti ayahnya tapi aku tidak percaya dia sudah sekuat itu dan sepertinya dia belum serius."


"Terakhir Ryu, anak manusia yang diselamatkan oleh tuan putri dan menjadikannya kesatria pribadi, dia seorang manusia tapi memiliki afinitas yang sangat tinggi dengan elemen kegelapan bahkan lebih tinggi daripada iblis tingkat tinggi, dia juga memiliki afinitas yang sangat tinggi dengan elemen cahaya bahkan setingkat pahlawan, dan mampu menghilangkan sihir hanya dengan menebasnya. Terlalu banyak misteri tentang anak ini."


"Anda benar, haruskah aku bertanya kepada tuan putri?"

__ADS_1


"Tidak perlu, aku yakin anak ini akan menunjukkan kekuatan aslinya turnamen bintang putih tahun depan."


"Dimengerti."


__ADS_2