MONOCHROME : Choice Of Destiny's

MONOCHROME : Choice Of Destiny's
Bab 36 Kekacauan


__ADS_3

Dihari lain kami berdua berjalan jalan disekitar kota dan masuk kedalam hutan.


Kami mencari keberadaan monster dan bandit selama berjam jam tapi ini terlalu tenang.


Bahkan anak kecil akan aman jika bermain di hutan sekarang tapi itu bukanlah hal yang baik.


Jika bandit dan monster menghilang untuk waktu yang lama bukankah wajar jika akan terjadi banjir monster dan bandit?


Karena itu sebisa mungkin kita harus mencari bom itu sebelum meledak dan mengacaukan segalanya.


.


.


.


"Haaah tidak ada hasil."


Aku menghembuskan nafas berat karena aku merasa semua yang kita lakukan hari ini tidak ada artinya.


"Kamu benar hutan ini terlalu sepi bahkan tidak ada tanda tanda bandit atau monster...... Sial!"


"Ada apa?"


Zep terlihat sangat panik.


"Jika bandit tidak ada di hutan artinya...."


"Mereka bersembunyi di dalam kota."


"Ayo pergi."


Kami berdua berlari sekuat tenaga menuju kota tapi baru beberapa langkah.


"DUAAR!! DUAR!"


"Sial sudah dimulai!"


.


.


.


Di dalam kota semuanya sangat tenang dan semua orang mulai kembali ke rumah untuk tidur dan beristirahat.


Di sebuah toko roti.


"Ibu bukankah ini sudah waktunya untuk tutup?"


"Ya ampun sudah selarut ini, kalau begitu tolong bantu ibu untuk menutup toko kemudian kita akan pulang."


"Baiiik"


Seorang anak perempuan dan wanita dewasa mulai menutup toko milik mereka dan berjalan keluar.


Baru berjalan beberapa meter dari toko.


"Duaar!" Ledakan terjadi.


"Kyaaa!"


Sebuah ledakan terjadi dari dalam toko roti dan sang ibu langsung memeluk anak nya untuk melindunginya.


Di punggungnya ada sebuah luka bakar yang cukup parah sampai membuat pakaiannya terbakar.


"Ibu! Ibu kamu baik baik saja!?"


Anak itu menangis sambil memeluk ibunya.


"Ibu baik baik saja."


"Duar! Duar!"


Banyak ledakan lain terjadi di seluruh kota.


Semua orang berlarian keluar rumah dengan panik.


"Ayo pergi."


Sang ibu menarik tangan anaknya kemudian berjalan menjauh.


"Lama tidak bertemu Lina."


"Kau, apa yang kau lakukan disini Frank?"


"Ahhh~ ternyata kau mengingat ku sayang, mendengarmu menyebut namaku saja sudah membuat cintaku semakin besar."


Frank berjalan kearah Lina dengan tatapan mesum diwajahnya.


Lina mengambil sebuah batu kemudian melemparkannya kewajah Frank tapi sebelum mengenai wajahnya Frank menangkap batu itu.


"Ahh~ batu yang sudah di pegang oleh Lina."


Frank mulai menjilati batu itu kemudian mengeluskannya ke daerah tertentu di bagian selangkangannya.


"Cheryl, ayo lari."


Lina langsung menarik putrinya kemudian berlari menjauh.


"Kau mau main petak umpet?"


Saat ini terjadi kekacauan di seluruh kota karena serangan para bandit dan masalah lainnya karena kekuatan bandit lebih besar dari yang ditayangkan semua orang.


Dibutuhkan 5 prajurit biasa untuk mengalahkan satu bandit dan itu sangat tidak masuk akal.


Para bandit terus berteriak tentang yang terpilih atau kebesaran dewi Rebecca.


Lina terus berlari melewati gang sepi berusaha untuk sampai ke rumah lebih cepat.


Sesekali Lina melihat kebelakang untuk mengecek keberadaan Frank dan dia tidak mengejar jadi Lina menjadi sedikit santai.


Saat sampai diujung gang disana rumah sederhana milik Lina terlihat tapi sebelum Lina keluar dari gang di depannya muncul pria.


Itu adalah bandit lainnya.


"Ohhh sepertinya aku mendapatkan sesuatu yang bagus di sini."


Bandit itu berjalan kearah Lina.


"Tidak mungkin... Cheryl pergilah."

__ADS_1


Cheryl tidak menangis kemudian pergi kearah sebaliknya.


"Tolong biarkan anak ini pergi."


"Hooh baiklah tapi sebagai gantinya kau harus bermain denganku semalaman."


Lina terguncang mendengar perkataan orang itu.


Sebuah batu terbang dari belakang Lina menuju arah bandit dan mengenai tepat dikepalanya.


"Menjauh dari ibuku dasar penjahat!"


