
Kami terbang dengan kecepatan tinggi melintasi lautan pohon yang terlihat tidak terbatas.
Ini adalah tempat yang belum pernah disentuh oleh manusia maupun iblis karena dipenuhi dengan monster yang sangat kuat.
Bahkan rumornya hanya orang yang terpilih yang mampu memasuki pusat hutan dan jika, tidak mereka akan tersesat didalam hutan ini selamanya.
Ini memang sangat jauh dan mungkin butuh waktu beberapa hari atau minggu untuk melewatinya dan itu dihitung jika seseorang berjalan kaki tanpa mendapatkan gangguan dari monster.
Di bagian luar hutan memang sangat sepi tapi semakin dalam semakin banyak monster yang kami lewati.
Yang paling mengerikan bukan dari monsternya tapi dari kepadatan mana yang sangat padat sampai akan membuatmu akan kesulitan dalam bernafas apalagi bertarung dengan monster.
Kami terbang selama beberapa jam dan akhirnya wivern Ryu mendarat di tanah.
"Mulai dari ini hanya orang yang mendapatkan izin yang boleh memasukinya jadi tunggu sebentar aku akan masuk dan meminta izinnya."
"Hmm memang benar aku merasa tidak bisa melangkah di sini, ini sihir yang sangat aneh."
"Itu bukan sihir melainkan hukum alam itu sendiri jadi tidak mungkin bisa dihancurkan oleh apapun."
"Heeh aku cukup tertarik untuk mempelajarinya."
Zep benar sejak aku menginjakan kaki aku sama sekali tidak bisa bergerak.
Bukannya aku tidak bisa bergerak hanya saja aku merasa kalau aku tidak bisa melangkah lebih jauh bahkan saat aku memaksanya kakiku tidak mau bergerak kedepan.
"Baiklah kami akan menunggu."
Dengan itu Carl pergi lebih jauh kedalam hutan bersama dengan wyvern Ryu sedangkan aku dan Zep hanya bisa menunggu disana.
.
.
.
Jauh didalam hutan Carolyn masuk ke sebuah gerbang yang terbuat dari pohon raksasa dan saat masuk disana sudah terbentang pemandangan yang sangat indah.
Lebih dari itu tempat ini dipenuhi dengan monster yang hanya bisa ditemukan ditempat ini karena jika salah satu dari mereka muncul satu desa atau kota akan menghilang dari peta.
Semuanya menunduk saat Carolyn lewat, Carolyn terus berjalan lurus dengan wajah tegap tanpa memperhatikan monster yang menunduk di sekitarnya.
Hingga dia tiba di dipinggiran danau dan saat dia melangkah ke dalamnya sesuatu yang seperti Tentakel muncul dan menahan kaki Carolyn agar tidak menyentuh air.
Hal itu terus berlanjut hingga Carolyn sampai di tengah danau.
Udara terlihat terdistorsi kemudian saat Carolyn menyentuhnya tubuhnya perlahan lahan tertelan dan menghilang.
Carolyn muncul disebuah ruangan yang tampak seperti kamar mewah dilengkapi dengan beberapa pelayan.
Tanpa mengatakan apa apa para pelayan itu dengan cepat melepas pakaian Carolyn dan langsung menggunakan sihir untuk membersihkan tubuhnya kemudian membantunya mengenakan Gaun yang megah dilengkapi dengan mahkota.
Mereka juga memberikan sebuah jubah kecil kepada Shin yang sedang berdiri diatas meja.
Setelah selesai para pelayan itu menunduk kemudian pergi keluar tanpa sepatah katapun.
Shin kembali naik kebahu Carolyn dan mereka pergi ke sebuah pintu, saat masuk yang pertama kali muncul adalah sebuah aula yang sangat megah dengan satu kursi di puncaknya.
Carolyn maju dan tanpa ragu dia duduk di kursi itu dengan Shin masih terbaring di bahunya.
Di depannya penuh dengan sosok manusia dengan beberapa ciri monster.
Ada ratusan dari mereka dan semuanya bukan sosok yang hanya kuat tapi sosok yang melampaui akal sehat siapapun.
Dan semua sosok itu menunduk dihadapan satu orang gadis.
Gadis itu tidak punya kekuatan yang dahsyat tapi jika dalam hal dominasi tidak ada yang bisa melampaui nya, aura lembut dan penyayang yang menjadi ciri khasnya tidak muncul sekarang dan benar benar berubah menjadi sosok ratu yang agung.
Ruangan itu sangat sunyi karena semuanya menunggu sang ratu berbicara.
