
Kami semua berkumpul di depan gerbang kediaman Lucifer.
Semua orang berkumpul disini termasuk Raja dan ratu serta Lucas, mereka semua datang untuk mengantar kepergian kami.
"Cepatlah kembali, kami akan menunggumu."
"Itu benar jangan melalaikan pekerjaan terlalu lama."
"Saat kau pergi aku akan berlatih dan menjadi semakin kuat!"
"Ini adalah rumahmu sekarang jadi kembalilah kapanpun kamu mau."
"Aku akan tenang jika kamu ada di sini untuk menjaga adikku."
Semua orang mulai mengucapkan kata kata perpisahan dimulai dari Lucy, Ana, Asta, Raja dan Ratu dan terakhir Lucas.
"Terima kasih, kalau begitu kami berangkat."
"Ehh!? tidak ada ucapan untukku!?"
Aku mengabaikannya dan berjalan pergi, Zep yang setengah kesal ikut dibelakangku.
.
.
.
Kami tiba di distrik petualang dan langsung menuju Guild.
Saat masuk seperti biasa perhatian seluruh orang langsung tertuju kepada kami.
"Ohh kalian sudah sampai! kami sudah menunggumu!"
Gido dan partynya menyapa kami.
"Ohh lama tidak bertemu Gido."
"Tidak perlu bicara mari ikut denganku."
Aku tidak bertanya dan hanya mengikutinya kelantai atas, Guild terdiri dari beberapa lantai dan kami menuju kelantai atas kemudian masuk kesebuah ruangan.
Disana duduk seorang wanita cantik dengan rambut coklat pendek.
"Kalian sudah datang, silahkan duduk."
Yang masuk keruangan hanyalah Aku, Zep, dan Gido sisanya menunggu diluar.
Disana ada 3 kurai kosong seperti sudah disiapkan sebelumnya.
Kami semua duduk dan Gido membuka mulutnya.
"Beliau adalah Alviria guild master di Guild pusat Kekaisaran, sederhananya beliau adalah pemimpin tertinggi dalam dunia petualang."
"Senang bertemu kalian, aku mendengar kalau Gido ingin merekomendasikan kalian berdua agar aku bisa memberikan kalian perlakuan khusus jadi aku ingin bertemu kalian dulu. Dan aku terkejut ternyata kalian berdua cukup kuat untuk anak seumuran kalian."
Meskipun dia mengatakan kalau dia terkejut tapi tidak ada ekspresi diwajahnya hanya ada wajah datar dan tanpa emosi.
"Aku tidak pernah memberikan perlakuan khusus kepada orang asing selama ini tapi aku mendengar kalau kau adalah Kesatria dari putri sahabatku jadi aku akan memberimu pengecualian."
Aku tidak melakukan apa apa dan semuanya menjadi sangat lancar, inikah kekuatan koneksi?
"Tapi bukan berarti kalian bisa lolos tanpa ujian jadi aku akan memberikan beberapa tes sebelum mengambil keputusan."
Dengan itu kami diberikan beberapa tes dan sebagian besar terkait dengan Dungeon seperti barang apa yang akan dibawa, apa yang harus disiapkan sebelumnya berkemah, apa yang harus dilakukan jika masuk kedalam perangkap dan sebagainya.
Setelah itu ada tes kemampuan bertarung dan kami bisa melewatinya dengan mudah.
Normalnya kami akan memulai dari Bronze tapi karena ini kami bisa langsung masuk ke rank Gold yang setara dengan rank Gido.
Rank petualang dimulai dari Bronze, Silver, Gold, Mithril, Diamond, dan terakhir Adamantium.
Orang normal biasanya hanya akan berhenti di rank Gold karena jika ingin naik ke lebih tinggi dibutuhkan bukan hanya kekuatan tapi prestasi yang diakui oleh setidaknya 3 guild master cabang, dan jika ingin naik lagi dibutuhkan pengakuan dari guild master pusat yaitu Alviria dan terakhir jika ingin naik ke rank tertinggi harus mendapatkan pencapaian dan pengakuan dari 7 pangeran iblis.
Saat ini kami sekali lagi berkumpul di kantor Alviria.
