
"Ehh?"
"..."
Aku tidak bisa menahan keterkejutan ku karena aku tidak percaya dengan apa yang ku dengar.
Julukan konyol macam apa itu? baru kali ini aku mendengar julukan yang sangat memalukan seperti itu.
Princess of disaster? putri kehancuran? itu adalah julukan yang sangat konyol di dunia ku sampai kamu akan mati karena malu jika mendengarnya.
Tapi ini adalah dunia lain jadi kebiasaan di dunia ku tidak berlaku di sini dan mungkin saja itu memiliki makna yang cukup dalam.
Jadi aku memutuskan untuk diam dan menunggu penjelasan.
"Sepertinya salah satu dari kalian tidak mengerti dengan apa yang ku bicarakan jadi kita lewati saja bagian itu dan masuk kebagian perkenalan terlebih dahulu."
Wanita dengan ekor rubah terlihat kecewa.
Tidak lama seorang pelayan datang membawa beberapa minuman dan cemilan.
"Perkenalkan aku adalah Ryu dan ini adalah rekan ku Zephyr, suatu kehormatan bisa diterima ditempat ini."
"Dia memperkenalkan diri?!"
Mendengar ku memperkenalkan diri membuat mereka semua terkejut bahkan anak kecil disana sudah pingsan.
Mereka semua mulai berbisik satu sama lain tapi tetap sampai ke telingaku seperti memang tidak berniat menyembunyikannya.
"Hei apakah kau yakin anak ini memiliki hubungan dengannya?"
"Auranya memang terlihat mirip tapi itu juga terlihat tidak murni dan tercampur dengan banyak hal."
"Yah sudah ribuan tahun sejak saat itu jadi tidak mungkin mempertahankan sesuatu yang murni."
"Benar juga, anak yang di sana juga terlihat kurang murni."
"Haaah kalian membuatku malu."
Wanita rubah itu menghembuskan nafas panjang sambil melihat yang lainnya.
Semuanya menjadi tenang dan kembali duduk di kursinya masing masing bahkan anak kecil yang pingsan tadi sudah ada di sana dan makan cemilan seperti tidak terjadi apa apa.
"Kurasa sekarang giliran kami untuk memperkenalkan diri, aku adalah Belvina wujud asliku adalah seekor rubah berekor sembilan aku juga bertugas sebagai kepala penjaga di hutan ini."
"Aku adalah Fenix wujud asliku adalah seekor elang api karena mendapatkan berkah dari dewa phonix dan aku juga bertugas sebagai penjaga di hutan ini."
"Aku adalah Fenrir wujud asliku adalah seekor Thunder wolf berbeda dari yang disana aku mendapatkan kekuatan ini karena mampu beradaptasi di domain Druk Yul."
"Selanjutnya aku Leo dan aku adalah seekor Nue yang tidak lengkap, aku tidak terlalu ingat tapi sepertinya dulu aku adalah salah satu monster didalam dungeon yang mencoba berkeliaran di dunia luar dan singkat cerita setelah berhasil bertahan hidup di hukum rimba selama ribuan tahun aku mendapatkan wujud dan kecerdasan ini, dan anak ini adalah Mia dia adalah ekorku."
"Singkatnya kami berlima adalah penjaga hutan ini dan kami akan terus menjaganya hingga kami mati."
Mereka semua menyebutkan banyak hal yang tidak ku mengerti tapi sepertinya mereka tidak memiliki niat untuk menjelaskannya jadi aku memilih untuk diam.
Mereka berlima terlihat sangat kuat sampai aku sendiri harus mengeluarkan semua kemampuan ku untuk mengalahkan salah satu dari mereka.
__ADS_1
Monster sudah sangat kuat sejak awal karena kekuatan sihir mereka yang besar tapi mereka mudah untuk dikalahkan karena mereka sangat bodoh dan bergerak dengan insting jadi gerakan mereka sangat mudah dibaca.
Tapi apa jadinya jika monster memiliki akal dan kecerdasan? itu akan membuat mereka menjadi lawan yang sangat sulit untuk dikalahkan apalagi jika itu adalah monster yang sudah hidup ribuan tahun.
Untungnya monster seperti mereka hampir tidak pernah keluar dari pusat hutan jadi selama kita tidak masuk dan mencarinya maka kita tidak mungkin untuk menemukan mereka.
Dari sini aku juga belajar kalau di dunia ini ada banyak sosok kuat yang masih bersembunyi di suatu tempat dan jika dibandingkan aku hanyalah seekor katak dalam sumur.
