
Kami bertiga muncul di sebuah padang rumput yang sangat luas.
Untuk berfikir ini hanya sebuah ilusi rasanya sangat tidak mungkin karena ini terasa sangat nyata.
Menurut Carl tema dari ujian ini adalah belajar dari masa lalu jadi bukankah itu artinya kita ada di masa lalu sekarang?
"Baiklah apa yang harus kita lakukan sekarang?"
Zephyr kembali seperti biasanya dan bertanya sambil menyentuh rumput yang ada di bawah kaki kami.
"Karena kita tidak tau apa apa jadi sebaiknya kita mengumpulkan informasi terlebih dahulu."
"Aku sutuju, kemana kita harus pergi? aku hanya melihat padang rumput sekarang."
Carl tidak bisa diandalkan sekarang karena dia sendirian di sini jadi satu satunya yang bisa ku andalkan adalah Zephyr yang punya kemampuan pelacak yang sangat baik.
"Kurasa kita harus pergi ke utara."
Sebelum aku bertanya Zephyr sepertinya sudah tau.
"Apa kau menemukan sesuatu?"
"Aku merasakannya adanya kehidupan di sana, di bagian selatan juga ada tapi itu lebih jauh jadi aku tidak merekomendasikannya."
"Baiklah kita akan pergi ke utara."
Kami berjalan ke arah utara untuk mengumpulkan informasi, aku berfikir kalau ini akan menjadi perjalan yang singkat tapi ini lebih jauh dari bayangan ku.
Matahari sudah terbenam dan langit berubah menjadi hitam.
"Kurasa kita harus beristirahat."
"Benar, sangat berbahaya berjalan dimalam hari di tempat yang asing seperti ini."
Aku dan Zephyr bertugas memasang tenda sedangkan Carl memasak.
"Fiuhh akhirnya selesai."
"Tunggu, ada yang tidak beres."
"Ada apa?"
"Sejak tadi aku merasakan sesuatu tapi karena itu sangat tipis dan tenang jadi aku tidak memperdulikannya, aku baru menyadari kalau keberadaan itu semakin jelas setiap saat jadi berhati hatilah."
"Baiklah."
Sejak dulu aku sangat kurang dalam hal merasakan bahaya sampai itu sangat dekat denganku, itu membuat ku sangat kesulitan jika diserang secara diam diam.
"Kyaaa!"
"Carl!"
"Sial sepertinya mereka mulai bergerak!"
Aku dan Zephyr berlari secepat mungkin kearah tempat Carl berteriak.
Carl terjatuh ke tanah dan ada sebuah luka di lengannya, sedangkan di depannya ada monster jenis tikus tanah tapi monster ini setinggi 2 meter dengan kulit setebal armor.
"Berhenti!"
Carl berteriak kepada monster itu tapi tidak mempan dan malah menyerang Carl sekali lagi.
Aku buru buru maju dan menahan serangan monster itu dengan pedang ku, itu cukup kuat untuk membuatku terdorong mundur meskipun hanya sedikit tapi tetap saja aku sangat terkejut.
Aku mendorong monster itu dan langsung menebasnya tapi itu kurang dalam, itu salahku karena tidak menggunakan sihir untuk mengecek kekuatan pertahannya.
Setelah mengetahui seberapa kuat serangan dan pertahanannya aku memperkuat pedangku dengan sihir dan melakukan serangan lain tepat di bagian lehernya.
Kepala monster itu jatuh ketanah dengan keras diikuti dengan tubuhnya.
"Hati hati, ini belum berakhir."
__ADS_1
Zep muncul disampingku dan juga menyiapkan tombaknya, sepertinya sejak tadi dia hanya menonton.
"1, 2, 5, 10, 20, 50, totalnya ada sekitar 57."
"Ini sedikit merepotkan."
Untuk berjaga jaga aku memperkuat kemampuan fisikku dengan sihir hingga maksimal dan langsung menggunakan penyatuan cahaya, Zephyr juga melakukan hal yang sama.
"Ayo mulai."
Puluhan tikus raksasa muncul dari dalam tanah dan menyerang dengan sangat liat kearah kami.
Aku menebas salah satunya tepat dibagian kepala yang membuatnya mati seketika dan langsung menyerang yang lain.
Ini aneh kenapa mereka tidak menyerangku?
