
Aku dan Zep memutuskan untuk kembali ke tenda untuk istirahat.
"Sepertinya orang yang menyerang kita memiliki tujuan yang berbeda."
"Aku setuju, orang yang menyerangku murni karena mereka menginginkan uang. kau tau kan kalau keluargaku ini buronan selama 10.000 tahun."
"Kalau dalam kasusku aku diserang karena sepertinya mereka membenci keluarga Lucifer jadi mereka berusaha membunuh salah satu kesatrianya dengan tujuan mengurangi kekuatan keluarga Lucifer, yah bukannya aku peduli."
"Tadi ada orang yang mengincar Asta kan? menurutmu kira kira apa tujuan mereka?"
"Hmm karena Asta adalah keluarga Bezebbub jadi mungkin dia ingin dijadikan sandra atau cuma ingin meminta uang tebusan."
"Haha mungkin, mari bergegas."
Aku dan Zep berlari sekuat tenaga untuk kembali ke tempat Ana dan Asta berada.
"Wow ada banyak tumpukan mayat di sini."
Aku langsung berlari menuju tenda dan menemukan Asta terbaring dengan napas yang kasar.
"Apa yang terjadi?"
"Ahh Ryu tolong bantu aku! Asta terlalu memaksakan diri saat pertarungan tadi."
aku pergi ke sisi lain dan menggunakan sihir purification untuk menghilangkan semua kondisi abnormal yang mungkin dia alami kemudian dilanjutkan dengan sihir healing.
setelah itu nafasnya mulai tenang kembali.
"Syukurlah...."
"Sekarang dia hanya perlu beristirahat sebentar."
Saat aku mengatakan itu.
"Ugh"
Asta sudang bangun.
"Maaf kami datang terlambat."
"Haha jangan dipikirkan yang penting semuanya selamat."
Zep masuk ke dalam tenda.
"Aku sudah membersihkan mayat diluar dan memasang sihir ilusi jadi harusnya sekarang kita sudah bisa beristirahat dengan aman."
"Sekarang tenda tersisa tiga karena salah satunya hancur akibat pertarungan tadi."
"Hmm itu cukup gawat, baiklah aku akan tidur dengan Zep sedangkan Ana dan Asta akan tidur di tenda masing masing, apakah itu tidak masalah?"
"Aku tidak masalah."
Mereka semua menjawab secara bersamaan.
"Baiklah kalau begitu semuanya ayo beristirahat dengan tenang."
Kami semua kembali ke tenda masing masing dan tertidur dengan pulas, harusnya seperti itu.
.
.
.
"Tap tap tap"
Di tengah malam yang gelap suara langkah kaki terdengar.
"Sreek" tenda terbuka dan menampilkan seorang pria berambut biru yang tertidur pulas.
Bayangan itu masuk kedalam tenda dan mendekati pria itu.
Sebuah tangan mulai mengelus pipi pria itu.
POV ASTARTE
Aku bangun dan langsung berniat mengambil senjata ku dan
"Aduh!"
Aku menabrak kepala seseorang, itu adalah Ana.
"Apa yang kamu lakukan disini?"
"Umm kemarin aku bilang akan memberimu jawaban setelah ekspedisi kan?"
"Iya, kamu memang mengatakan itu."
"Aku berfikir untuk memberimu jawaban malam ini."
"Baiklah, aku akan menerima semua keputusanmu jadi tidak perlu ragu."
wajahnya mulai memerah.
"Yang dikatakan orang tadi itu benar, aku memiliki kutukan yang membatasiku dan itu juga alasan kenapa aku berpenampilan seperti ini, kita lewatkan bagian itu. Aku kesini karena aku ingin kamu menghilangkan kutukan ku."
"Aku? tapi aku bahkan tidak tau bagaimana caranya."
"Kau tau? kita harus melakukan itu."
"Apa yang kamu maksud?"
Wajahnya semakin memerah.
Apakah dia ragu apakah aku mampu untuk menghilangkan kutukannya atau tidak?
"Ana, aku akan melakukan yang terbaik jadi beritahu aku bagaimana cara menghilangkan kutukannya."
"Yang kumaksud itu melakukan ini."
Aku merasakan sesuatu menyentuh bibirku.
Aku memeluk ana dan menariknya lebih dekat, setelah beberapa saat kami melepaskannya.
"Apakah cara untuk menghilangkan kutukannya adalah dengan ciuman?"
"Fufu~ itu juga tapi kurang tepat."