"Karena kalian belum cukup pantas untuk mengetahui semuanya jadi mari kita lupakan masalah itu dan langsung masuk ke pembahasan utama, aku mendengar dari Carolyn kalau kalian akan pergi ke wilayah manusia benar?"
Aku tidak mengerti apa yang dia maksud sampai menyebutku tidak pantas tapi kurasa itu bukan sesuatu mudah.
"Benar, aku berencana mengumpulkan semua rekan rekan ku secepat mungkin dan akan membalas perbuatan paus itu bersama sama."
"Balas dendam atau apapun itu aku tidak peduli tapi aku ingin kamu menjaga anak ini selama dia ada diluar sana."
"Tentu saja aku akan melindunginya bahkan jika harus mengorbankan nyawaku sendiri."
Aku serius akan hal itu, jika bisa aku tidak ingin kehilangan siapapun setidaknya tidak di depanku.
"Itu yang ingin ku dengar jadi aku mengandalkan mu."
Setelahnya Belvina dan yang lainnya diam.
"Hanya itu?"
"Iya hanya itu, atau mungkin ada sesuatu yang ingin kalian tanyakan? aku akan menjawabnya jika aku merasa kalau kalian pantas mendapatkannya."
"Kalau begitu aku ingin menanyakan beberapa hal."
"Silahkan kita masih punya banyak waktu."
"Sepertinya kau mengetahui sesuatu tentang apa yang terjadi sekitar 10.000 tahun yang lalu."
"Yah kami semua sudah hidup jauh lebih lama dari itu dan bahkan kami berpartisipasi dalam perang waktu itu jadi aku cukup tau beberapa hal yang tidak diketahui oleh kalian."
"Bisakah kau ceritakan tentang leluhurku? kenapa mereka sampai di cap sebagai penghianat dan diburu oleh semua orang, padahal di kisah keluarga ku leluhur kami diceritakan sebagai seorang pahlawan yang sangat berjasa dalam perang melawan para dewa."
"Keluargaku terus hidup dalam pelarian selama ini dan kami harus terus bersembunyi karena setiap kali kami muncul kami akan terus dikejar oleh orang orang, ketika kami ingin menetap di suatu desa kami akan diusir karena dianggap sebagai pembawa sial."
Aku merinding mendengarnya, aku tidak berfikir dia mengalami semua itu karena selama ini dia terlihat sangat tenang dan tidak memiliki masalah apapun.
Sepertinya dia masih tidak bisa percaya kepadaku sampai sampai tidak ingin membicarakan masalah pribadinya kepadaku, aku juga tidak pernah melakukan itu jadi cukup impas kurasa.
Setelah berfikir selama beberapa saat Belvina berbicara.
"Kurasa aku bisa menjawabnya, jika yang kamu maksud adalah Zik Velter semua yang kamu katakan tadi benar, dia adalah pahlawan tapi disisi lain dia juga penjahat paling dicari."
"Dia adalah tangan kanan dari Evelina sang princess of disaster jadi kekuatannya tidak perlu dipertanyakan lagi."
"Saat perang dia mungkin sudah menyelamatkan banyak sekali manusia dan iblis tapi kamu tau apa yang terjadi setelah perang? saat dunia sudah damai dia membantai jutaan orang karena alasan yang tidak diketahui atau itulah yang dikatakan buku buku di luar sana."
"Kamu mungkin sudah tau kisah dimana kaisar pertama ingin menyegel dirinya sendiri dalam tidur abadi, itu benar tapi dia tidak bisa menyegel dirinya sendiri jadi dia meminta tangan kanannya untuk menyegelnya di tempat yang tidak mungkin dimasuki siapapun di dunia ini dan dia harus menjaga tubuhnya agar segelnya tidak rusak."
Aku mendengarkan cerita Belvina tapi aku cukup bingung di sini dia mengatakan kalau Zik adalah tangan kanan princess of disaster kemudian cerita pindah ke kisah kaisar pertama yang harusnya adalah Ba'al, dia juga menjelaskan kalau Zik adalah tangan kanan Ba'al yang artinya Ba'al dan Princess of disaster adalah orang yang sama tapi itu membuatku semakin bingung.
__ADS_1
Dari buku yang kubaca Ba'al adalah pria dan itu dibuktikan dari patung yang ada di alun alun kota sedangkan princess of disaster harusnya adalah seorang wanita.
Saat aku sibuk memikirkan semua itu cerita terus berlanjut.
"Aku tidak tau persis bagaimana proses penyegelan itu karena aku sendiri tidak tau itu ada dimana tapi kamu harus tau kalau Kekuatan sihir Evelina sangat mengerikan sampai setiap kali dia muncul aku selalu berfikir kalau kiamat sudah dekat."