Benar, monster ini tidak menyerangku dan terus berlari lurus seperti aku bukanlah target mereka.
Semua monster itu menyerang secara liar ke arah kami, untungnya semua monster menyerang dari depan jadi cukup mudah untuk menahan mereka.
Tapi yang membuat ku merasa aneh karena semua monster ini tidak melihatku bahkan setelah aku membunuh salah satu dari mereka.
"Sepertinya monster ini mengincar Carl yang merupakan orang terlemah di antara kita jadi mungkin mereka tidak sebodoh yang kita kira."
Zephyr memperingatkan ku setelah menjatuhkan salah satu tikus lain.
Aku memikirkan segala kemungkinan sambil terus menahan serangan dari tikus ini.
"Carl sembunyi di belakangku!"
"Baiklah"
Aku tidak bisa leluasa bergerak karena Carl bersembunyi di belakangku, jika aku berpindah aku khawatir Monster akan menyerangnya.
Tanpa ku sadari kita sudah terkepung oleh monster monster ini.
Monster ini tidaklah kuat sehingga aku harus bertarung dengan serius tapi tetap saja ini sangat menyusahkan melawan mereka yang bergerombol dan bisa menyerah dari dalam tanah.
kami menghabiskan beberapa waktu untuk menghabisi mereka semua dan memutuskan untuk pindah tempat dan beristirahat.
Tak lama setelah aku memasang tenda Zephyr datang dan kami memutuskan untuk makan sambil membahas rencana selanjutnya.
"Apa kau menemukan sesuatu?"
Aku bertanya kepada Zephyr karena sepertinya dia menemukan sesuatu yang menarik jika aku melihat dari ekspresinya.
"Aku punya hipotesis, apakah kalian menyadari kalau monster tikus tadi memiliki kesamaan dengan monster tikus yang biasa kita temui di Kekaisaran?"
"Aku juga memikirkan itu, hanya saja ukurannya sangat berbeda."
Setelah Carl mengatakannya aku teringat bentuk tikus yang sering muncul di Kekaisaran memiliki bentuk yang sama dengan yang kita bunuh, tapi tikus di Kekaisaran sangat kecil dan tidak berbahaya sedangkan tikus ini bahkan mungkin membunuh prajurit yang tidak berpengalaman.
"Bagaimana kalau aku mengatakan kalau keduanya adalah monster yang sama tapi di zaman yang berbeda?"
Carl yang mendengar itu menggelengkan kepalanya dengan kuat untuk menyangkalnya.
"Tidak mungkin kan? jika tikus saja sekuat itu bagaimana dengan monster yang sesungguhnya?! "
Aku paham apa yang dia khawatirkan karena bagaimanapun tikus yang kami tau bisa dibunuh oleh anak kecil sekalipun tapi jika tikus di dunia ini sebesar itu aku tidak tau lagi sebesar apa monster yang sesungguhnya.
Untuk sesaat bayangan tubuh naga Gizel yang sebesar gunung muncul di pikiran ku, tidak mungkin kan? jika semua naga sebesar itu?
"Aku pikir itu karena jumlah mana di sini sangat berlimpah, seperti yang kita tau kalau monster akan semakin kuat jika menyerap mana yang banyak juga kan? Ryu coba kau gunakan Fire ball seperti biasanya."
menuruti apa yang Zephyr minta aku penggunaan Fire ball kearah langit, aku menggunakan fire ball tapi seketika api di tanganku meledak dan membesar dengan ukuran puluhan kali lipat membuatnya terlihat seperti meteor.
"Lihat? ini bahkan mempengaruhi sihir kita jadi tidak mengejutkan jika monster juga berevolusi."
Aku akhirnya bisa memahami seperti apa kondisi kita saat ini.
"Pantas aja sejak tadi aku merasa tidak kelelahan sedikitpun."
__ADS_1
"Nah, setelah menggabungkan hal ini aku pikir saat ini kita berada di masa lalu atau semacamnya."
"Tapi bagaimana mungkin? menurut yang ku tau tidak mungkin untuk melakukan penjelajah waktu."
"Benar, memang tidak mungkin tapi bagaimana jika kita tidak kembali ke masa lalu melainkan hanya kesadaran atau jiwa kita?"
"Maksudmu saat ini jiwa kita masih di hutan agung? kurasa itu lebih masuk akal, kalau begitu apa tujuan dari ujian ini?"