Yang selanjutnya terjadi adalah Ana mulai melepas pakaiannya dan mendorongku.
Ana yang telanjang mulai naik ke atasku dan membuka semua pakaianku.
"Ehh!? apa kita akan melakukan itu!?"
"Bukannya tadi sudah kubilang kalau kita akan melakukannya?"
"Tapi harga diriku menolak untuk dipermainkan seperti ini, jadi biarkan aku yang bermain."
Ana mendekatkan mulutnya ketelingaku
"Baiklah, silahkan mainkan aku sepuasmu."
Aku yang sudah tidak tahan lagi membalik keadaan dan mulai bermain.
saat aku memulai serangan pertama cahaya menutupi Ana, setelah beberapa saat orang yang ada di depanku adalah orang yang benar benar berbeda.
"ini adalah aku yang sebenarnya, apa sekarang kamu berubah fikiran?"
__ADS_1
"Tidak, aku semakin menyukaimu."
Setelah itu kami melakukannya selama beberapa ronde tanpa memperhatikan apa yang terjadi disekitar kami.
Di sisi lain.
Di tenda Ryutaro dan Zephyr.
"Asta sialan! kau sedang sakit tapi kau melakukannya dengan sangat kasar sampai aku tidak bisa tidur karena gempa bumi yang kau sebabkan!"
"Pelankan suaramu sialan!"
"Sial! aku ingin pergi melihat apa yang terjadi."
"Aku juga mau tapi kita harus berpura-pura tidur untuk sekarang!"
"Bagaimana caranya aku tidur saat tanah bergetar hebat seperti ini!?"
Benar sekarang terjadi gempa bumi yang sangat dahsyat sampai aku takut dungeon ini akan runtuh.
Sekarang aku mengikat Zep karena dia sangat ingin keluar dan melihat.
Semoga Ana tidak dirusak oleh Asta.
Diluar dungeon tempat Angelina tinggal.
"Apa yang terjadi!?"
Seorang prajurit berbalik dan menunduk saat ditanyai.
"Kami juga tidak tau! kami terus berpatroli tapi kami tidak menemukan apa apa, tapi beberapa saat yang lalu kami merasakan adanya ledakan mana yang luar biasa dari dalam dungeon."
Aku sudah memasang sihir pengintai di dalam dungeon tapi aku tidak melihat apa apa, apakah ada hidden bos yang muncul? tidak harusnya hidden bos dungeon rank C tidak akan bisa menyebabkan gempa sebesar ini.
"Apa yang sedang terjadi."
Hal serupa terjadi di tempat siswa lain, mereka semua panik dan berlarian kemana mana.
Sedangkan orang yang menyebabkannya sibuk tenggelam dalam dunia mereka sendiri.
.
.
.
aku bangun dan menemukan seorang wanita tertidur disampingku dengan tubuh indahnya.
aku membelai pipinya yang indah, mengelus rambutnya dan terakhir aku mencium dahinya.
wanita itu perlahan lahan membuka mata.
"Selamat pagi."
"Umm selamat pagi juga."
"Bukankah sebaiknya kita bersiap sebelum kedua orang itu menemukan kita?"
"ahh kamu benar, kalau begitu aku akan kembali dan bersiap."
aku kebersihan tenda dengan sihir agar apa yang kami lakukan tidak meninggalkan jejak.
.
.
.
POV RYUTARO
Aku bangun dengan rasa sakit diseluruh tubuh. aku melihat kesamping dan menemukan Zep yang menggeliat karena masih terikat.
"Tentu saja, hanya saja aku ingin berakting menjadi putri yang diculik."
"Menjijikan, cepat bangun dasar sialan kita akan melanjutkan ekspedisi."
kami keluar dan menemukan Asta dan Ana? sedang menata sarapan di atas meja batu yang terbuat dari sihir.
"Aku yakin banyak yang ingin kalian tanyakan tapi sebaiknya kita bicarakan sambil sarapan."
Ana yang ada di depan ku adalah sosok yang sama sekali berbeda, Rambut dan matanya tetap berwarna hijau, hanya saja sekarang rambutnya sudah tidak dikepang dan lebih panjang hingga meluncur sampai kepunggungnya.
Ana yang sebelumnya hanya setinggi dadaku sekarang tinggi kami sudah sama.
Dan yang paling berubah adalah bagian dada yang sebelumnya seperti papan cucian sekarang langsung melompati ke G cup.
Bentuk bagian bokongnya juga semakin indah.
