
Sebulan berlalu sejak pertama kali bencana ini muncul dan satu satunya kejadian besar yang terjadi adalah hilangnya kerajaan Avalor dalam satu malam membuat gempar seluruh dunia karena kerajaan tersebut benar benar sudah tidak berbentuk, belum lagi dari ratusan ribu penduduk tidak ada satu orang pun yang selamat untuk menjadi saksi, satu satunya petunjuk yang jelas adalah bahwa ini adalah bukti betapa mengerikannya sang bencana ini.
Namun hanya itu, setelah itu keberadaan sang bencana benar benar menghilang dari dunia tanpa satupun petunjuk meninggalkan para mutan yang terus keluar dari retakan, namun semua orang telah beradaptasi dan mampu menahan mutan hingga sekarang.
Satu satunya yang menjadi masalah sekarang adalah keberadaan kultus sesat yang menyembah sang bencana tanpa alasan, mereka terkadang muncul untuk membunuh para penjaga yang melindungi retakan untuk membiarkan mutan menggila hingga menyebabkan banyak korban.
Aku tidak tau sejak kapan kultus ini muncul atau apa motif mereka melakukan semua hal tidak masuk akal ini, tapi yang pasti mereka benar benar bencana terbesar yang dihadapi oleh dunia.
Mereka bukanlah organisasi besar tapi kekuatan mereka bukanlah sesuatu yang bisa di remehkan, mereka hanya butuh beberapa orang untuk membantai para penjaga yang merupakan para elit dari setiap kerajaan.
Aku belum pernah bertemu dengan mereka secara pribadi karena mereka aktif di wilayah manusia sedangkan aku sekarang menjaga wilayah beastman.
"Situasinya lebih baik dari yang ku kira."
Kami berdua berjalan jalan di sekitar desa untuk melihat lihat keadaan, sedangkan Carl berada di ruang perawatan untuk merawat prajurit yang terluka akibat mutan.
Meskipun angka kematian cukup rendah belakangan ini, tapi angka prajurit yang terluka cukup tinggi.
"Kau benar, aku merasa ada yang aneh melihat kenapa ramalan besar sampai di sebut bencana ini berjalan sangat lancar."
Aku bisa melihat semua orang melakukan perannya masing masing, prajurit terus berlarian kedalam hutan tempat retakan itu muncul, pandai besi tidak pernah berhenti membuat senjata untuk mengganti senjata yang rusak ketika melawan mutan, perawat terus terusan menggunakan sihir untuk mengobati prajurit yang terluka.
Setelah memperlihatkan kekuatan kami, tetua Kael meminta kami untuk bergabung dengan party pahlawan yang bertugas menyelidiki keberadaan sang bencana, jadi dalam sebulan ini kami sudah berpergian kebanyak tempat namun masih dalam hutan.
Party pahlawan terdiri dari 10 orang termasuk pahlawan beastman sendiri, aku dan Zephyr termasuk kedalamnya sebagai dps.
"Ryu, Zephyr kemari!"
Salah satu wanita beastman dengan ras ular putih melambai ke arah kami dengan kuat, Dia adalah Rosa Fitzhugh salah satu bangsawan bisa kubilang, dia juga prajurit yang sangat kuat karena bisa masuk kedalam party pahlawan.
Awalnya ku pikir kami akan mendapatkan diskriminasi dari anggota party karena bagaimanapun aku adalah manusia dan Zephyr adalah iblis, tapi ternyata semuanya menerima kami dengan tangan terbuka.
Yang paling dekat dengan kami adalah Rosa yang sudah seperti kakak perempuan di dalam party, meskipun pahlawan cukup temperamen tapi Rosa selalu bisa menenangkannya yang membuat posisinya di dalam party cukup tinggi.
"Apa ada masalah?"
Aku ragu akan ada masalah namun tidak ada salahnya untuk memastikan, Rosa terlihat sedikit kecewa dengan respon yang kuberikan.
"Lihat lihat!"