"Jadi menurut ku dalam proses penyegelan Zik terpengaruh oleh kekuatan sihir Evelina dan membuat keinginan untuk menghancurkan menguasai dirinya dan berakhir mengamuk."
"Karena itu dia mengamuk dimana mana dan membunuh siapapun yang dijumpainya, saat itu tidak ada yang bisa menghentikannya bahkan ketujuh demon lord sekalipun."
"Saat itu hanya ada satu orang yang bisa melakukannya yaitu tangan kiri sang kaisar tapi sejak kaisar tersegel dia juga menutup mata pada apapun yang terjadi pada dunia jadi dia tidak peduli."
"Setelah pembantaian selama berhari hari yang menewaskan jutaan iblis Zik menghilang tanpa jejak dan memutuskan untuk bersembunyi."
"Itu hanya pendapatku tapi aku bertaruh itu 80% Benar."
Itu cerita yang sangat tragis bagi seseorang yang disebut sebagai pahlawan, dia menanggung beban sebesar itu karena perintah tuannya dan itu bahkan dirasakan hingga keturunannya saat ini.
"Haah aku tidak percaya dia melayani orang yang sangat egois seperti itu."
"Fufu tapi dari yang kuingat dia adalah orang yang sangat setia jadi bagaimana denganmu? kamu harusnya tidak keluar tanpa alasan dan aku percaya kalau temanmu disana tidak tau itu."
Zep melihat ku dengan tatapan yang aneh dan menghembuskan nafas panjang.
"Haaah benar, aku keluar karena diberi perintah oleh ayahku untuk mencari seseorang yang berkaitan dengan kaisar pertama dan aku bertemu dengannya."
"Apa maksudmu?"
Zep tidak menjawab ku dan berbalik kearah Belvina sekali lagi.
"Setelah bersamanya selama beberapa tahun aku melihat anak ini memiliki semua kriteria yang dijelaskan ayahku jadi aku cukup yakin, hanya saja seperti yang kalian lihat anak ini sangat kurang dalam pengalaman atau bahkan bisa kubilang dia tidak tau apa apa tentang kekuatannya sendiri, aku juga tidak bisa mengajarinya apapun jadi kuharap kalian bisa mengajarinya beberapa hal kepada dia."
Semuanya saling memandang dan kemudian semuanya melihat kearahku dengan tatapan yang cukup aneh.
"Ada apa?"
Tapi tidak ada yang menjawab ku dan semuanya kembali berdiskusi.
"Maafkan kami tapi kami tidak yakin akan hal itu, Sihir Evelina adalah kegelapan dan kejahatan murni, itu adalah kekuatan yang sangat kuat dan bahkan tidak terkalahkan jika kubilang. Tapi aku pernah mendengar percakapan tuan ku dengan Evelina dimasa lalu yang mana dia bertanya bagaimana cara Evelina mengendalikan kekuatan mengerikan itu dengan mudah tapi saat itu dia hanya menjawab 'Kegelapan adalah temanku, kegelapan adalah keluarga ku, kegelapan adalah diriku sendiri, dan kegelapan adalah segalanya bagiku'."
"Itu adalah kata kata yang tidak ku mengerti hingga sekarang memang benar jika kamu menyatu dengan sihir gelap itu akan memberimu kekuatan tapi sebaliknya itu juga akan mengubahmu menjadi monster tanpa akal. Hei nak bagaimana caramu menggunakan sihir itu sampai sekarang?"
Sejak tadi aku terus diabaikan tapi kali ini Belvina akhirnya bertanya kepadaku.
"Hmmm Aku biasanya akan mengalirkan sihir cahaya di dalam tubuhku sebagai pembatas kemudian melapisinya dengan sihir kegelapan, itu membuatku bisa menggunakannya tanpa kehilangan kesadaran ada apa dengan itu?"
"Tidak, itu ide yang sangat cerdas karena kamu tetap bisa menggunakannya sambil menghindari efek samping yang mungkin ditimbulkan, tapi itu juga akan membebani tubuhmu karena sihirmu akan terbuang percuma dalam upaya untuk menahan sihir gelap itu jadi secara tidak langsung itu akan mengurangi efektifitas sihir mu."
"Kalau begitu apa yang harus kulakukan?"
"Aku juga tidak tau karena sendiri belum pernah melihat kemampuanmu jadi bagaimana kalau kita latih tanding sebentar?"
"Baiklah mohon bantuannya."
Kami keluar dari rumah pohon dan berkumpul di depan.
__ADS_1