MONOCHROME : Choice Of Destiny's

MONOCHROME : Choice Of Destiny's
Bab 27 Keputusasaan?


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana kami akan bertarung melawan Edward.


Aku berencana setidaknya berbicara dengannya agar melepaskan segel yang dia pasang kepada siswa lain.


Dan jika dia menolak yah aku bisa sekalian memberinya beberapa pukulan.


Kami semua berkumpul didalam arena dan berhadapan dengan Edward.


"Akan kuhancurkan kalian hari ini dasar sampah!"


"Edward aku punya permintaan, bisakah kau melepaskan segel yang kau pasang kepada siswa lain?"


"Haahh! apakah menurutmu aku akan menuruti permintaan dari sampah rendahan sepertimu? yah jika kau bersujud sambil menjilati kakiku dan menyerahkan wanita di sana untuk menjadi budakku aku akan memikirkannya."


Aku melirik kearah Ana dan aura mengerikan mengelilingi dirinya jadi aku memutuskan untuk berhenti.


"Sepertinya cara ini tidak bisa."


"Siap? mulai!"


Dan pertarungan dimulai.


"Kukuku Segel sihir mereka!"


Edward mengulurkan tangannya dan seketika aku merasa kalau aku tidak bisa mengendalikan sihirku sendiri.


Daripada di segel itu terasa seperti mana tidak mau mendengarkan ku.


Hanya saja ini tidak seburuk itu karena aku memiliki dua afinitas jadi aku hanya perlu menggunakan yang satunya dan kebetulan yang tersegel hanya sihir cahaya milikku.


Aku bersiap dan menunggu musuh menyerang tapi tiba tiba Edward terhempas dengan sangat kuat.


Aku melirik kearah Zep dan dia juga terkejut.


Aku melihat kebelakang dan menemukan Ana yang sangat marah.


Di kursi VIP ketujuh pangeran iblis semuanya melihat dengan mata membelalak karena terkejut.


Di dalam arena siswa yang harusnya tidak bisa menggunakan sihir sekarang mampu menggunakannya.


"Berani beraninya kau menghalangi mereka untuk mematuhiku."


Tubuh Ana secara perlahan-lahan berubah tanduk iblisnya mulai berubah bentuk menjadi lebih panjang dan besar.


Matanya yang indah sekarang berubah menjadi mata yang tajam dan terlihat seperti predator yang sedang menatap mangsanya.


Bahkan sekarang ditubuhnya muncul pola pola seperti sisik dan berakhir diwajahnya.


"Kalian mengabaikan ku hanya karena perintah dari sampah rendahan ini!?"


Saat berteriak tiba tiba udara disekitar arena tidak, udara di ibukota mulai berkecambuk dengan sangat liar.


Di dalam arena kelompok Edward mulai berkeringat.


"Kenapa itu tidak bekerja!? aku harusnya sudah menyegel sihir mu!"


Boom!


Edward sekali lagi terhempas dengan sangat cepat sampai orang normal tidak akan bisa mengikutinya.


Hanya saja sebelum keluar arena Edward menabrak sesuatu, itu adalah penghalang angin.


Edward jatuh dan memuntahkan cairan dari dalam mulutnya.


"Siapa yang mengizinkan mu untuk berbicara?"


Ana terus berjalan menuju Edward melewati Ryu dan Zephyr.


"Mood ku sudah kurang baik sejak kemarin tapi aku menahannya karena teman ku memintanya tapi hari ini kau yang hanya cecunguk berani mengatakan ingin menjadikanku sebagai budakmu? dan kau bahkan berani menyuruh mana untuk menolak perintahku."


.


.


.


"Tidak mungkin..... anak itu menggunakan transformasi..."


"Itu bukanlah penyatuan karena itu terlalu lemah untuk bisa disebutkan, tapi setidaknya satu langkah dibawahnya."


Pelayan wanita menjelaskannya kepada Lucifer.


Tanpa kata lebih lanjut mereka memutuskan untuk lanjut menonton dan mendiskusikannya setelah kembali.


.


.


.


Ana terus berjalan kearah Edward yang sedang menunduk dilantai.

__ADS_1


Kedua temannya juga sudah mundur karena tidak ingin terlibat.


Ana berdiri di depan Edward dengan tangan terlipat.


Dia menatap kebawah seperti sedang melihat serangga atau sampah.


Ana mengangkat kakinya kearah dagu Edward dan menggunakannya untuk mengangkat wajah Edward agar menghadap kearahnya.


"Jilat itu."


"Jangan meremehkan ku dasar ******!"