"Pertama tama aku ingin mendengar laporan kalian tentang situasi saat ini."
Mendengar itu ada sekitar 35 sosok maju yang terlihat berbeda dari semuanya bukan dari penampilan tapi dari segi kekuatan.
Salah satu sosok wanita dengan 9 ekor rubah berbicara terlebih dahulu.
__ADS_1
"Lapor yang mulia, saat ini kita sudah membentuk aliansi dengan 35 dan 36 hutan agung yang ada di Kekaisaran tapi kami tidak bisa mengusik yang terakhir karena wilayah itu dijaga langsung oleh dragon lord."
Mendengar itu Carolyn terlihat berfikir sejenak sebelum menjawab.
"Sudah sebanyak itu, cukup bagus dan untuk yang terakhir aku akan pergi kesana secara pribadi untuk berbicara dengan dragon lord agar mau membantu rencana kita, apakah kekuatan ini sudah cukup dalam menghadapi perang yang akan datang? bagaimana menurutmu?"
"Aku cukup sulit dalam menjawabnya karena kurangnya informasi, kami memang mengetahui semua yang terjadi di Kekaisaran iblis tapi tidak dengan Kekaisaran manusia."
"Itu saja sudah cukup bagus, bagaimana dengan kabar dari teman temanku?"
"Sejauh ini kami belum menemukan sosok lain yang cocok selain 2 orang sebelumnya, mohon maafkan kami."
"Baiklah sudah cukup, selanjutnya."
Sosok wanita dengan telinga kucing dan 2 ekor melambai dibelakangnya maju.
"Saya sudah menghipnotis cukup banyak petinggi di kekaisaran dan bahkan berhasil mengintip isi kepala dari beberapa demon lord dan saya menemukan info yang sangat menarik, kurasa kita harus mempertimbangkan apakah ingin memberi tahu Lucifer tentang ini atau tidak."
"Tidak perlu, dia harus mencari tahu sendiri jadi tetap dalam rencana."
"Dimengerti."
Monster punya sistem informasi seperti jaring laba laba yang membuat mereka mampu berkomunikasi dalam jarak yang tidak terbatas selama mereka memiliki hubungan darah atau jiwa.
Jadi merema tidak perlu berbicara untuk menyampaikan informasi tapi mereka tetap melakukannya agar ruangan tidak terasa sunyi.
Tetap saja informasi penting akan disampaikan secara pribadi kepada ratu karena tidak menutup kemungkinan ada yang membocorkan informasi itu jika salah satu dari mereka tertangkap.
Para monster maju satu persatu dan mulai menyampaikan laporannya hingga selesai.
Saat semua laporan sudah disampaikan Carolyn mulai berbicara.
"Kalian sudah tau ini tapi aku akan pergi ke Kekaisaran manusia sekarang jadi aku akan menyampaikan beberapa perintah yaitu aku akan menyerahkan kekuasaan tertinggi kepada Belvina untuk sementara, ada yang keberatan?"
Semuanya diam menandakan persetujuan mereka.
"Selanjutnya aku ingin kalian memperluas jaringan informasi kita hingga menutupi seluruh Kekaisaran manusia juga jika memungkinkan kalian melakukannya dengan hati hati agar tidak menarik perhatian yang berlebihan itu saja, kalian silahkan pergi dan lakukan tugas kalian sendiri."
setelah selesai mereka semua menghilang seperti tidak pernah ada disana meninggalkan Carolyn, Shin dan 5 sosok lainnya.
"Aahh~ aku sangat lelah, kenapa aku harus melakukan ini setiap hari."
"Kerja bagus Yang Mulia."
"Vina tolong jangan mengejekku."
Wanita dengan telinga rubah menghampiri Carolyn.
"Fufu kamu sudah berusaha keras sampai aku sendiri merinding melihatnya."
"Kak Fenix aku tidak tau itu pujian atau apa."
"Aku setuju, kamu benar benar sudah menjadi ratu yang hebat sekarang."
"Terima kasih Fenrir."
"Ini memang berat tapi kuharap kamu bisa bertahan."
"Aku akan berusaha paman Leo."
"Kakak membuatku takut tadi."
"Maaf karena sudah membuatmu takut Mia."
Semuanya mulai maju dan memuji Carolyn dimulai dari Wanita dengan telinga rubah, wanita dengan rambut merah dan gaun yang terbakar, pria dengan rambut hitam kuning, om om bertubuh kekar dengan rambut lebat dan terakhir anak perempuan dengan rambut hijau lurus.
"Ohh iya kakak ada diluar kalau bisa aku ingin membiarkannya masuk apa itu baik baik saja?"