Aku bisa melihat Rosa sedang memeluk sesuatu di dada miliknya dengan kuat, sesuatu itu juga terlihat berusaha untuk kabur namun pada akhirnya tunduk di hadapan kekuatan super Rosa.
"Bukankah dia imut?! aku menemukannya sedang berkeliaran di desa!"
Seperti yang kalian duga, itu adalah Nuriel, sebulan yang lalu aku meninggalkannya di desa mengingat dia belum dewasa dan aku tidak ingin dia dalam bahaya.
Awalnya aku khawatir bahwa dia tidak cukup makan namun ternyata naga bisa menyerap mana dari alam secara alami tapi ntah kenapa Nuriel menjadi sangat manja, untungnya setelah di bantu oleh para tetua akhirnya Nuriel bisa menyerap mana secara alami sehingga aku bisa meninggalkannya bersama Carl dengan tenang.
Ini juga pertama kalinya party pahlawan datang ke desa ini untuk melihat lihat situasi, dan juga kami mendengar kabar bahwa belakangan ini aktivitas mutan semakin aktif jadi ada dugaan kalau para penganut sekte sesat mulai memperluas kegiatan di wilayah beastman juga.
"Kyuun!"
Nuriel yang menyadari keberadaan ku mulai meronta semakin kuat dengan mata berkaca-kaca, hatiku sangat sakit melihatnya jadi aku memutuskan untuk membantu.
"Ummm dia adalah vamiliar ku."
"Ehh? si imut ini?"
"Yaah ceritanya panjang tapi kira kira seperti itu."
Rosa melihat ke arah Nuriel dan aku berkali kali dengan mata kosong.
"Kenapa kau tidak bilang sejak awal!?"
"Aku tidak ingin dia dalam bahaya, jadi aku tidak bisa membawanya."
"Y-yah memang misi kita berbahaya, tapi melihat kau menyembunyikan hewan imut seperti ini..."
Aku sendiri tidak tau bagaimana cara meresponnya, jadi setidaknya aku hanya bisa berpura pura untuk tidak melihat tangisan Nuriel yang seolah olah telah di buang.
"Kalian bertiga ayo pergi!"
Anggota party yang lain sudah berkumpul, sepertinya urusan kami di sini sudah selesai dan waktunya kembali bekerja.
Tujuan kami kali ini adalah untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh di dalam hutan agung, namun karena hutan ini sangat luas jadi kami harus membagi party menjadi beberapa tim yang terdiri dari 2 orang, jadi akhirnya akan ada 5 tim yang terbentuk.
__ADS_1
Tim ku sendiri terdiri dari aku, Zephyr, dan Rosa yang artinya kami berbeda dari tim lainnya, pahlawan memutuskan untuk bepergian sendiri dan malah meminta Rosa untuk bergabung dengan kami agar keamanan kami lebih terjamin, namun tidak mungkin pahlawan sebaik itu, sudah jelas dia mengirim Rosa untuk mengamati kami.
Aku tidak masalah dengan itu, bagaimanapun aku tidak berencana untuk melakukan hal hal aneh di belakang mereka.
Kami sudah berjalan seharian namun tidak ada tanda tanda keberadaan sang bencana, sekte sesat, atau apapun itu, yang kami temukan hanyalah mutan yang berhasil kabur dari para 0penjaga tapi hanya itu.
"Huuh, jika kita berjalan lebih jauh kita akan sampai di wilayah para elf namun tidak ada hasil."
Rosa terlihat berjalan dengan punggung menunduk lesu, mungkin bagi salah satu orang terkuat diantara rasnya, Rosa pasti merasa bosan ketika melawan mutan yang tergolong lemah.
"Aku juga merasa aneh jika semuanya berjalan dengan lancar."
Ini sudah sangat umum terjadi dalam berbagai novel dimana ketika segalanya berjalan sangat lancar, biasanya akan berakhir buruk.