Edward meraung dengan marah tapi dia langsung terhempas dan membuatnya terpantul di penghalang angin yang dibuat Ana.


Saat Edward mendarat ketanah dia sudah penuh luka dan pakaiannya sobek seperti kain lap.


Aku melihat penghalang dan menemukan itu sangat tajam jadi berbeda dari yang pertama.


Jika orang menyentuh penghalang itu mereka akan langsung digiling menjadi daging cincang.


Ana mendekati Edward yang masih terbaring di lantai dan sekali lagi mengarahkan kakinya untuk mengangkat wajah Edward.


"Padahal jika kamu patuh kamu tidak perlu seperti ini."


"Aku... adalah.... yang..... terpilih!"


Edward mengambil sebuah suntik kemudan menyuntikkannya kepaha nya.


Ana menghempaskan Edward sekali lagi hingga menabrak penghalang kemudian jatuh ke lantai seperti boneka yang talinya terputus.


Tapi beberapa saat setelahnya dia bangkit kembali dan luka lukanya sudah sembuh total.


"Hahaha! inilah kekuatan ku yang sesungguhnya dasar ******!"


Edward mengambil pedangnya menggunakan penyatuan.


Seketika tubuhnya diselimuti oleh armor berwarna hijau gelap.


Edward menyerang dengan kecepatan cahaya tapi sebelum serangannya mencapai Ana dia sudah terhempas sekali lagi dan menabrak penghalang.


"Kuakk!"


"Tidak mungkin!"


Edward menyerang lagi tapi tidak peduli berapa kali dia menyerang dia selalu berakhir dihempaskan hingga menabrak penghalang meskipun lukanya selalu sembuh dalam sekejap.


Bahkan aku tidak yakin bisa mengalahkan Ana dalam wujudnya yang sekarang.


sebesar itulah kekuatannya.


Edward meraung dan sekarang mengeluarkan sebuah pill kemudian memakannya.


Energi sihir mengerikan seketika meledak dari dalam tubuhnya itu sangat dahsyat sampai bisa menyaingi energi sihir milik Ana.


Ana menjadi serius dan mundur kebelakang ku.


Aku melirik kearah Zep dan dia mengangguk.


Kami berdua menggunakan penyatuan pada saat yang sama bersiap untuk melawan Edward.


Edward menghilang dan dalam sekejap dia sudah ada di depanku.


Aku menahan serangannya tapi itu membuatku terdorong beberapa meter kebelakang.


Ana langsung menyerang menggunakan tombak angin tapi itu hanya bisa mendorong Edward dan dilanjutkan dengan Zep yang menyerang dengan serangan beruntun.


Edward bisa menghindari sebagian besar serangan itu dan berakhir hanya dengan beberapa goresan tapi itu langsung sembuh.


Itu tidak mungkin karena kekuatan Zep harusnya bisa meniadakan efek regenerasi.


Kami semua kembali ke posisi awal seperti tidak terjadi apa apa.


"Hahaha kenapa kalian terlihat tegang seperti itu?"


Daripada kesulitan kami lebih seperti terjebak dijalan buntu karena Edward juga tidak mungkin mengalahkan kami bertiga.


Kami juga kesulitan mengalahkannya karena sekarang dia bisa beregenerasi dan juga kami kesulitan menghempaskan nya keluar arena karena pertahanannya yang juga bertambah kuat.


Karena anti regenerasi Zep tidak berguna jadi kami bertukar posisi dan sekarang tugasku untuk menyerang.


Tidak menunggu waktu Zep langsung menyerang kearah Edward dengan kecepatan yang luar biasa.


Edward memfokuskan seluruh energinya untuk bertahan dan saat ada celah aku melancarkan serangan sekuat tenaga dengan tujuan memenggal kepala Edward.


Kepalanya melayang diudara tapi itu di tangkap oleh sebuah tangan, tangan Edward sendiri kemudian memasangnya kembali seperti tidak pernah ada luka di sana.


"Dasar monster." Aku bergumam sendiri


Aku memperhatikan tubuh Edward karena menurutku kekuatan seperti itu tidak mungkin bisa digunakan selamanya dan pasti ada efek samping.


Aku menemukan sesuatu yang aneh tapi bukan hal yang baik karena bukannya melemah tapi kekuatan sihirnya semakin besar dari waktu kewaktu.

__ADS_1


Aku punya firasat buruk sekarang.


"Semuanya selesaikan ini dengan cepat!"


"Tapi bagaimana? haruskah kita mencincangnya menjadi potongan kecil?"


"Aku tidak tau jadi mari kita coba saja."