"Kalau tidak salah rank Lucy itu mithril, jika monster seperti dia hanya berakhir disana seberapa kuat orang yang berada di rank diamond atau adamantium?"
"Itu cukup sulit karena itu adalah perlakuan khusus milik Lucy, Apa kamu percaya jika aku mengatakan dia menjadi petualang di umur 10 tahun? dan dia adalah petualang solo artinya dia melakukan misi atau menjelajahi dungeon sendirian sejak itu. Anak itu meminta agar ranknya tetap di bronze selamanya tapi karena pencapaiannya yang terlalu besar untuk disembunyikan jadi mau tidak mau aku harus menaikan ranknya sedikit demi sedikit dan berakhir di rank mithril sekarang, jika dalam pencapaian dia setara dengan petualang tingkat diamond. Untuk pertanyaan seberapa kuat petualang tingkat adamantium kamu bisa melihat pria yang disebut Lucifer sekarang karena dulu dia adalah salah satu dari petualang adamantium."
"Gulp."
Aku menelan ludah bukan karena soal Lucy tapi tentang fakta kalau orang terkuat di Kekaisaran adalah petualang rank adamantium, jadi aku harus betanya tanya tentang keberadaan orang kuat lainnya.
"Haha jangan memasang wajah seperti itu karena sampai sekarang hanya ada 5 petualang tingkat adamantium yaitu Lucifer, Aku, dan 3 lainnya, karena aku dan Lucifer sudah pensiun jadinya sekarang hanya tersisa 3 dan bisa bertemu dengan mereka saja sudah menjadi hal yang luar biasa."
"Begitu, Terima kasih atas ceritanya."
"Tidak masalah, Ohh! dan terima ini."
Alviria mengulurkan sebuah tablet kecil seperti gadget.
"Itu adalah cermin status, teteskan darahmu atau alirkan manamu kedalamnya dan itu akan menganggapmu sebagai pemiliknya dan akan menampilkan statistikmu saat ini itu juga berfungsi sebagai tanda pengenal jadi jangan sampai hilang."
Kami berdua mencobanya dan angka langsung muncuk didalam layar.
Nama : Takeda Ryutaro
Umur : 25 tahun
Gender : Pria
Statistik dasar :
Stamina : 592
Kecepatan : 829
Kecerdasan : 547
Kekuatan fisik : 648
Kekuatan sihir : 912
Rank : Gold
__ADS_1
Jadi ini statistik ku, ku tidak tau berapa standar dunia ini jadi aku tidak tau apakah ini hal yang baik atau buruk.
"Woaahh! apa apaan statistik gila ini!"
"Hmm cukup baik."
"Zep bagain denganmu."
Nama : Zephyr
Umur : 25 tahun
Gender : Pria
Statistik dasar :
Stamina : 861
Kecepatan : 405
Kecerdasan : 484
Kekuatan fisik : 947
Kekuatan sihir : 0
Rank : Gold
Statistiknya bisa dibilang setara denganku tapi dia tidak memiliki kekuatan sihir.
"Seperti yang diharapkan."
"Apa apaan anak zaman sekarang ini? mereka semua seperti monster."
"Saranku jangan terlalu bangga dengan kekuatan mu karena di dunia ini ada banyak monster yang jauh lebih kuat daripada yang dibayangkan semua orang."
"Aku mengerti."
"Ohh dan ini ambillah ini adalah hak khusus kalian, selama kalian membawa token ini kalian bisa pergi kemanapun di Kekaisaran tanpa pemeriksaan."
"Ini akan sangat membantu, Terima kasih."
Kami berdua turun ke lantai dasar tempat dimana seluruh petualang berkumpul untuk minum atau mengambil misi.
"Apakah kita akan mengambil misi sekarang?"
Zep bertanya dengan penuh semangat.
"Tidak di sini, kita akan langsung pergi ke wilayah demon lord Leviathan."
"Tch, butuh waktu berhari hari untuk sampai disana."
"Kalau begitu kau ambil misi saja sendiri, aku akan berangkat duluan."
Aku berjalan tanpa menunggu jawaban dan Zep tetap mengikutiku.
Aku berniat untuk menyewa sebuah kereta kuda tapi Zep menahanku.
"Hei ini akan menjadi perjalanan yang panjang jadi akan sangat membosankan jika kita hanya fokus untuk sampai ketujuan."