Tentu saja aku tidak pernah mengharapkan hal itu, namun baru beberapa saat, apa yang kupikirkan benar benar menjadi kenyataan.
"Oni?"
Sebuah suara muncul ntah dari mana, suaranya sangat berat hingga membuatku tanpa sadar sudah menarik pedangku dari sarungnya, bahkan Zephyr dan Rosa juga merasakan hal yang sama.
"Tidak? Half Oni?"
Aku sama sekali tidak tau darimana suara itu berasal seolah olah pemilik suara itu tidak ada di sini, bahkan Zephyr tidak dapat menyadarinya karena sejak tadi dia terus melihat ke segala arah.
"Siapa kau?!"
Aku mengarahkan pedangku kepada udara kosong untuk mendengar pendapatnya.
"Siapa kau? kenapa kau bisa tau tentang Oni?"
"Hooh, kau bisa merasakan keberadaan ku? sepertinya kalian bukan makhluk biasa."
Zephyr berjalan kedepanku sambil mengarahkan tombaknya ke depan kami.
"Kau tidak punya hak untuk bertanya dalam situasi ini tau? kenapa half oni ada di tempat seperti ini?"
Udara terdistorsi tepat di ujung tombak milik Zephyr, beberapa saat setelahnya muncul sosok manusia dengan rambut ungu panjang.
Sebelumnya keberadaan orang itu sangat tipis bahkan tidak ada bisa ku bilang, tapi sekarang benar benar berbanding terbalik, ini mirip dengan yang kurasakan ketika sang bencana pertama kali muncul meskipun lebih lemah.
"Haaah, kalau begitu akan ku buat kau tidak punya pilihan untuk menjawabku."
"Kuuaaakhh!"
Sebuah ledakan besar terjadi tepat di belakangku, debu menutupi sebagian besar pandanganku namun aku bisa melihat bahwa Rosa sudah pingsan hanya dengan satu serangan.
Dan serangan lainnya langsung di lancarkan membuat Zephyr terhempas sangat jauh.
Aku bahkan tidak sempat bereaksi terhadap serangannya.
Orang ini benar benar berbahaya!
Keberadaan orang itu benar benar menghilang setelahnya, murni mengikuti insting, aku langsung menggunakan penyatuan dengan elemen kegelapan untuk meningkatkan pertahanan ku, dan benar saja, beberapa saat setelahnya tubuhku terhempas beberapa puluh meter sebelum berhenti.
Jika tidak menggunakan penyatuan, tubuhku sudah pasti akan hancur, armor ku sendiri hancur berkeping keping namun itu pulih dengan cepat.
"Cuih"
Aku meludahkan beberapa tetes darah sebelum berdiri kembali.
"Hmm? padahal kekuatannya sudah ku sesuaikan agar kau langsung pingsan tapi sepertinya kau punya lebih banyak trik."
"Kekuatan yang sangat tidak masuk akal, apakah kau bencana yang diramalkan?"
Pria itu terlihat memikirkan sesuatu ketika mendengarkan perkataan ku.
"Bencana? Ahhh itukah sebutan bagi kami?"
"Siapa kalian sebenarnya?"
"Karena kau cukup beruntung bisa selamat dari pukulan ku maka akan kujawab, Aku adalah tangan kiri dari seorang gadis kecil."
"Gadis kecil? siapa itu?"
"Slot pertanyaan mu sudah habis nak, jika ingin mendapatkan jawaban lagi maka bertahanlah dari serangan ku berikutnya."
__ADS_1
Pria itu kembali menyerang menggunakan tangan kosong, seperti sebelumnya hawa keberadaan orang ini sangat tipis jadi sangat sulit untuk melihatnya, namun bukan berarti dia tidak terlihat.
Dengan memprediksi gerakannya aku selalu bisa menahannya namun setiap pukulannya terasa seperti meteor, rasanya tulang ku akan berubah menjadi bubuk jika menahannya untuk waktu yang lama.