Cheryl berlari kedepan Lina dengan tangan direntangkan seperti ingin melindunginya.


"Dasar bocah!!!"


Bandit yang marah meraung dan langsung menendang Cheryl dibagian perut.


Cheryl terlempar kebelakang dan berguling di tanah.


"Cheryl!"


Lina langsung berlari kemudian memeluk Cheryl sambil membelakangi bandit.


"Aark!"


Bandit itu menarik rambut Lina kemudian mengangkatnya.


"Kau harusnya mendidik anakmu dengan baik!"


Bandit itu menampar wajah Lina beberapa kali sampai membuatnya merasa ingin pingsan.


"T-tolong."


Lina berbicara dengan suara yang sangat kecil hampir tidak terdengar.


Bandit itu hendak membuka pakaian Lina tapi sebelum tangannya sampai, darah muncrat kemana mana.


Darah keluar seperti air mancur dan membasahi pakaian Lina dengan darah bahkan lantai sudah basah.


Sumber darah itu berasal dari kepala bandit yang sudang tidak ada.


Bandit itu jatuh ke tanah seperti boneka yang terputus dari talinya.


"Lina kau tidak apa apa?"


Suara pria terdengar tapi itu bukanlah hal baik bagi Lina karena pria itu adalah Frank.


Lina tidak menjawab karena dia sudah tidak memiliki tenaga untuk melakukannya.


Frank perlahan mendekati mayat tanpa kepala itu kemudian menginjaknya.


"Beraninya kau menyentuh Linaku!"


Frank terus menginjak mayat itu dan berkali kali menebasnya menggunakan pedang sampai mayat itu sudah tidak berbentuk lagi kemudian berbalik untuk melihat Lina yang terbaring lemah ditanah.


"Ohh Lina sayangku, aku datang untuk menyelamatkanmu."


Frank berjalan mendekati Lina kemudian duduk di dekatnya.


Frank perlahan lahan menyentuh rambut Lina kemudian menciumnya.


Lina bukannya tidak ingin melawan tapi dia terlalu lemah untuk melakukannya.


Itu dulu saat mereka masih kecil, mereka berdua adalah teman masa kecil dan sangat dekat.


Setiap hari mereka bermain bersama, dan saat remaja Frank mulai berlatih pedang dan sihir dengan tujuan untuk melindungi Lina.


Dan Lina akan membawakan makanan Kepada Frank.


Lina berfikir kalau ini akan berlanjut selamanya tapi semuanya berubah ketika Lina menikah.


Yah wajar karena selama ini Lina menganggap Frank sebagai kakak.


Jadi Lina ingin berhubungan baik dengan Frank meskipun dia sudah menikah tapi dia tidak tau kalau Frank memikirkan hal yang berbeda.


Beberapa bulan setelah menikah, suami Lina meninggal karena dibunuh.


Lina sangat sedih dan mengurung diri di dalam kamar karena ditinggalkan oleh suaminya ketika dia sedang hamil.


Saat itu Frank muncul untuk menghibur Lina setidaknya itulah yang dipikirkan Lina saat itu.


Frank masuk ke kamarnya kemudian langsung memeluknya.


"Ahhh Lina aku sangat mencintaimu, sejak dulu aku sangat mencintaimu."


"A-apa yang kau katakan Frank! aku sudah memiliki suami."


"Punya? pria lemah seperti itu tidak pantas menjadi suami mu, dia sangat lemah tapi tenang saja aku akan melindungimu mulai sekarang."


"T-tidak! apa yang terjadi kepadamu?"


Lina mendorong Frank menjauh sampai di jatuh ke lantai.


"Lina sayang jangan seperti itu, aku sudah menghilangkan pria lemah itu jadi kita bisa hidup bersama, aku bisa melindungimu."


Lina sangat terkejut dan tidak percaya bahwa orang yang membunuh suaminya adalah orang yang paling dia percayai.


"Jangan mendekat!"


Frank mendorong Lina ke kasur dan menahannya, karena perbedaan kekuatan Lina bahkan tidak bisa melawan.


"Tolong siapapun! tolong aku!!"


"Jangan berteriak seperti itu Lina sayang, kita akan menghabiskan malam dengan penuh cinta mulai sekarang."


Frank mulai menjilati leher Lina hingga pipinya.


Itu sangat menjijikkan.


Sebagai usaha terakhir Lina menendang ************ Frank dan membuatnya jatuh.


"Ahh~ sensasi kaki lina membuat ku sangat terangsang."


Lina mengambil kesempatan ini untuk kabur keluar dan belum jauh dari rumah Frank sudah muncul dan memeluknya dari belakang.


"Tolong! tolong aku!"


"Hei! kau yang di sana! apa yang kau lakukan!"


Beberapa penjaga akhirnya datang dan itu membuat Lina sangat senang.