Benar benar bentuk tubuh yang sempurna.
Dan yang paling membuatku kagum sekarang, energi sihir yang dia miliki meluap keluar dari tubuhnya.
Ana? telah menata alat makan dan memanggil kami untuk ikut makan.
Kami semua duduk dan mulai makan.
"Baiklah, pertama aku akan mulai memperkenalkan diriku. Aku adalah Ana Cross, keluarga Cross adalah keluarga terkutuk dimana semua anak yang lahir akan dipaksa menggunakan sihir penyamaran kepada dirinya sendiri. Aku berpenampilan seperti sebelumnya bukan karena aku mau hanya saja kutukan yang memaksaku berpenampilan seperti itu dan kutukan itu juga akan menyegel 70% dari kekuatan sihirku."
"Jadi karena itu selama ini usaha kami selalu sia sia."
Aku bergumam pada diriku sendiri.
"Benar, untuk menghilangkan kutukannya aku harus bertemu dengan cinta sejatiku."
Ana melihat kearah Asta dengan senyum yang penuh arti.
Di sisi lain Zep mulai mabuk sambil bergumam
"Jangan bilang kalau kita akan merasakan gempa itu setiap hari mulai sekarang?"
Aku pura pura tidak melihatnya.
"Baiklah,karena bebannya sudah hilang bagaimana kalau sekarang kita pergi untuk berburu hidden bos?"
Aku menawarkan.
"Ehh? kamu tidak memiliki pertanyaan lain?"
Ana terlihat terkejut dan tidak percaya melihat kami tidak tertarik.
"Hm? bukannya aku peduli, lagian bukan berarti itu mengubah hubungan kita semua."
"Itu benar tapi kupikir kalian akan mulai curiga atau semacamnya."
kami membicarakan beberapa hal lain seperti kebangkitan Asta dan rencana perburuan.
"Ahh aku sudah tidak sabar untuk menggerakkan tubuhku yang sakit karena guncangan tadi malam!"
""Guncangan?""
Mereka berdua terlihat tidak mengerti.
"Sudah sudah ayo bersiap untuk berangkat!"
Aku mendorong Zep pergi kemudian Asta dan Ana mengikuti.
.
__ADS_1
.
.
Kami berjalan dipimpin oleh Zep yang sangat ahli dalam mendeteksi energi sihir, setelah cukup lama berjalan Zep berhenti dan menghadap kearah tembok.
"Disini, kalian menjauh sedikit."
Zep mengangkat tombaknya kemudian lemparkannya seperti lembing kearah tembok dan
"Boom!" dinding itu hancur.
Tombak Zep masih meluncur sampai terdengar suara.
"Desing!" suara dua benda tajam saling berbenturan terdengar, setelah itu diikuti.
"Grrrrr."
"Ikuti aku, kita akan masuk!"
Zep berlari duluan kemudian kami mengikuti.
Di depan kami ada seekor serigala berbulu gelap dengan dua ekor, itu setinggi dua meter jadi cukup besar.
Zep mengambil kembali tombaknya yang tertancap di tanah.
"Teman-teman bisakah aku yang menangani monster ini sendirian? selama ini aku hanya menjadi beban jadi kuharap bisa menembusnya disini."
"Tidak!, itu terlalu berbahaya!"
"Tentu, aku akan membantu jika situasi menjadi buruk."
Asta menolak dengan keras tapi aku langsung memotongnya, aku cukup tertarik bagaimana kekuatan Ana yang sekarang jika selama ini dia hanya menggunakan 30% kekuatannya.
"Terima kasih, dan Asta tenanglah."
"Dia benar, dia bukan lagi Ana yang lemah seperti dulu dan kita akan turun tangan jika situasi menjadi buruk."
Dengan begitu kami bertiga pergi ke pojokan untuk menonton, aku mengeluarkan sebuah terpal kecil kemudian duduk di sana.
Tidak lupa aku mengeluarkan sebuah alat memasak untuk membuat teh.
"Bisa bisanya kalian tenang seperti itu di saat Ana akan bertarung dengan hidden bos sendirian!"
"Dia sekarang lebih kuat darimu jadi kau lebih baik diam dan perhatikan."
.
.
.
Ana berdiri dihadapan twintaill shadow wolf dengan sangat tenang.
Shadow wolf langsung menerjang kearah Ana dengan kecepatan tinggi tapi cakarnya berhenti tepat di depan wajah Ana.