"Hooh kau semakin membuatku kesal nak, mulai dari kekuatanmu yang mirip seperti gadis itu, dan juga reflek mu sama cepatnya dengan pria elf sialan itu."
Aku tidak tau siapa yang dia maksud, namun yang pasti aku mulai bisa mengimbangi gerakannya.
Serangan demi serangan dilancarkan namun secara mengejutkan aku berhasil menahan hampir semuanya, beberapa dapat mendarat di armorku namun itu tidak memberikan kerusakan yang signifikan.
"Aku mulai lelah."
Pria itu berhenti menyerang dan malah mengambil sesuatu dari ruang kosong.
"haah haaah haah"
Di sisi lain aku sudah kehabisan tenaga hanya untuk menahan serangannya.
"Kuughh!"
Tanpa ku sadari aku sudah mengerang sangat kuat, aku melihat ke samping dimana seharusnya tangan kiri ku berada namun itu tidak ada disana.
Bagaimana bisa? aku bahkan tidak menyadarinya
Dalam sekejap lengan kiriku terpotong, aku tidak tau apa yang dia lakukan namun yang pasti ada yang berbeda dari sebelumnya.
"Bagaimana rasanya?"
"Tch, tombak yang mengerikan."
Melihat pria itu memegang sebuah tombak membuatnya jauh lebih mengerikan dari sebelumnya, seolah olah dia menjadi tombak itu sendiri.
"Benar, terakhir kali aku memanggil tombak ini ketika membunuh demon lord, tapi tidak ku sangka akan menggunakannya melawan bocah sepertimu."
Luka di lengan kiri ku sudah sembuh berkat regenerasi ku yang sangat cepat, namun itu tidak membuatnya lebih baik, aku harus memasang kembali lengan ku untuk pulih.
"Bahkan regenerasi mu seperti gadis itu, aku penasaran apakah kau masih hidup jika aku memenggal kepalamu."
"Berhenti mengoceh dan majulah."
"Sesuai keinginan mu."
Pria itu berjalan secara perlahan ke arahku, daripada menyerang aku lebih mengandalkan serangan balik jadi aku fokus untuk menahan serangannya.
"Ini bukan waktunya bermain main."
Seorang wanita dengan rambut hitam panjang berdiri di depanku seperti muncul dari udara kosong, aku sangat yakin dia adalah orang jepang sama seperti ku.
"Aku tidak bermain main, ini masalah penting."
"Lebih penting dari menemukan keberadaan yang mulia?"
"Kau belum menemukannya?! pelayan macam apa yang jauh dari orang yang dia layani?!"
"Haaah, kau sendiri lebih tidak berguna, bukannya membantu kau malah bermain main di sini."
Aku berpikir apakah dia salah satu dari pahlawan yang di panggil, namun melihat dia sangat akrab dengan pria tombak itu pasti mereka ada di sisi yang sama.
"Hmm? apakah yang mulia punya hubungan khusus dengan anak ini?"
Gadis itu melihat ku dengan tatapannya yang sangat tajam, rasanya tatapannya saja sudah cukup kuat untuk membunuhku.
"Kau juga merasakannya? aku berpikir itu sangat aneh tapi mengingat kepribadian anak itu jadi aku merasa ini wajar?"
"Haaah, pantas saja sejak tadi aku selalu salah dalam mencari posisi yang mulia, karena anak ini juga memancarkan energi yang sama."
"Hmm kau benar."
Mereka berdua benar benar sulit untuk kumengerti, beberapa saat yang lalu kami bertarung habis habisan namun sekarang mereka dengan santainya berdiskusi.
"Yah daripada itu, mari kita pergi, aku merasakan keberadaan yang mulia di wilayah elf."
"Baiklah, nak mari bertemu lain kali."
Mereka berdua menghilang dengan cepat menyisakan hutan yang hancur, aku baru teringat bahwa sejak pertarungan tadi Zephyr tidak pernah terlibat.
__ADS_1
Aku berusaha mencarinya namun dia benar benar menghilang, seolah olah menghilang dari dunia ini.