__ADS_1


"Tch pengganggu."


Frank melepaskan Lina kemudian berjalan menuju penjaga.


"Turunkan senjatamu!"


Frank terus berjalan mendekat, Lina berfikir Frank akan menyerahkan dirinya tapi tidak seperti itu.


Salah satu kepala penjaga melayang di udara kemudian bergelinding di tanah dan berakhir di kaki Lina.


"Hiiik!"


Frank memotong kepala penjaga dengan sangat mudah seperti sudah terbiasa melakukannya.


"Apa!? tangkap dia!"


Penjaga lain maju dan menghunuskan pedangnya.


Tapi Frank menghindari serangan mereka dengan sangat mudah kemudian menebas mereka.


Lina hanya bisa diam, dia bukanlah Frank yang dia kenal.


Frank yang dia kenal adalah orang yang baik hati, kuat, dan orang yang selalu melindunginya.


Berkali kali Lina di culik oleh bandit dan selalu diselamatkan oleh Frank.


Tapi saat ini dia terlihat seperti monster.


Saat semua penjaga tewas Frank mendatangi Lina dan menyentuh pipinya yang dipenuhi air mata.


"Apa yang terjadi kepadamu frank, kenapa kamu melakukan ini?"


"Tentu saja karena aku ingin melindungimu."


"Pergi, aku tidak ingin melihatmu lagi!"


"Kau mengusirku setelah apa yang kulakukan!?"


Frank mengangkat Lina dan langsung membawanya pergi.


"Lepaskan aku!"


Semua orang hanya bisa menonton setelah melihat betapa mudahnya Frank membunuh penjaga.


"Kita akan pergi ke tempat yang jauh, menikah, dan membuat banyak anak di sana kita akan menghabiskan setiap hari penuh dengan cinta Lina!"


"Tolong! seseorang tolong aku!'


Mereka sudah sampai diluar kota dan Lina tidak berhenti berteriak bahkan tenggorokannya mulai sakit.


Ini adalah usaha terakhirnya.


Di depan mereka berdiri seorang gadis kecil sedang berjalan jalan.


Lina berhenti berteriak karena dia tidak ingin gadis itu menjadi korban.


Jadi mereka melewati gadis itu dan terus menjauh.


Setelah itu Lina sudah pasrah karena dia juga tidak mau orang lain mati hanya karena dirinya.


Lina melihat kedepan dan disana ada gadis lain dan tidak tau kenapa Lina merasa pernah melihat gadis itu.


Mereka melewatinya dan setelahnya gadis itu muncul lagi dan lagi, seperti mengulang waktu.


Seperti mengerti sesuatu Lina mencoba berteriak lagi.


"Tolong!"


Gadis itu tersenyum kemudian setelah itu tanpa Lina sadari dia sudah berdiri di tanah jauh di belakang Frank.


Frank juga terlihat sangat terkejut dan berbalik untuk melihat gadis yang saat ini berdiri di dekat Lina.


"Tidak ada salahnya menjadi egois, meminta tolong adalah hal yang wajar dan menolong mu adalah pilihan orang lain."


"Terima kasih banyak karena sudah menolong ku!'


Lina membungkuk sangat dalam.


"Ucapkan itu nanti."


"Ano! bisakah kau tidak membunuhnya?"


Lina berbicara sambil terus membungkuk.


"Hmm naif tapi aku suka itu, baiklah."


"Terima kasih banyak!"


Tidak tau mengapa tapi Lina merasa kalau gadis itu bisa membunuh Frank jika tidak dihentikan.


Gadis itu berjalan kearah Frank dan akhirnya Lina mengangkat kepalanya.


Dia langsung terpesona karena wanita di depannya sangat cantik dan anggun, rambut silvernya yang tertiup angin terlihat sangat menawan.


"Kembalikan Linaku!"


Frank menyerang tapi gadis itu menghindari serangannya dengan sangat mudah dan memberikan pukulan di bagian perut yang membuat Frank langsung pingsan.


Aku cukup tau kekuatan Frank karena sudah mengenalnya cukup lama tapi gadis ini mengalahkannya dengan sangat mudah.


"Aku akan membawanya ke penjaga untuk ditahan bagaimana denganmu?"


"Aku akan pulang ke rumah, aku sangat lelah."


"Baiklah aku akan mengantarmu sampai ke gerbang kota."


"Terima kasih."


.


.


.


Disaat terakhir Lina mengingat perkataan wanita itu.


"Tolong! kumohon selamatkan aku!!"


"Ya ampun tolong tenang sedikit sayang."


Saat Frank ingin mengangkat Lina dia terlempar kebelakang dan menabrak tembok.

__ADS_1


Di depannya saat ini berdiri seorang pria dengan rambut putih.


__ADS_2