"Jauhkan cakar menjijikkan mu dariku dasar anjing rendahan."
Ana mengarahkan tongkat sihirnya kearah shadow wolf dan tekanan angin yang sangat kuat menghempaskan shadow wolf hingga menabrak dinding dengan.
"Boom!"
Shadow wolf bangkit kembali dan mulai masuk kedalam tanah.
"hmph anjing memang harusnya berada di bawah."
Ana perlahan lahan diselimuti oleh angin dan melayang di udara.
Setelah itu shadow wolf muncul dari tanah dan berusaha menyerang Ana dengan cakarnya tapi serangan berhenti satu cm dari kaki Ana.
"Anjing rendahan sudah kubilang untuk menunduk, sepertinya kau perlu diberi sedikit pelajaran."
Sesaat setelahnya shadow wolf terhempas ketanah dengan kecepatan yang sangat luar biasa dan menciptakan sebuah kawah mini.
"Grrrrr."
Shadow wolf mengeram dengan marah.
"Belum cukup patuh ternyata."
Selanjutnya tekanan angin lain menghempaskan shadow wolf membuatnya meluncur di atas tanah hingga menabrak tembok."
Tidak berhenti disitu shadow wolf kembali dihempaskan kearah langit langit, sebelum mencapai lantai shadow wolf dihempaskan sekali lagi kearah lain dan hal itu terus berulang selama beberapa saat sebelum shadow wolf ambruk ketanah dengan tidak berdaya.
Ana yang dari tadi melayang turun ke tanah tapi aku tau kalau kakinya tidak menyentuh tanah, dia mendekati shadow wolf kemudian menginjak kepalanya.
"Kalau kau tunduk seperti ini sejak tadi aku tidak akan melakukan hal itu, anjing yang malang. aku akan memberimu kehormatan mati ditanganku."
Ana mulai mengelus kepala shadow wolf dan yang terjadi selanjutnya adalah seluruh tubuh shadow wolf hancur tidak tersisa menyisakan tumpukan daging dan genangan darah.
Darah dari shadow wolf menyebar kemana-mana tetapi tidak ada yang mengenai Ana karena dia dilindungi oleh tekanan angin.
Aku dan Zep bertepuk tangan.
"Aku tidak menyangka dia bisa menggunakan penyatuan."
"Aku juga tidak menduga hal itu."
Kami berdua memuji dengan tulus karena penyatuan bukanlah hal yang bisa dilakukan dalam sehari.
"Kau lihat? bahkan kekasihmu lebih kuat darimu sekarang."
Aku memandangi Asta yang melihat Ana dengan mulut menganga.
"Aku harus banyak berlatih mulai sekarang."
"Benar, aku menyarankan mu untuk berlatih dengan Ana saat kita pulang nanti."
"Kalau aku jadi kau aku akan mati jika tau orang yang harus ku lindungi jauh lebih kuat dariku."
"Sial! apa kalian berdua juga bisa melakukan hal seperti itu!?"
""Tentu""
kami berdua menjawab secara bersamaan.
"Haha aku sendiri tidak percaya anggota keluarga Belzebbub tidak bisa melakukannya."
"dari dulu aku sudah pasrah dengan kehidupan ini jadi aku berhenti berlatih, tapi setelah bertemu dengan Ana aku berlatih kembali untuk melindunginya. Tapi sekarang dia bahkan lebih kuat dariku."
"Kau sudah memiliki bakat, yang kurang hanyalah motivasi dan ini akan menjadi motivasi yang cukup."
Aku berusaha menghiburnya.
"Aku pernah mendengar cerita bahwa seorang suami yang lebih lemah dari Istrinya akan selalu berakhir ditinggalkan dan sang istri akan mencari suami baru yang lebih kuat, yah bagaimanapun wanita selalu ingin dilindungi oleh pria yang kuat kau tau?"
Zep menambahkan kayu bakar secara berlebihan kedalam tungku.
Asta yang mendengar itu seperti menemukan tujuan hidup baru.
"Ohh teman teman!"
Ana berlari kearah kami dengan senyum yang normal.
Kepribadiannya berubah lagi.
Aku tidak tau mana kepribadiannya yang asli tapi jika belajar dari kasus Lucy sepertinya kepribadian aslinya adalah yang dia tunjukan saat melawan shadow wolf.
__ADS_1
"Silahkan duduk, kamu pasti kelelahan setelah menggunakan penyatuan."
Ana mengambil teh yang aku tawarkan kemudian ikut duduk.