Aku tidak bisa memikirkan cara apapun jadi kita hanya bisa mencoba.


Aku melirik kearah 7 pangeran iblis dan mereka bahkan tidak Bergerak, tidak mungkin mereka tidak mengetahui bahaya dari hal ini.


"Tch."


Aku menggunakan sedikit wujud vampir ku untuk memperkuat kemampuan fisik hingga melebihi batas.


Kami bertiga menyerang secara bersamaan dan menyerang secara habis habisan tapi tidak peduli berapa kali kami mendaratkan serangan luka itu langsung sembuh dan bahkan kekuatan sihirnya semakin besar.


"Hahaha kalian tidak mungkin bisa mengalahkanku!"


"Haaaahhhh!"


Kekuatan sihir Edward meledak sekali lagi dan membuat ku dan Zep terhempas kebelakang tapi kami di tangkap oleh sihir angin milik Ana.


Edward muncul sekali lagi dan dalam wujud yang berbeda, sekarang seluruh kulitnya berwarna hitam dan matanya dipenuhi dengan kegilaan.


Kekuatan sihir uniknya benar benar sudah menghilang dan hanya dipenuhi dengan sihir menjijikkan, rasanya seperti sedang melawan monster.


Aku merasakan sihir ku juga kembali normal dan tentunya itu akan sangat membantu.


Edward menghilang dan muncul di hadapanku sambil mengayunkan pedangnya.


Aku menahan pedangnya karena sudah terlambat untuk menghindar.


"Kukk! Zep!"


Serangannya sangat berat hingga mendorongku untuk mundur beberapa langkah sampai menciptakan sebuah kawah dibawah kakiku.


Zep merespon dengan serangan beruntun tapi Edward mampu menghindarinya.


Saat menghindari serangan Zep Edward langsung melompat mundur.


Sesaat setelahnya tanah di tempat dia berdiri sebelumnya sudah hancur akibat serangan gravitasi.


Kekuatan, kecepatan, pertahanan, insting, dan ditambah regenerasi. Dia unggul dalam segala hal sekarang.


Aku benar benar panik karena energi sihir mengerikan terus berkumpul didalam tubuhnya.


"Zep! kau tau dimana kekuatan sihir itu berkumpul?"


"Itu berkumpul di bagian perutnya kenapa dengan itu?"


"Bagus, Ana bantu aku menahan gerakannya dan Zep tolong siapkan serangan tombak terkuat mu dan incar bagian tempat sihir itu berkumpul, mulai!"


Aku tidak ingin berbicara terlalu banyak jadi aku langsung menyerang.


Aku mengambil pedang kedua dan berlari dengan kecepatan tinggi kearah Edward.


Aku menebaskan pedangku sebelum mencapai Edward tapi itu membelahnya menjadi beberapa potongan.


Aku menggunakan saber sword untuk memperpanjang pedangku dan itu membuatnya lengah.


Sebelum dia beregenerasi Ana langsung melancarkan sihir gravitasi untuk menahannya.


"Sekarang!"


"Aaarrrghhh!!"


Zep memegang tombaknya dalam posisi lempar lembing dan dengan semua KI terpusat di tombaknya dia melemparkannya.


Tombak itu meluncur kearah Edward yang sudah beregenerasi, dia mencoba menahan tombak itu dengan pedang tapi itu percuma karena pedangnya langsung hancur dan tombak itu mengenai bagian perutnya.


"Kuakk!"


Edward muntah darah dan tombak itu terus maju menembus tubuhnya.


Tombak itu terus terbang menghancurkan penghalang dan maju tanpa ada yang menahannya.


"Tidak.... mungkin..... aku adalah yang terpilih."


Edward terus bergumam sambil melihat perutnya yang berlubang, inti mananya hancur.


Energi sihir meledak ke segala arah tapi itu tidak masalah karena itu setidaknya lebih baik daripada ledakannya terjadi setelah terkumpul.


Edward jatuh ke lantai dengan lemas, mengejutkan dia tidak mati.


Disaat ku pikir semuanya sudah berakhir aku merasakan energi sihir yang sangat dahsyat diatas kami.


Aku tidak, kami melihat keatas dan disana ada banyak lingkaran sihir raksasa yang tersusun secara vertikal.


Dari melihatnya saja aku tau kalau aku akan mati jika terkena serangan itu.

__ADS_1


Dan di sana ada seorang pria berambut pirang sedang melayang diudara, dia terlihat seperti manusia kecuali ada sepasang sayap putih di punggungnya.


Seorang malaikat.


__ADS_2