Zephyr berpikir untuk sesaat sebelum menjawabnya.
"Aku sendiri tidak tau, kupikir kita akan tau jika bisa menemukan sebuah desa atau kota untuk mendapatkan informasi."
Aku mencerna informasi yang diberikan Zephyr dan menggabungkannya dengan semua informasi yang aku miliki.
"Ku pikir kita tidak kembali ke masa lalu, sebaliknya kita masih ada di masa itu hanya saja bukankah mungkin membuat ruangan seperti ini jika menggunakan sihir ruang dan waktu?"
"Setelah kamu mengatakan itu semuanya menjadi masuk akal, pasti ada batasan di dunia ini."
"Kita akan mencari itu besok kurasa sebaiknya kita istirahat, kalian berdua istirahat terlebih dahulu aku akan berjaga kali ini."
"Baiklah selamat malam"
Zephyr dan Carl tidur terlebih dahulu sedangkan aku pergi ke tempat yang cukup jauh dari kemah kemudian mengeluarkan telur naga yang tersimpan di dalam cincinku.
Telur itu sangat besar hingga butuh 2 tangan untuk memegangnya, telur naga menyerap energi sihir sebagai sumber nutrisinya jadi jika dia dibiarkan di tempat dengan kepadatan sihir rendah dia akan mati.
Setelah keluar telur naga itu langsung menyerap energi sihir alam dengan kecepatan yang gila mungkin itu di pengaruhi oleh kepadatan energi sihir di wilayah ini, aku juga membantunya dengan menyalurkan energi sihir ku sendiri hingga habis.
Biasanya aku hanya bisa menyalurkan energi sihir selama 2 jam penuh tapi sekarang sudah 5 jam tapi energi sihir ku belum habis total.
Karena ini tidak ada akhirnya aku memutuskan untuk pulang dan mencoba memasukkan telur kedalam cincin tapi itu tidak bereaksi, memang benar cincin ini hanya bisa menampung benda bukan makhluk hidup.
"Sebelumnya itu bisa tapi kenapa kali ini berbeda?"
"Craack crack"
Telur yang ku pegang mulai retak sedikit demi sedikit hingga hancur, seekor naga kecil keluar dari dalam telur dan terbang di sekitar ku.
"Seingat ku ibu mu adalah naga hitam tapi kenapa kau malah jadi naga merah? atau mungkin naga hetam merah? itu terlihat keren!"
Naga yang sebelumnya ku bunuh adalah naga hitam tapi ini sangat aneh kenapa anaknya memiliki sisik warna merah apalagi itu tidak semuanya merah melainkan kalau di perhatikan sisiknya dominan berwarna hitam tapi cukup banyak sisik berwarna merah juga.
Baru kali ini aku melihat ada naga yang memiliki sisik unik seperti ini.
"Kyu"
"Umm? kamu bisa berbicara?"
Bagiku dia hanya bersuara acak tapi aku tidak tau mengapa aku bisa paham apa yang dia ucapkan.
"Kyuu!"
"Aku tidak apa apa, aku hanya berpikir apa yang harus kulakukan selanjutnya."
"Gggrrrr!!!"
Dia terlihat marah dan langsung naik ke atas pundak ku kemudian menggosokkan kepalanya yang lucu di pipiku.
"Kyuu"
"Haha maafkan aku, untuk berpikir kau bisa membaca pikiran ku, maafkan aku aku tidak akan membuang mu kok jadi tenang saja."
Naga adalah makhluk abadi jadi mereka tidak pernah mati karena umur dan malah akan bertambah kuat semakin lama mereka hidup, menurut buku yang ku baca naga membutuhkan waktu sekitar 500 tahun untuk remaja dan 1000 tahun agar memasuki usia dewasa.
Jika aku membiarkannya sendiri di sarangnya cepat atau lambat naga lain akan datang untuk membunuhnya jadi kurasa tidak ada pilihan lain.
"Kurasa aku harus memberi mu nama... Hmm bagaimana kalau Nuriel?"
"Kyu!"
"kamu menyukainya? baguslah, baiklah Riel bagaimana kalau kita istirahat?"
__ADS_1
"Kyuu!"
Aku mengelus kepalanya dan pergi ke tenda untuk beristirahat karena sudah waktunya bergantian dengan Zephyr.