Semuanya tersenyum mendengar Carolyn menanyakan itu.
"Bahkan jika kami menolak mereka akan bisa masuk selama kamu menginginkannya jadi tidak perlu meminta izin."
"Itu memang benar tapi bukan berarti aku harus menjadi sewenang wenang disini."
"Baiklah kami akan mengizinkan mereka masuk, cepat temui mereka dan perkenalkan kepada kami."
__ADS_1
"Baiklah aku akan menjemput mereka dulu."
Carolyn pergi kedalam portal kemudian yang lainnya mengikuti.
Setelah semua orang pergi ruangan itu mulai retak dan hancur berkeping keping menyisakan kegelapan yang hampa.
.
.
.
Diluar hutan aku dan Zephyr duduk sambil makan karena Carl lebih lama dari yang kubayangkan, sepertinya butuh banyak usaha untuk membujuk hutan agar mengizinkan kami masuk.
Tapi syukurnya tidak ada monster yang menyerang kami jadi kami cukup tenang disini tapi itu juga membuatnya menjadi sangat membosankan.
Saat sibuk mengunyah roti pemberian Lina tiba tiba aku merasakan tubuhku menjadi lebih ringan dan menjadi lebih bebas dalam bergerak.
Aku berdiri dan mulai berjalan beberapa langkah dan itu berhasil.
Beberapa saat kemudian Carl muncul sendirian dengan Shin dibahu nya.
"Maaf membuat kalian menunggu begitu lama."
"Tidak masalah, sepertinya butuh waktu untuk membujuk hutan jadi aku mengerti."
"Errm iya ini juga memakan lebih banyak waktu dari yang kupikirkan, baiklah ayo masuk."
Carl berjalan dan kami mengikuti dibelakangnya, kami berjalan selama beberapa menit kemudian menemukan pohon yang sangat lebat hingga membentuk sebuah tembok raksasa.
Saat kami hampir menabrak pohon, pohon itu langsung bergerak kesamping membentuk sebuah gerbang alami.
Sejak masuk ke hutan ini ada banyak sekali hal tidak masuk akal yang kutemui mulai dari monster yang punya kecerdasan tinggi hingga sekarang pohon yang bergerak seperti hidup.
Yang membuat ku heran karena semuanya terjadi tanpa ada campur tangan sihir jadi aku cukup bertanya tanya bagaimana semua ini bisa terjadi.
Kami melewati gerbang pohon dan aku berhenti karena tidak bisa berkata kata.
Aku tidak percaya ada tempat seperti ini di tengah hutan karena ini seperti surga jika bisa kubilang.
Hanya itu yang bisa ku katakan untuk menggambarkan keindahannya.
Jika sebelumnya aku merasa berat dan sulit untuk bernafas sekarang semuanya terbalik karena di sini sangat tenang, terlalu tenang malahan.
Ada banyak monster tapi tidak ada sihir yang mengamuk.
Rasanya tubuhku menjadi sangat ringan dan aliran sihir ku menjadi lebih lancar hanya dengan bernafas di sini.
Ini adalah tempat latihan terbaik bisa kubilang.
"Bagaimana? sudah kuduga kalau kalian akan terkejut dengan keindahannya."
Aku tidak terkejut karena keindahannya tapi tetap saja aku sangat terkejut sekarang.
"Ini diluar ekspektasi ku."
"Hehe baguslah, bagaimana kalau kita bertemu dengan penjaga tempat ini? mereka bilang ingin bertemu dengan kalian."
"Baiklah tunjukkan jalannya."
Kami berjalan ke sebuah pohon besar yang dibawahnya ada sebuah lubang.
Kami masuk dan disana ada sebuah tangga menuju keatas, ternyata ini adalah rumah yang terbuat dari pohon yang hidup.
Kami memasuki sebuah ruangan yang terlihat seperti ruangan untuk menjemput tamu.
Di sana sudah duduk 5 sosok yaitu 2 pria 2 wanita dan 1 anak anak.
Di sana juga ada 3 kursi kosong yang disediakan seperti mereka sudah tau tentang itu.
Yah mereka adalah pengawas hutan ini jadi tidak aneh jika mereka mengetahui jumlah orang yang memasuki hutan ini.
Carl maju dan duduk duluan di salah satu kursi, aku dan Zep mengikutinya dan duduk.
Salah satu dari mereka membuka mulutnya untuk berbicara.
__ADS_1
"Selamat datang di Auf Erden wahai penerus Princess of Disaster dan bawahannya Spear of hell."