
Latihan berjalan dengan lancar dan setelahnya kami semua memutuskan untuk berbicara diluar sambil menikmati indahnya pemandangan di tempat ini.
"Itu pertarungan yang cukup bagus, aku tidak menyangka kamu bisa melukai Fenrir di pertarungan pertama."
Belvina memujiku tapi aku tau kalau itu hanya pujian untuk membuatku senang karena dilihat dari manapun luka seperti itu tidak mungkin bisa membunuh Fenrir.
"Aku tidak pantas mendapatkan pujian itu, ini masih belum cukup."
"Jangan merendah seperti itu, kau masih sangat muda jadi jangan terlalu terburu buru untuk menjadi kuat."
"Tidak, aku harus menjadi sekuat mungkin agar aku bisa melindungi semuanya."
"Jangan membuat ku tertawa nak."
Fenrir tertawa mendengar perkataan ku seperti itu adalah sebuah lelucon.
"Ada apa dengan itu?"
Aku marah karena tekad ku dianggap lelucon seperti itu.
"Mejadi kuat dengan cepat? melindungi semuanya? pemikiran yang sangat konyol."
"Apa yang salah dengan itu?! jika bukan aku siapa yang akan melindungi mereka?!"
"Mereka siapa yang kau maksud?"
"Keluarga dan rekan ku tentu saja."
"Kenapa kau begitu ingin melindungi mereka?"
"Itu karena aku adalah pemimpin mereka jadi aku harus bertanggung jawab dengan melindungi mereka semua."
Fenrir terus menghujani ku dengan berbagai macam pertanyaan dan aku menjawabnya dengan keyakinan penuh untuk menunjukkan tekad ku.
"Kenapa kau harus melakukan itu?"
"Sudah ku bilang itu karena aku adalah pe-"
"Itulah yang membuatnya semakin konyol, kau adalah seorang pemimpin tapi kenapa kau yang harus berkorban? harusnya bawahanmu lah yang berkorban untukmu."
"Itu terlalu egois!"
"Ada apa dengan itu? memang seperti itulah tugas seorang bawahan, jika kau tidak sanggup melakukan ini maka kau tidak pantas menjadi seorang pemimpin, dan jika kau menjadi pemimpin di kondisi seperti ini itu hanya akan menghancurkan rekan mu sendiri."
"Cicak masih bisa hidup jika ekornya terputus karena itu akan tumbuh lagi tapi tidak mungkin jika dia kehilangan kepala nak, kau harusnya tau itu."
Aku tidak bisa mengucapkan sepatah katapun untuk menanggapi pernyataan Fenrir.
"Untuk sekarang kau perlu fokus dalam mengembangkan mental mu yang hancur itu, jika kau terus seperti ini kau akan mati sebelum kau bisa melindungi siapapun."
"Aku akan memikirkannya."
Aku tau kalau ini bukan saatnya menjadi egois karena bagaimana pun pengalaman Fenrir jauh lebih banyak dariku.
"Umm kurasa sebaiknya kita beristirahat dulu."
"Ide bagus, aku juga sudah sangat lelah."
Kami di antarkan di sebuah pohon lain dengan pintu sebagai tempat kami untuk tidur.
__ADS_1
"Aku akan tidur duluan."
Zep langsung pergi ke kamar dan aku sendirian di sini karena Carl dan yang lainnya tinggal di tempat lain.
Aku keluar dan duduk di dekat danau sambil melihat langit malam yang terbentang diatas ku.
"Mengorbankan rekan untuk hidup yahh itu terdengar sangat egois bagiku."
"Benar aku setuju dengan mu."
Terdengar suara wanita dibelakangku tapi tidak ada apa apa disana kecuali api kecil yang melayang di udara.
Api itu perlahan lahan berubah menjadi burung dan berubah lagi menjadi sosok wanita dengan rambut merah membara.
"Nona Fenix, ada perlu apa?"
"Panggil saja Fenix."
Fenix duduk di sampingku dan ikut melihat bintang bintang yang bertebaran diatas langit.
"Aku ingin minta maaf tentang Fenrir dia memang seperti itu tapi dia tidak memiliki niat yang buruk."
"Aku tau itu dan aku juga percaya kalau dia tidak salah."
"Terima kasih, Fenrir juga sama seperti mu saat itu dia adalah pemimpin yang adil dan melindungi rakyatnya."
"Dia sudah bercerita tentang masa lalunya kepadamu tapi itu sedikit di rubah, Fenrir tidak beradaptasi di wilayah Druk yul melainkan Druk yul lah yang menyerang wilayahnya yang membuat tempat itu menjadi kacau balau, hujan petir terjadi dimana mana dan hutan terbakar menjadi abu dalam sekejap."
"Fenrir berniat melawan Druk yul seorang diri meskipun tau kalau itu tidak mungkin tapi karena lengah dia di serang oleh bawahannya sendiri dan dibawa kabur sementara bawahannya mengorbankan nyawa mereka untuk menahan Druk yul."
"Itu adalah pengorbanan yang sia sia bisa kubilang karena akhirnya badai petir juga mencapai Fenrir dan membunuh semua orang yang mengawalnya, tapi secara ajaib Fenrir mampu bertahan saat itu."