"Kau tau? aku adalah pandai besi dan aku butuh bahan untuk senjata jadi..... ayo kita ambil jalan memutar."
"Jika itu alasanmu maka baiklah."
"Yosh! kalau begitu ayo kita berburu wyvern!"
Akhirnya kami berangkat sambil berjalan kaki karena siapa yang menyangka kalau Zep berniat melintasi pegunungan sambil berburu wyvern.
"Haap!"
Aku mengayunkan pedangku dan menyerang wyvern tepat dibagian leher.
Meskipun tidak bisa memenggal kepalanya karena cukup besar tapi itu sudah cukup dalam untuk menjadi luka yang menghawatirkan.
Dan tidak lama wyvern itu mati.
Wyvern kali ini cukup lemah jika dibandingkan yang waktu itu karena kali ini mereka tidak bisa beregenerasi dan selalu sendirian.
Kami membunuh cukup banyak wyvern di segala jenis mulai dari Api, tanah, angin, air, di tambah cahaya, dan kegelapan yang terbilang cukup langka.
Aku tidak tau kenapa kita harus membunuh begitu banyak wyvern hanya untuk membuat sebuah senjata, aku bukan pandai besi jadi aku tidak tau apa apa jadi tidak punya hak untuk mengeluh, lagian ini cukup menyenangkan bisa berpetualang seperti ini sambil melawan wyvern.
Saat membunuh wyvern kami akan mengambil sisik, taring, dan intinya karena itu sangat cocok untuk dijadikan senjata.
Saat kami ingin pergi ke tempat selanjutnya.
"Groooaahh!!" raungan terdengar.
"Bahaya ayo pergi."
Zep memperingati dan kami langsung berlari karena apapun itu, itu pasti monster.
Tapi sebelum kami berlari cukup jauh sesuatu jatuh dari langit.
"Boom!"
Tanah hancur dan debu beterbangan kemana mana aku bisa merasakan kalau tanah bergetar karena itu.
Saat debu menghilang disana berdiri wyvern dengan tinggi 30 meter sangat berbeda dengan wyvern sebelumnya yang hanya setinggi 10 meter.
"Sial, sepertinya kita tertangkap."
"Seekor naga!?"
Benar, disana ada seekor naga hitam raksasa yang sedang menatap kami.
"Kalian berani sekali masuk dan mengacau di wilayahku jangan pikir kalian bisa keluar dari sini hidup hidup!"
"Sialan!"
Di dunia ini ada beberapa ciri khas naga yang membuatnya sangat menakutkan yaitu kontrol mutlak atas mana, pertahanan mutlak, dan perintah mutlak.
Jika naga menyuruh orang itu mati maka orang itu akan mati tapi bukan berarti tidak ada bayaran, jika naga memberikan perintah yang terlalu ekstrim seperti mati itu juga akan membebani tubuhnya jadi yang paling sering digunakan untuk menyegel musuh seperti yang dilakukannya saat ini.
Aku tidak bisa kabur sekarang, rasanya sangat aneh tapi saat aku berfikir untuk kabur pikiran itu selalu berubah jadi aku tidak bisa berfikir kearah sana.
__ADS_1
"Sekarang kita hanya bisa melawan."
Kami berdua menggunakan penyatuan dan menyerang secara bersamaan.
Menanggapi serangan kami Naga itu menggunakan nafasnya untuk menyerang kami tapi Zep langsung kedepan sambil mengayunkan tombaknya untuk menahan serangan naga.
Nafas itu terbelah dan kami langsung maju untuk menyerangnya.
Seperti biasa saat melawan musuh yang besar kami akan membatasi pergerakannya yaitu dengan menyerang kaki atau sayap.
Aku menyerang kaki kanan dan Zep menyerang kaki kiri.
Naga itu meraung karena kesakitan, meskipun tidak bisa membaca ekspresi naga tapi aku tau kalau dia cukup terkejut Karena kami berdua mampu menembus pertahanan mutlak miliknya.
Kurang dalam.
Naga itu mengayunkan ekornya untuk menyerang kami tapi karena ekornya terlalu panjang dan besar jadinya tidak ada tempat untuk menghindar.
Aku mencoba menahannya dengan pedangku tapi itu membuatku terhempas.
"Kuukkk!"
Rasanya tulangku retak gara gara serangan itu, meskipun sederhana itu seperti sebuah palu raksasa yang akan menghancurkan tubuhmu jika itu mengenaimu secara langsung.
Kami berdua terus menyerang tanpa henti.
Aku tidak tau sudah berapa lama tapi perhatian ku terfokus pada naga jadi aku tidak bisa memikirkan hal lain.
Naga itu juga sudah memiliki banyak luka ditubuhnya meskipun tidak ada luka yang cukup fatal untuk membunuhnya.
"Jika kita menunda lebih lama kita akan kehabisan tenaga terlebih dahulu."
"Kau benar, ada yang ingin ku coba bisakah kau membantuku?"
Aku tidak tau apa yang dia maksud tapi aku ikuti saja.
"Baiklah, apa yang harus kulakukan?"
"Tahan naga itu sendirian selama beberapa saat dan tunggu aba abaku."
"Serahkan kepadaku."
Aku berjalan kearah Naga kemudian melepaskan armorku dan menggunakan wujud vampire setelah sekian lama.
Aku menyadari kalau rambutku semakin panjang dan telingaku juga menjadi lebih runcing dan ada sebuah sayap merah transparan dibelakangku yang lebih penting sihir aneh meledak dari dalam tubuhku.
Biasanya wujud vampire hanya akan memperkuat fisikku tapi kali ini rasanya itu akan menelan kekuatan sihirku.
Pedangku yang sebelumnya berwarna hitam legam sekarang diwarnai oleh corak darah.
Aku mencoba berlari kearah naga tapi sebelum aku menyadarinya aku sudah tiba dibelakang naga itu.
Naga itu mengayunkan ekornya sekali lagi tapi kali ini aku tidak terhempas dan tetap berdiri di tempat dengan ekor naga ada ditanganku.
Aku sangat terkejut karena mampu menahan serangan itu.
Naga menarik kembali ekornya kemudian melancarkan serangan nafas.
Aku menerobos serangan itu kemudian memberikan tebasan tepat dibagian dada.
Sisik tebalnya terpotong dan darah meledak dari sana melebihi apa yang seharusnya.
"Haah haah."
Aku merasa sangat lelah sekarang.
Aku sangat lapar, sangat haus, sangat ngantuk.
Naga itu ingin terbang tapi aku mengangkat tanganku sambil membayangkan sebuah tombak.
Dan seketika disekitar ku muncul tombak merah, ini aneh karena barusan aku mengaktifkan tombak kegelapan.
Aku tidak peduli dan langsung menembakan tombak itu.
Itu menembus sayap naga dan beberapa menancap ditubuhnya dan membuatnya kembali jatuh ke tanah.
Saat ingin menyerang lagi Zep berteriak.
"Mundur secepat mungkin!!"
Aku langsung berlari menjauh tanpa pikir panjang dan setelah itu.
"DUAARR!"
sebuah ledakan dahsyat muncul dan menciptakan sebuah asap berbentuk jamur raksasa.
Tanah bergetar hebat sampai rasanya akan terjadi longsor sebentar lagi.
Daerah yang terkena ledakan itu langsung hilang dan berubah menjadi kawah raksasa.
Tidak sampai disana dari atas langit terjun sebuah tombak dengan kecepatan tinggi mengarah langsung kearah kawah yang sebelumnya.
"DUAAR!"
setelah sampai sebuah ledakan lain terjadi.
"DUAR!!"
Ledakan demi ledakan terus terjadi hingga ledakan yang kesepuluh itu berhenti.
Semua yang ada di depan kami hancur tidak tersisa karena ledakan itu.
Ditengah kawah seekor naga hitam terbaring lemas sambil dipenuhi luka.
Sangat mengejutkan dia masih hidup.
Kami mendekati naga itu, dia menatap kami kemudian menutup matanya.
Meskipun begitu aku merasa kalau dia sedang menangis sekarang.
Naga itu merapatkan kepalanya ketanah, aku melihat Zep dan dia menutup matanya.
Aku berjalan kearah naga itu kemudian mengangkat pedangku.
"Selamat tinggal."
__ADS_1
Aku memenggal kepalanya, naga itu mati.