"Dia tentu saja ingin langsung melawan Druk yul tapi untuk menghormati bawahannya dia sendiri memutuskan untuk pergi dan mencari kekuatan lebih, saat itu aku menemukannya tergeletak di tanah dan memutuskan untuk merawatnya, aku jugalah yang membantunya menguasai petir itu."
"Itu cerita yang sangat kelam, jadi apa yang Fenrir lakukan saat itu?"
"Sama denganmu dia ingin membalas dendam tapi Fenrir adalah orang yang tenang atau mungkin dia sadar kalau dia tidak cukup kuat untuk mengalahkannya, jika dia bertarung sambil mengorbankan nyawanya dia mungkin bisa melukai Druk yul tapi hanya itu. Dewa bukanlah sesuatu yang bisa dilawan sendirian jadi aku menyarankan mu untuk tidak terlibat dengan dewa sampai kamu cukup kuat untuk melawan mereka."
"Kenapa seperti itu?"
"Itu karena apa yang kamu baca di buku sangat berbeda dengan kenyataannya, yang kamu lihat sejauh ini bukan apa apa jadi jangan berfikir bisa mengalahkan satu malaikat rendahan sudah membuatmu sudah sangat kuat karena bagaimanapun malaikat ketika turun ke dunia ini dengan cara paksa akan mengurangi kekuatan mereka sebesar 90%."
"Tunggu! jadi perang yang terjadi 10.000 tahun yang lalu.."
"Fufu benar, mereka dalam kondisi sempurna."
Bagaimana bisa itu terjadi, selama ini aku sudah kesulitan ketika melawan satu malaikat dan itu hanya 10% dari kekuatan asli mereka?
"Jadi bagaimana cara kalian bisa selamat dari serangan jutaan malaikat?"
"Fufu itu rahasia, tapi kamu akan tau tentang itu cepat atau lambat jadi untuk sekarang fokuslah menjadi kuat dan jangan ubah pemikiran mu saat ini itu sudah bagus. Sampai jumpa."
Felix sekali lagi berubah menjadi api kemudian menghilang.
.
.
.
__ADS_1
Di pagi harinya kami berkumpul di rumah kayu sebelumnya karena permintaan dari Belvina.
Aku melihat Felix yang duduk dengan tenang seperti tidak pernah terjadi apa.
"Sudah di putuskan kalau kalian bertiga akan mengikuti tes labirin."
"Tes seperti apa?"
"Aku tidak bisa membicarakan itu karena di larang jadi kalian akan mencari tahu sendiri nanti tapi yang pasti aku yakin kalau kalian akan menjadi lebih kuat."
"Menjadi kuat... apa yang harus kami lakukan?"
"Ikuti aku, kami akan mengantar kalian ke gerbangnya."
Tanpa mengucapkan sepatah katapun mereka semua termasuk Carl dan Zep berdiri dan mulai berjalan ke arah danau raksasa di tengah hutan.
Aku mengikuti mereka sampai di pinggir danau, setelah sampai sebuah batu mulai muncul dari dalam air membentuk sebuah jalan menuju pusat danau dan kami pergi kesana.
Di pusat ada sebuah distorsi ruang yang ketika masuk kami semua muncul di sebuah tempat yang sangat asing.
Itu adalah sebuah tempat yang di penuhi dengan tanaman rambat dimana mana menutupi seluruh dinding.
Di depan ada sebuah gerbang raksasa yang terlihat sangat misterius karena aku bisa merasakan sihir aneh dari dalam.
"Ini adalah pintu masuk salah satu labirin dewa atau itulah nama yang digunakan oleh orang orang diluar sana."
Belvina menjelaskan sambil terus berjalan mendekati pintu.
"Aku pernah melihat salah satunya di Kekaisaran, itu adalah tempat yang dipenuhi monster."
"Itu sejenis tapi ini sedikit berbeda dan jauh lebih beresiko dari yang kamu tau."
"Apa maksudnya?"
"Itu rahasia, ayo masuk."
Belvina tidak menanggapi ku dan menghampiri Carl sebagai gantinya.
"Sayang kamu ikutlah bersama mereka, maaf karena aku baru bisa mengizinkan mu masuk sekarang karena tempat ini sangat berbahaya jadi jaga dirimu."
"Tenang saja aku pasti bisa selama bersama kakak."
"Bagus, selama kamu menerapkan semua yang sudah kuajarkan kepadamu kamu pasti bisa melewatinya."
Kami berjalan melewati pintu raksasa itu.
"Sampai jumpa 10 tahun lagi!"
"Apa?!"
Aku terkejut mendengar suara itu tapi ketika aku berbalik pintunya sudah hilang dan digantikan dengan sesuatu yang lain.
"Dimana ini?"
"Aku juga tidak tau tapi yang pasti ini sangat asing dan aneh."
"Mungkinkah ini adalah lokasi ujian yang dikatakan Belvina barusan?"
Aku dan Carl terus berbicara sedangkan Zep terus diam sejak tadi, aku juga tidak mengerti mengapa bisa seperti itu padahal sebelumnya dia sangat berisik.
__ADS_1
"Hey Carl, apa kau apa tema dari ujian ini?"
"Ya, aku belajar tentang ini selama tinggal di Erden, meskipun kurang jelas karena yang diajarkan kepadaku adalah labirin ini tentang belajar dari masa lalu."